'nBASIS

Home » ARTIKEL » PLN dan GOLPUT?

PLN dan GOLPUT?

AKSES

  • 551,562 KALI

ARSIP


Seorang jurnalis mengemukakan kecurigaannya tentang pengaruh buruknya pelayanan PLN dengan perilaku pemilih pada pilpres. Tepatnya, ia curiga golput akan besar saat pilpres nanti.

Menurut saya:
(1) Jika korelasinya memang ada, tentulah karena rakyat menganggap seribu janji tak terpenuhi dan bohong terus berulang dari satu ke lain rezim.

(2) Kini sudah terlampaui masa menunggu janji SBY yang menjamin krisis listrik selesai dalam dua bulan terhitung sejak kehadiran beliau pada kampanye pileg di Medan.

(3) Berapa banyak yang tertunda dalam pemenuhan kesejahteraan rakyat, semua berakumulasi membangun perasaan oposisional atau malah antipati kepada pemerintah.

(4) Tapi karena krisis listrik ini begitu luar biasa, memang rasanya harus ada perombakan besar-besaran dalam tubuh dan manajemen PLN serta kebijakan dan agenda prioritasnya ke depan.

(5) Soal fakta persempitan kesempatan untuk beroleh pekerjaan yang baik, soal kesenjangan yang sangat lebar, dan penegakan hukum yang setiap saat mereka saksikan penuh ketimpangan, keseluruhannya dapat sama-sama menyumbang terhadap persepsi atau sikap kepada pemerintah. Padahal kedua pasangan yang bersaing hari ini belum tentu tidak mampu, tetapi karena bohong itu sudah terlanjur dianggap sebagai sikap yang inherent dalam diri semua penyelenggara negara/pemerintahan, maka mereka sukar membedakan pemerintah masa lalu dengan figur-figur yang akan mengisi pemerintahan ke depan. Saya yakin di antara pasangan ini akan berbeda tingkat persepsi kejujuran dan kebohongannya di mata rakyat. Mereka sudah tahu siapa yang paling berbakat berbohong.

(6) Tapi ada hal yang mesti dipertimbangkan. Atmosfir pilpres kini begitu kuat, antara lain dengan keterbatasan pasangan yang hanya dua. Orang yang pernah apatis pun kini banyak yang mulai merasa harus memberi suara di TPS. Mereka sebetulnya dikepung oleh informasi yang berseliweran dari berbagai sumber yang membuat mereka faham bahwa pilpres ini rupanya teramat penting tak hanya bagi kedua pasangan dan orang-orang dari partai politik mana pun, tetapi juga bagi bangsa Indonesia. Mereka tidak rela pasangan yang didukungnya kalah.

(7) Semakin terasa kini menjadi begitu sulit mengelola perbedaan pendapat di antara orang yang berbeda pilihan. Bagaimana membuat mereka lebih dewasa, kelihatannya cukup sulit. Muatan ideologis yang berbasis pertimbangan-pertimbangan substantif-subjektif termasuk muatan sara jelas cukup mencemaskan yang tercermin dari berbagai bentuk kampanye hitam dan negatif.

(8) Saya ingin mengutip sebuah status teman yang mungkin bisa meredakan: siapa pun yang terpilih rakyat tetap akan bayar pajak. Ha ha.

Shohibul Anshor Siregar

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: