'nBASIS

Home » ARTIKEL » Analisis: PERAMPOKAN BANK

Analisis: PERAMPOKAN BANK

AKSES

  • 512,316 KALI

ARSIP


Feri dari Harian Tribun Medan Jum’at malam (22/08/14) mengubungi saya: “Bang, bisa minta news analisys tentang terjadinya kembali kasus perampokan di Medan. Sore tadi Bank Muamalat di Karakatau menjadi sasaran. Informasi sementara pelaku dua org menggunakan sepedamotor dan pakai senjata api. mereka berhasil menggasak uang dari berangkas bank sekitar Rp 273 juta”

Hal yang pertama terpikir bagi saya adalah para penjahat itu tahu bahwa mereka dapat melakukan kejahatannya dengan perkiraan tingkat kesuksesan yang besar. Artinya mereka sangat faham bahwa tingkat keamanan di kota ini tidak terjaga dengan baik.

Kedua, saya membayangkan mereka sudah melakukan survei terlebih dahulu untuk menentukan salah satu di antara calon-calon sasaran. Pilihan terakhir tentulah sasaran yang paling diyakininbisa sukses dilihat dari duanhal, yakni kendala dalam melakukan kejahatan itu dan perkiraan hasil. Jika tak aman tentu tidak dilakukan. Jika pun aman tentu tidak boleh tidak ada hasil.

Ketiga, karena informasi yang masih terbatas kita belumlah dapat menduga apakah mereka orang yang sudah mahir dan lazim berpindah dari satu ke lain kota, tetapi saya cukup curiga bahwa pelaku adalah penjahat yang mengkhususkan diri dalam perampokan bank. Tidak salah untuk membuat dugaan bahwa kedua pelaku itu adalah eksekutor dari sebuah komplotan.

Keempat, saya berharap tidak buru-buru dibuat kesimpulan tanpa informasi yang cukup. Artinya ada perampokan bank, tak diketahui mereka siapa dan jangan buru-buru diklaim bahwa mereka adalah teroris atau aktivis gerakan radikal semacam ISIS misalnya. Keterburu-buruan seperti ini sudah sangat lazim dan akhirnya anatomi kasus tidak pernah dikenali. Ini sekaligus mengindikasikan lemahnya kemampuan aparat.

Kelima, siapa yang akses ke pemilikan dan penguasaan senjata sangat perlu diajak berbicara untuk dua tujuan, yakni mengembangkan hipotesis-hipotesis awal dan sekaligus mengajak semakin intensif mempertinggi kewaspadaan bersama di antara otoritas penentu distribusi dan perizinan kepemilikan senjata api. Pihak-pihak itu dapat sangat membantu dengan memeriksa internal mereka siapa tahu senjata api yang di bawah pengawasan mereka hilang dari gudang.

Beberapa tahun lalu kasus serupa terjadi di Medan dengan sasaran bank CIMB. Itu menunjukkan bahwa kota Medan dianggap menjadi salah satu kota tempat yang tak begitu sulit untuk melakukan perampokan bank.

 

Shohibul Anahor Siregar


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: