'nBASIS

Home » ARTIKEL » Siregar: KEHILANGAN ORIENTASI

Siregar: KEHILANGAN ORIENTASI

AKSES

  • 550,950 KALI

ARSIP



Di sebuah boutique, di Medan, Jum’at sore, saya bertemu seorang gadis yang menyatakan ayahnya bermarga Siregar dan ibunya Sinaga. Ia tak menyebut ia Boru Regar. Ia tinggal di Medan, sedangkan masa kecilnya di wilayah Galang, Kabupaten Deliserdang.

Tetapi menurut saya tak menjadi alasan ia tak tahu alur kekerabatan termasuk bahasa Batak karena, menurut pengakuannya, adik lelakinya pandai bahasa Batak. Teman sekerjanya seorang putri berayah Aceh dan Ibu Melayu.

Tahukah kau, saya tegaskan kepadanya, toke kalian yang Tionghoa ini (sambil menunjuk orangnya) begitu jauh kampung halaman leluhurnya dari tempat kita ini.

Menurutmu sudah generasi keberapa dia ini setelah leluhur pertamanya datang ke Indonesia? Ia berbahasa Tionghoa dan tak sekadar bangga dengan itu karena terbukti dengan itu pula ia kerap merasa lebih terhormat dari kalian terutama krn faktanya memang ia adalah toke kalian.

“Saya memarahimu sekarang, karena tak tahu bahasa leluhurmu”.

Diskusi. Saya beruntung mendapat beberapa komentar bernas ketika saya tuliskan naskah di atas sebagai status pada akun facebook saya, Jum’at malam. Berikut beberapa di antaranya:

  • Nasution Akhyar Maafkan aku bang
  • Lenna Ria Pohan Botul mai abang, bahat halak sannari inda mamboto adat istiadat suku nia sendiri.padahal tmbh bahat bahasa daerah hita kuasai tambah bahat khasanah hita n tambah momo margaul.bahat muse merasa inda malo ia bahasa daerah nia merasa modern padahal anggo menurut au mlh nasumamboto bahasa daerah nia adalah halak na so up date.
  • Shohibul Anshor Siregar Soekirman, Bupati Sergai, orang Jawa kebon. Tetapi ia menguasai alur adat itu dan tak cuma pandai bahasa Batak. Jika diminta nyanyi Batak, ia pun OK.

Mungkin ada orang Batak yang berapologi “saya dibesarkan di wilayah kebon yang lingkungannya dominan Jawa dan karena itu saya tak bisa Bahasa Batak”.

9 hrs · Edited · Like · 1

  • Shohibul Anshor Siregar Saya mengenal beberapa tokoh Tionghoa. Tetapi cukup banyak mengenal orang Jawa hampir dari semua kelas.

Saya tak tahu apakah Tionghoa atau Jawa yang paling merasa superior hingga menganggap tak perlu belajar bahasa daerah sebangsanya, padahal terkadang mereka tak cuma bertetangga melainkan kolaborasi mencari kekayaan di bumi persada tanah air yang ramah tamah ini, tetapi tetap tak tahu bahasa daerah tetangganya atau partner kerjanya itu.

Begitu pun si pribumi atau local genius kerap saja dianggap tak ramah, bahkan dituduh pula diskriminatif.

Amangoi. On ma huroha bagian ni bangso hatoban i.

9 hrs · Edited · Like · 3

  • Akhiruddin Harahap Ada sbuah “nilai ideal” bagi sebhagian besar orang kota untuk mncoba secara sengaja ataupun tidak untuk mnghilngkan identitasnya, cenderung mereka anggap bhwa itulah cara mnunjukkan eksistensi mereka sbgai orang kota alias tidak kmpungan. Sebuah nilai ideal tapi cenderung mnjdi sub kultur…
    9 hrs · Unlike · 1
  • Tengku Adri Abu Raihan Kenyataannya kebanggan generasi kami pada suku, bangsa maupun negara ini sudah pudar pak. Entah karena apa, tapi kurasa bukan 100% kesalahan kami.
    9 hrs · Unlike · 3
  • Yunus Husein Harahap Itulah salah satu kelemahan etnis batak angkola/mandailing dikala mereka tinggal didaerah yang penduduknya menjadi minoritas.
    Sebagian besar dari mereka tidak mengerti bahasa leluhur, dan terkadang mereka segan/risih menggunakan bahasa ibu untuk berkomunikasi.
    9 hrs · Unlike · 1
  • Bang Naga kena awak bah. tak menjaga dan melesatrikan kearifan lokal
    4 hrs · Unlike · 1
  • Ropinus Sihombing Kesalahan orangtua dan sianak sendiri, ditambah dengan sistim sosial masyarakat kita yg tdk mendukung.
  • Shohibul Anshor Siregar Nasution Akhyar: Tidak bisa dimaafkan (ha ha)
  • Shohibul Anshor Siregar saya suka dengan pernyataan Lenna Ria Pohan yang ini dan yang lain:
    “nasumamboto bahasa daerah nia adalah halak na so up date”
    13 mins · Like · 1
  • De Loebiez Bahasa menunjukkan bangsa…. kebanggaan terhadap akar budaya suku menipis atau mungkin bisa jadi menghilang krn pengaruh nasionalisme. Tapi jgn dilupakan bangsa yg tetap kukuh berdiri adalah bangsa yg tetap eksis dgn akar budayanya, contoh : China, Jepang, India…
  • Shohibul Anshor Siregar Son dia bangso Mandailing ipar? eksis dan survive juo kan ipar?
    7 mins · Like · 1
  • Ropinus Sihombing Termasuk sistem religy yang kita anut juga sebagai penyumbang hilangnya akar budaya kita.
  • Shohibul Anshor Siregar Kalau tinjauan aspek religi sedikit berbeda, karena ia menjadi otoritas tertinggi soal kebenaran dan kasus ini sama sekali tak terkait dengan titik-singgung dengan itu.
    2 mins · Edited · Like · 1

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: