'nBASIS

Home » ARTIKEL » Seorang Nenek di Parlemen: POPONG OTJE DJUNDUNAN

Seorang Nenek di Parlemen: POPONG OTJE DJUNDUNAN

AKSES

  • 512,201 KALI

ARSIP


Ia lulusan UPI Bandung. Pernah berkecimpung di dunia pendidikan sebagai guru Bahasa Inggris. Popong, walaupun sudah tidak muda lagi, dikenal vokal dan bersuara lantang dalam menyampaikan pemikiran-pemikirannya.Politisi asal Bandung ini lahir tanggal 30 Desember 1938.


Ketika reporter TVOne bertanya tentang palu sidang yang hilang, ia menjawab: Apa? Tidak ada hilang (dikonfirmasi kepada rekannya legislator termuda itu, memang betul sempat hilang) di tengah ricuh yang terjadi. Tetapi ia menjawab, gak tahu saya itu. Pokoknya ketika saya perlukan, palu itu sudah ada, katanya. Wajahnya tak terlihat berbohong, hanya seperti lugu saja.

Saat ditanya tentang flash disk yang diserahkan oleh seseorang kepadanya, ia pun bertanya: apa itu? Apa ya flash disk? (saya tak tahu apakah ia merlagak lugu agar masalah ini tak jadi konsumsi publik).

Pada saat lain ia ditanmya tentang seseorang yang mengganggunya dalam memimpin sidang pemilihan pimpinan DPR-RI. Orang melihat gangguan itu tak wajar dilakukan. Kurang lebih ia menjawab sangat diplomatis, demikian:


Anak itu bermaksud baik. Saya tak perlu marah. Ia pun tahu bahwa ia tak boleh mendatangi meja saya kecuali ada keperluan yang disepakati. Tetapi ia bermaksud baik sebetulnya. Saya ini kan seperti ibunya dengan usia yang baru 76 tahun.


Ia lulusan UPI Bandung. Pernah berkecimpung di dunia pendidikan sebagai guru Bahasa Inggris. Popong, walaupun sudah tidak muda lagi, dikenal vokal dan bersuara lantang dalam menyampaikan pemikiran-pemikirannya.Politisi asal Bandung ini lahir tanggal 30 Desember 1938.

Ketika ditanya soal usia, dia bilang tak ada halangan itu dalam politik. TNI/POLRI, PNS dan instansi swasta lain memang ada batasan usia. Tetapi, kata dia, ada juga orang muda yang sakit dan akhirnya tak produktif.

Catatan Sidang. Meski tidak dari awal, tetapi saya mengikuti persidangan itu hingga selesai. Setiap ada yang begitu menarik, saya pun mengabadikan (membuat foto atau video) lewat siaran yang tayang pada layar kaca. Semua saya upload pada akun facebook saya dengan catatan-catatan seperluna:

Status 1:
What next?
Hingga lewat tengah malam para anggota dewan dari 3 partai (PDIP, PKB dan HANURA) masih belum bersedia menyampaikan Pimpinan Fraksi mereka. Bagaimana pimpinan DPR-RI bisa dibentuk? Ayolah hanya menunggu saja

Status2:

Pimpinan DPR-RI. Judicial review UU MD3 yang tak dikabulkan oleh MK tentu semakin memperkecil peluang kader PDIP merebut jabatan Ketua DPR-RI. UU MD3 itu tak memperdulikan mayotitas kursi partai sebagai prasyarat dlm pengajuan calon pimpinan. Lalu bgm lead yg akan dimainkan olh PDIP utk bersama blok-nya memenangi perebutan ini? Panjang implikasinya, tentu saja.

Status 3:

Dari depan layar. Sesuai UU pimpinan sementara adalah anggota tertua dan termuda. Jadi mereka boleh jadi tak berbakat mengendalikan persidangan. Itu sdh terbukti. Peran kesekjenan yg terus berusaha memandu dRi belakang meja pimpinan tentu sangat strategis jika dapat didikte. Mungkin itulah yang terjadi.

Status 3:

“Take him. Take him. This is a kind of kubangan, just like the same place in my village.

Status 4:

This is a kind of partisanshipness.

Status 5:

Ricuh. Tak begitu jelas bagi pemirsa, tapi kebuntuan sidang makin ricuh. What next?

Status 6:

Do they feel hero?

Status 7:

Decide it tonight or later. Ha ha, kecemasan yang sudah terbaca.

Status 8:

Atau sebaiknya penentuan pimpinan Dewan ini dipilih langsung saja?
Ha ha ha.

Status 9:

Good start for the new real circus, right?

Status 10:

First day of parlement’s parle and parle and parle
Ha ha

Status 11:

Perlu tentara sebatalyon?

Status 12:

Midnight show: failed.

Status 13:

Once upon a time in Indonesia

Status 14:

Hey hey hey. Can you be “yang terhormat”, please?

Status 15:

Do you know him? (ini status saat menyaksikan seorang anggota Dewan datang ke meja pimpinan dan memijat ketua)

Status 16:

Anti klimaks: kami keluar. Maka walk outlah PDIP

Status 17:

After “the enemy” walk out.

Status 18:

Empty chairs reflect empty souls (?) (saya videokan kursi-kursi kosong karena walk out)

Status 19:

Kami pergi, kata Nasdem (Ini beberapa menit setelah NasDem menyatakan walout menyusul PKB, Hanura dan PDIP).

Status 20:

Marah sebelum walk out (catatan untuk anggota DPR-RI dari NasDem yang berbicara agak panjang sebelum menyatakan walkout).

Status 21:

The winner (KMP) takes all.

No hope, maka walk outlah Fraksi PDIP, PKB, Nasdem dan Hanura. Setya Novanto (Golkar) terpilih menjadi Ketua DPR-RI dengan para wakil dari Gerindra, PD, PAN dan PKS. Nah PD “memilih” lagi di sini. Apakah Komisi juga akan diboyong habis? Bagaimana dengan MPR dan DPD? Ofcource: the winner can takes it all, again and again and again. Saya rasa KMP juga sangat ingin mendistribusinya di kalangan mereka saja. Betulkah gerangan? Kita tunggulah ya

Status 22:

Tularan UU MD3. Solidaritas itu mungkin saja akan dikunci hingga ke bawah.  Saya tunggu sajalah kabar ttg ini. Atau Anda tahu?

Status 23:

Langkah walk out boru ni namborunta i. Nga sai be. Mulak ma hita.

Status 24:

Baru Ketemu. Setelah berbulan-bulan tak memperoleh suguhan siaran bermutu, akhirnya saya merasa ketemu sini hari ini.

Status 25:

Walk out (saya lengkapi dengan video lagu We Are The Champion oleh Queen).

Status 26:

Namboru berseru: Merdeka !

Status 27:

Bagaimana cara mengadu kepada rakyat ya?

Status 28:

Ya. Saya kira memang Puan perlu menanyakan langsung kepada SBY. Ha ha (dilengkapi dengan tautan berita Puan Curiga SBY SUdah Siapkan Sekenario dari Jauh-Jauh Hari).

Status 29:
UCAPAN SELAMAT
Perlu gak ucapan selamat dari Jokowi-JK kepada Pimpinan DPR-RI? Perlu agaknya ya? Atau bagaimana?

Status 30:

Oh, ini harus diajukan kepada rakyat.  ha ha (dilengkapi tautan berita berjudul SBY tidak merespon telefon kami).


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: