'nBASIS

Home » ARTIKEL » KUTERIMA WALAU SAKIT HATI

KUTERIMA WALAU SAKIT HATI

AKSES

  • 512,968 KALI

ARSIP


https://www.facebook.com/video.php?v=10202711609373328&set=vb.1291886302&type=2&theater

Pagi ini saya tulis sepenggal status pada akun facebook saya berjudul “Politisi Berbicara”. Simbolon yang pernah menjadi Cagub Sumut itu meminta Tantowi Yahya mengucapkan “Selamat” kepada Jokowi.

Bagi Simboloh dalihnya sederhana saja dalam mengajukan tuntutan itu:

(1) Pilpres kan sudah lewat, tak ada lagi koalisi Jokowi-JK dan Prabowo-Hatta; (2) DPR itu kan satu, tak ada kami dan tak ada mereka di sana; yang ada hanya kita;

Ini adalah dialog pagi pada sebuah stasiun tv swasta nasional. Saya hubungkan dengan lagu seorang anak muda yang dilantunkannya pada sebuah pesta Kamis kemaren, siang.

Tantowi mengawali pemaparannya dengan buruknya pengelolaan negara, termasuk eksploitasi natural resources. Kita ingin menjadi tuan di negeri sendiri, itu alasan Tontowi.

Satu komentar yang masuk berbunyi “Apa simbolon tuh juga ngucapin selamat ama Ganteng pada pilgubsu kemaren?” Komentar lain berbunyi “nampaknya KIH. gamang menghadapi perbedaan“. Tetapi seseorang berucap lebih menyeramkan:

betul kata simbolon……tapi gimana ya???…namanya politik..lawak2 aja mereka tu……..kayaknya …udah mereka stelnya itu…ente nghomong aja…ntar tanggapin…kan mereka berdua dari unsur partai 2 besarpemenang….soalnya parati gurem dan partai agama sudah dikooptasi…wakil pres udah dpt…DPR dah dapat..hebat mereka yg 2 partai tu…hhehehehehe.

Betulkah demikian? Belum tentu. Tetapi Gubernur Sulawesi Barat dengan berani mengemukakan prediksi sebagaimana diberitakan oleh detikNews, demikian:

Gubernur Sulawesi Barat Anwar Adnan Saleh memprediksi setelah pelantikan presiden Joko Widodo (Jokowi) dan wakil presiden Jusuf Kalla (JK) pada 20 Oktober mendatang, Partai Golkar akan pindah haluan. Mantan Ketua DPD Golkar Sulbar ini menilai partai berlambang pohon beringin itu selalu ‘licin’ di ujung jalan. “Kalau Golkar di luar pemerintahan seperti ini, prediksi saya tahun 2019 Golkar akan habis. Tapi saya kira Golkar tidak seperti itu. Paling cepat berubah di tikungan. Tidak ada sejarahnya Golkar oposisi,” ujar Adnan di rumah dinasnya, Jl Poros Mangas, Mamuju, Sulawesi Barat, Selasa (23/9/2014). Mungkinkah partai yang didominasi warna kuning itu menyeberang mendukung Jokowi-JK? “Feeling saya seperti itu. Tidak ada koalisi permanen tergantung kepentingan. Apalagi ini sudah retak di awal,” imbuhnya. Meski PPP dan PAN menyatakan tetap setia berada di barisan Koalisi Merah Putih (KMP) pasca kehadirannya di Rakernas PDIP, 20 September lalu ini tak cukup kuat menjamin tetap solid. Dia menilai ini merupakan tanda-tanda awal keretakan. “Koalisinya sudah tidak utuh. 2 partai yang kemarin hadir di Rakernas PDIP kan bisa pindah. Apapun bisa berubah,” pungkas Adnan.

Sebagaimana kita ketahui Koalisi Merah Putih (KMP) sudah mulai mengalami keretakan dengan hengkangnya PPP yang karena merasa diri sudah terlalu capek mengemis hingga akhirnya memihaki Koalisi Indonesia Hebat setidaknya saat pemilihan ketua MPR-RI. Apakah tepat sejak sekarang dinukilkan sebuah kalimat “alasan apa yang akan diajukan oleh Golkar agar langkah meninggalkan Prabowo cukup masuk akal di mata publik”?

Jika saya baca syair lagi Sandiwara Cinta dari Repvblik Band, ada kemiripan antara yang kita hadapi dalam demokrasi di Indonesia dengan kisah cinta yang disandiwarakan dalam lagu ini. Lihatlah, betapa miripnya.

Aku tahu ini semua tak adil Aku tahu ini sudah terjadi Mau bilang apa aku pun tak sanggup Air mata pun tak lagi mau menetes Alasannya seringkali ku dengar Alasannya seringkali kau ucap Kau dengannya seakan ku tak tahu Sandiwara apa yang telah kau lakukan kepadaku Jujurlah sayang aku tak mengapa Biar semua jelas telah berbeda Jika nanti aku yang harus pergi Ku terima walau sakit hati Mungkin ini jalan yang engkau mau Mungkin ini jalan yang kau inginkan Kau dengannya seakan ku tak tahu Sandiwara apa, ceritanya apa, aku tahu Jujurlah sayang aku tak mengapa Biar semua jelas telah berbeda Jika nanti aku yang harus pergi Ku terima walau sakit hati Jujurlah sayang aku tak mengapa Biar semua jelas telah berbeda Jika nanti aku yang harus pergi Ku terima walau sakit hati Ku terima walau sakit hati


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: