'nBASIS

Home » ARTIKEL » KEKUASAAN, BBM, PENCITRAAN DAN RAKYAT

KEKUASAAN, BBM, PENCITRAAN DAN RAKYAT

AKSES

  • 512,606 KALI

ARSIP


Seorang jurnalis lokal bertanya kepada saya:

Bg.. Minta tanggapan abg terkait situasi politik perang parlemen tentang tarik ulur kenaikan harga BBM, apakah recana jokowi menaikan harga ada maksud tertentu ataupun pesanan seponsor yg mendukung jokowi menang dlm pilpres, politik jokowi utk menyudutkan sby diakhir pemerintahannya, atau semacam jebakan untk menghempang sby yg infonya mau menjadi sekjen PBB,


Ayo kita diskusikan. Di antara banyak dugaan seputar tarik-ulur kenaikan harga BBM saya kira yang lebih pasti ialah masalah pentingya pencitraan. Sayangnya pencitraan (yang tak pantas) justru muncul sebagai keinginan dalam konteks nasib dan beban penderitaan rakyat.

Siapa pun tahu bahwa “cari uang” melalui kenaikan harga BBM adalah hal yang paling mudah, tak kreatif dan sudah ditempuh oleh semua pemerintahan sejak era pak Harto. Kalau tak salah Presiden Mega yang memerintah begitu singkat malah menaikkan sebanyak dua kali. Tetapi meskipun paling mudah, sebagai kebijakan, ia punya resiko politik.

Perkiraan resiko politik itulah yang menjadi pangkal masalah. Jokowi-JK kelihatannya ingin agar yang menanggung resiko itu SBY-Budiono. Dalam hitungan Jokowi-JK, menaikkan harga BBM itu suatu keniscayaan saat ini. Tetapi tidak untuk SBY-Budiono. Sebetulnya Jokowi-JK bisa memerintahkan orang-orangnya di DPR agar tak usah ribut. Jokowi-JK bisa berkata: Gak Mikir. Yo wues. Nanti satu jam setelah pelantikan saya akan umumkan kenaikan harga BBM itu.

Tetapi orang-orang yang berpengalaman menikmati pencitraan memang selalu tak pernah hidup realistis dan akan selalu “bertanam tebu” di bibir.

BBM adalah komoditi politik yang sangat rawan sepanjang sejarah di Indonesia. Jika ada dugaan permainan para mafia, apalagi pesan sponsor, saya kira sah-sah saja dan sangat tak mustahil. Inilah negeri dengan kekayaan alam termasuk energi yang luar biasa tetapi terus-menerus mengalami krisis dalam bidang itu. Hanya karena ketidak-jujuran pengelolaan semua itu bisa terjadi.

Keinginan orang Indonesia memastikan putra terbaiknya menjadi Sekjen PBB bukan kali ini saja. Tetapi lembaga dunia itu adalah sesuatu yang tak begitu penting mengingat ia sendiri adalah pengejawantahan kepentingan segelintir Negara maju yang selama ini tetap berusaha mengawetkan hegemoninya. Jika mereka mau karena mengganggap SBY dapat “ditunggangi” untuk kepentingan mereka melalui penempatannya sebagai Sekjen PBB menggantikan Ban Kii Moon, itu bisa dengan mudah.

Tapi saya kira dalam soal pergiliran, orang Asia dapat dianggap harus merelakan “jatah” itu dinikmati oleh orang dari benua lain.

Shohibul Anshor Siregar


1 Comment

  1. Bang Uddin says:

    Anda bisa cek juga hitungan xls di sini:
    HARGA MINYAK AS
    Harga : 11,105 /ltr
    1 Pajak : 1,333 /ltr
    2 Distribusi+Pemasaran : 1,222 /ltr
    3 Kilang : 1,222 /ltr
    4 Minyak Mentah : 7,329 /ltr
    100 USD/Brl

    5 Total 1+2+3 : 3,776

    6 Minyak Mentah : 10 USD/Brl
    : 733 /ltr

    7 Harga Lokal 1+2+3+6 : 4,509

    1 USD = Rp 11.690

    Sumber:
    U.S. Energy Information Administration (EIA)
    http://www.eia.gov/petroleum/gasdiesel

    BP Migas : Biaya Produksi Minyak Harus Dilihat Proporsional
    30 Januari 2007 00:00:00 / ekobayong / dibaca: 902 kali / Kat: Audit

    Kepala BP Migas Kardaya Warnika mengatakan, kenaikan cost recovery di Indonesia tidak lebih dari satu persen. Pada 2004 biaya produksi minyak di Indonesia ata-rata US$ 9,28 per barel. “Biaya itu turun satu persen menjadi US$ 9,17,” ujarnya, Selasa (30/1).

    Mengutip data dari US Department of Energy, Kardaya menyebutkan, cost recovery di Amerika rata-rata US$ 14-15 per barel. “Sedangkan di Kanada mencapai US$ 30 per barel,” katanya. Menurut dia, besarnya biaya produksi minyak masing-masing negara berbeda.

    Sebelumnya Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) menyatakan, cost recovery di Indonesia masih tinggi dibandingkan negara lain. Menurut BPKP biaya produksi minyak di Indonesia rata-rata US$ 9 per barel. Sedangkan di negara lain seperti Malaysia rata-rata US$ 4. (ALI NUR YASIN)
    Sumber : Tempointeraktif (30/01/2007)

    http://www.bpkp.go.id/berita/read/2009/4035/BP-Migas-Biaya-Produksi-Minyak-Harus-Dilihat-Proporsional.bpkp

    KOMENTAR
    Gaji petugas pom bensin di AS itu minimal Rp 15 juta/bulan. Kalau gaji petugas pom bensin di Indonesia Rp 15 juta/bulan, bolehlah Jokowi menaikkan harga bensin jadi rp 9500/liter.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: