'nBASIS

Home » ARTIKEL » KOPRAL CEPOT PEWARTA SEJARAH

KOPRAL CEPOT PEWARTA SEJARAH

AKSES

  • 544,897 KALI

ARSIP


kopral cepot
Tanggal 13 Desember 2010 pada pukul 17:00 saya menulis pada akun facebook saya tentang seorang penulis yang memperkenalkan diri dengan nama Kopral Cepot. Saya tidak pernah bertemu secara fisik, tetapi banyak membaca tulisan-tulisannya.


Ia memang tak menunggu sambil berharap pujian. Tidak. Sebab percakapannya dengan banyak orang begitu intensif seolah tak ada celah untuk minta waktunya barang sedetik.

Di sana ia bersama Adam, Idris, Nuh, Ibrahim, Ismail, Ishak, Ya’cub, Yunus dan seterusnya sampai Muhammad. Ia berusaha mengenali itu semua. Ia berusaha mengenali Jesus Kristus, juga Sidharta Gautama dan lain-lain. Ia bercakap lancar dengan Franklin Delano Rosevelt, Obama dan juga Gamal Abdel Nasser. Ia tak mungkin tak alokasikan waktu untuk DN Aidit, VOC, Wilhelmina, dan juga Amrozi dkk.

Ia sering mengernyitkan kening saat bercerita dengan Bung Karno, Bung Hatta, Sjahrir. Ketiga Bung kawakan (Suhatsjah) ini pernah dan sering ia bandingkan dengan tokoh lain, apakah Mohd Natsir, Nasution, TB Simatupang, Kahhar Muzdakkar, Kahhar Muzdakkir, RM Kartosuwirjo, Soeharto, Amien Rais, Gus Dur, Megawati dan SBY. Ia gelisah. Selalu gelisah tentang Indonesia yang tak maju-maju.

Kosmopolitanisme berkembang dalam sanubarinya, hingga membuatnya tak cuma menjadi warga “Cibaduyut”. Ia ingin semua perusahaan raksasa internasional tidak semena-mena dalam kerakusan. Ia ingin adidaya seperti Amerika tak suka-suka di mana saja, termasuk mengendalikan “penyembelihan” terhadap Palestina.

Sesekali ia akan diinterupsi oleh banyak orang. Ya, sebetulnya bukan cuma sesekali. Tetapi jangan pernah takut. ia tak akan pernah mengadili, karena itu bukan missinya. Memang ia bukan matahari. Juga bukan rembulan atau bintang. Dia generasi baru yang mencoba memahami arti sejarah.

Begitulah, ketika orang menghukumnya atas suguhan kontroversial, saksikanlah begitu susah menemukan berkas kecil hati dan kebencian emosional saat ia mencoba memberi jawab. Ia tak menghunus pedang permusuhan.

Berusaha tampil (bertutur dalam mewarta) apa adanya, akhirnya kini ia sudah seakan (sebagai) imam dalam ranah yang secara sadar ia pilih, Kopral Cepot tidak pernah haus akan pujian. Ia hanya ingin mengalir saja.

Ia mengesankan kebencian mendalam terhadap oportunisme. Bukankah ini sebuah modal besar? Secara derivatif dari sana telah berkembang sikap anti narsis, sudah jelas. Ia hanya ingin jujur saja dengan data dan fakta, itu pun bukan karena Julian Assange Wikileaks.

Tuhan, aku kemukakan tentang Kopral Cepot dari sisi apa yang aku ketahui. Biarlah ia sebaik (bahkan selalu akan lebih baik dari) apa yang saya kenal saat ini dan jangan izinkan ia berubah haluan tak mengindahkan-Mu.

KOPRAL CEPOT. Temuilah ia sekarang juga pada tautan di bawah ini:
http://serbasejarah.wordpress.com/2010/11/29/hatur-tararengkyu/

Shohibul Anshor Siregar

Advertisements

1 Comment

  1. Kopral Cepot says:

    Hatur tangkyu 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: