'nBASIS

Home » ARTIKEL » CALON PENDAMPING DZULMI ELDIN

CALON PENDAMPING DZULMI ELDIN

AKSES

  • 512,606 KALI

ARSIP


PAGI ini seorang jurnalis yang bekerja pada sebuah harian lokal mengajukan pertanyaan melalui inbox dan saya jawab melalui media yang sama. Ini dialognya:

Jurnalis: Assllm minta tanggapan abang tentang pilkada Medan, siapa yang pantas mendampingi Eldin yang akan maju lagi sebagai walikota medan.

Saya: Sebentar ya

Jurnalis: Iya bang, sekalian banyaknya calon yang bermunculan

Saya: Sebagai incumbent saya kira semua orang tahu bahwa Eldin memiliki kans paling jelas untuk pencalonan Walikota Medan 2015-2020 nanti. Tetapi tentu saja ia masih akan berjuang untuk mendapatkan dukungan partai sesuai peta hasil pileg 2014. Karena masih akan sangat tergantung dengan keinginan partai, maka sesungguhnya Eldin tidak akan begitu leluasa menentukan siapa yang tepat menjadi wakilnya. Kompromi demi kompromi akan alot antara pihaknya dengan pihak partai, dan partai itu bukan hanya pengurus di Medan melainkan juga pengurus di Provinsi dan Pusat. Begitulah adat politik yang berlaku hingga kini. Siapa pun tahu bahwa bagi orang partai kesempatan menjadi Kepala Daerah cukup besar dengan fakta kekuasaan pada partai. Itu sangat menggiurkan biasanya. Ada memang pengecualian seperti di Batubara, Ketua sebuah partai besar mundur dari jabatannya untuk mencalonkan secara perorangan menjadi Bupati dan menang.

Tetapi saya kira ada rumus yang baik untuk kasus ini (1) Eldin harus melihat tokoh yang mengakar dan dengan sejarah sosial yang kuat. Kita dapat mencari referensi kepada organisasi-organisasi yang ada, terutama organisasi yang selama ini sudah terbukti banyak kiprah dan mendapat pengakuan sosial dan politik masyarakat. (2) Eldin harus dapat dengan jeli membedakan bahwa tokoh parpol tidak terjamin lebih cocok ketimbang tokoh organisasi sosial kemasyarakatan tadi. Jika kepartaian dapat menjadi dasar perhitungan pemenangan dalam pemilihan langsung, maka bukti-bukti empiris yang ada selama ini tidak akan terjadi. Kongkritnya, Eldin sudah harus mulai membuka diplomasi dengan organisasi-organisasi besar yang memiliki akar yang kuat itu dan ketika menemukan orangnya lalu berusaha meyakinkan partai pendukung untuk secara legowo menerima. Tak ada gunanya mencalonkan diri jika peluang menang tidak besar bukan?

Tentang kemungkinan banyaknya calon yang akan maju, saya kira hal ini sedikit-banyaknya terkait dengan persepsi publik terhadap kinerja dan kapasitas Eldin terutama setelah diberhentikannya Rahudman Harahap. Tetapi persepsi publik ini tidak selalu benar.

Saran untuk itu ialah, Eldin perlu mengendalikan sungguh-sungguh semua SKPD dan perangkat kerja yang ada untuk bekerja sekuat tenaga, agar visi dan misi pemerintahan yang diusung tercapai secara optimum, baik secara kualitatif maupun kuantitatif. Pelayanan publik yang baik akan sangat penting, misalnya menjawab keluhan tentang pelayanan kesehatan, infrastruktur, air, listrik, perizinan, keamanan dan ketertiban (termasuk maslah narkoba yang sudah sangat meresahkan itu) dan lain-lain. Memang sebagian dari masalah itu ada yang otoritasnya di puncak lain atau di luar kewenangan seorang Walikota. Tetapi ia harus memberi klarifikasi untuk itu agar masyarakat faham.

Dengan begitu tema kampanye Eldin nanti adalah tentang success story memimpin Medan meski dalam waktu singkat dan siap diperbandingkan (oleh masyarakat) dengan daerah-daerah lain di Indonesia, terutama di sekitar Sumatera Utara.

Shohibul Anshor Siregar


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: