'nBASIS

Home » ARTIKEL » BENDERA

BENDERA

AKSES

  • 512,716 KALI

ARSIP


image

Media merasa penting mengekspose fakta minimnya jumlah rumah tangga yang mengibarkan bendera merah putih saat peringatan HUT RI 2014

Tetapi saya belum temukan penjelasan memadai mengapa rakyat semakin tak peduli. Anda tahu sebabnya?

Mungkin ini adalah bentuk perlawanan orang lemah yang dalam kajian sosiologi kerap disebut dengan fenomena weapon of the weak (senjata perlawanan orang lemah).

Rakyat teralienasi dari pembangunan dan negara. Mereka merasa bukan bagian utuh dari negara karena dalam kondisi ini urusan primer negara adalah pemberian legitimasi atas kekuasaan. Meski kepesertaan rakyat bersifat mutlak dalam proses pemberian legitimasi itu, namun urusan selanjutnya tak membuat posisi mereka menjadi lebih penting kecuali mereka mampu mengkonsolidasikan diri dan mengekspresikan perasaan kemarahannya.

Di Indonesia tak ada urusan sepenting memilih presiden, gubernur, bupati dan walikota. Demokrasi hanya urusan di sekitar itu.

Banyaknya pengabaian negara atas tugas-tugas utamanya melindungi dan mensejshterakan warganya berakibat apatisme. Ketika negara difahami hanya urusan bagi kaum elit maka sukar menghindari atau bukan hanya apatis yang akan menjadi masalah karena gugatan-gugatan berujung kristalisasi antipati yang akan subur.

Oleh aparatur, di mata rakyat, negara telah didayagunakan hanya utk kepentingan segelintir elit dan penguasa. Ketika mereka berurusan dengan kebutuhan public service yang secara teoritis disediakan negara dengan prasyarat pembebanan koruptif, maka jangankan simbol-simbol ekspresif negara seperti bendera, bahkan Pancasila pun bisa dianggap senjata ampuh penguasa bobrok untuk mengabadikan kekuasaannya

Negara hanya bisa diperbaiki jika ada otoritas orang dan yang memiliki integritas kenegarawanan yang ia sendiri tidak bagian dari masalah. Jika sebuah negara sudah menyerah kalah dengan mengamanahkan kepemimpinan nasionalnya kepada figur yang menjadi bagian dari masalah, paling-paling negara itu hanya akan sibuk mengembangkan model untuk melegitimasi penyanderaan ataS nasib rakyatnya.

Kalau begitu, tidak etis menyalahkan rakyat yang enggan menaikkan bendera sebagai bagian dari HUT RI. Merdeka saja mereka belum merasa.

 

 

 

 Shohibul Anshor Siregar


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: