'nBASIS

Home » ARTIKEL » TUKAR UANG

TUKAR UANG

AKSES

  • 512,316 KALI

ARSIP


AMPAU

Dalam bahasa Batak hal yang begini disebut parsahalian (once enough). Orang jera berurusan dengannya. Bagaimana bussiness bisa maju? Cemburu juga sama Cina. Ha ha

Saya kira karena tak punya uang banyaklah makanya tukaran 50.000 ingin saya pecah menjadi beberapa lembaran 5.000 (saya ingin nanti ada salam tempel sama bocah-bocah kecil sembari bertanya kepada mereka siapa yang paling banyak puasanya) . Kalau punya uang banyak kan langsung saja tukaran 100.000 atau 50.000 saja diberikan kepada mereka sebagai “salam hari raya”. Ha ha.

Tetapi tak enak juga jika minta tukar tanpa beli sesuatu di warung. Nah, di sini kejadiannya. Sial benar si tukang warung bilang: “Bapak mau tukar saja maksudnya kan? Tak ada !!!” Begitu katanya. Saya pun menasehatinya:

“Betul, saya mau tukar. Jika tak beli sesuatu pun, mestinya sebagai orang jualan yang hidupnya tergantung kepada pelanggan, Anda harusnya ramah. Tidak boleh ada orang yang merasa enggan berhubungan dengan Anda. Itu sebaiknya”.

Saya menjadi teringat seorang tukang tambal ban di sekitar Jalan Halat. Ketika saya beritahu si tukang tambal ban “mungkin ban saya bocor halus, bagaimana kalau kita coba lihat dan jika pentil yang rusak, kita ganti pentil”.

Ia tak punya dongkrak, saya berikan dongkrak saya. Lalu saya pun pergi ke warung menanti dia menyelesaikan pekerjaan. Setelah saya kembali, dia pun melaporkan: “Ban bapak harus diganti, tak bisa dipakai lagi. Ia pun menunjukkan sobek hampir 5 Cm.

Saya heran dan bertanya “bagaimana mungkin?”. Ia pun menantang “memang sobek pak. Mau diapakan lagi?”

Eh, jika sobek 1/2 Cm saja saya tidak mungkin membawa mobil ini ke bengkelmu karena diisi angin maksimal paling cuma bertahan tak sampai 1 menit. Malah sewaktu saya tiba di sini, kau pun mengempesinya untuk bisa membuka ban dalamnya bukan? (memang saya tidak lihat dia membuka ban dalam).

Akhirnya saya nasehati perlahan:

“Kamu hanya perlu minta maaf. Saya tidak menuntutmu mengganti ban yang kau bikin sobek saat membuka dari velg. Modal utamamu bukan hanya gigih, tetapi jujur. Jika hanya gigih saya bisa mencoba ketahanan kegigihanmu dengan beberapa tamparan persis di pipi kanan dan kirimu. Sekarang saya beri kamu pilihan, minta maaf atau saya tampar?”

Dalam bahasa Batak hal yang begini disebut parsahalian (once enough). Orang jera berurusan dengannya. Bagaimana bussiness bisa maju? Cemburu juga sama Cina. Ha ha

Shohibul Anshor Siregar


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: