'nBASIS

Home » ARTIKEL » FADLY NURZAL SEKJEN PPP?

FADLY NURZAL SEKJEN PPP?

AKSES

  • 568,980 KALI

ARSIP


Beberapa hari lalu seorang jurnalis yang bekerja pada harian lokal bertanya kepada saya tentang hasil Muktamar PPP. Berikut ini adalah jawaban yang saya berikan kepada jurnalis itu.

Meski pun saya tak dapat mengukur reaksi balasan kelak dari kubu SDA, tetapi saya sambut gembira pertanyaan jurnalis itu. Fadly Nurzal anak muda visioner. Ia sudah membuktikan partainya tanpa konflik selama di bawah kepemimpinannya di Sumut. Hubungannya sangat baik ke bawah dan ke atas, ke dalam dan keluar. Tepatlah Muktamar PPP menetapkannya menjadi Sekjen partai Ka’bah itu.

Karena itu saya yakin, bahwa kapasitasnya sangat memadai untuk kondisi PPP yang begitu rumit sekarang. Ia pun akan sangat mendengar semua aspirasi dari konstituen tentang sikap terbaik “berlayar” di antara “dua karang” KMP atau KIH, atau merapat kepada salah satu di antara keduanya.

Bukan karena ia bermarga Pohan, dan bukan karena ia berasal dari Asahan, tetapi saya yakin bahwa di Sumut banyak tokoh elit dan rakyat biasa yang berharap ada figur daerah di Jakarta yang akan memperjuangkan secara bersama kepentingan kita di sini.

Beberapa tanggapan telah saya terima ketika jawaban kepada jurnalis itu saya jadikan status pada akun facebook saya. Selengkapnya saya cantumkan di bawah ini:

  • Nisha’ Ruslan: Bangga
  • Ucok Kocu: untuk Sekjen belum bisa… tapi menjadi Ketua Umum, paling tidak Wakil Ketua Umum, karena sudah teruji sewaktu di Senayan..
  • Azwa Ndy: Amin….selamat dan sukses telah mnjadi sekjen PPP pusat.kami sbg kader dan simpatisan sangat bangga kepada “FN”
  • Arifin Saleh Siregar: Tp bang, aku dengar2 ppp sumut di bawah kepemimpinannya justru kurang greget. Periode lalu di dprd sumut msh dpt 7 kursi, skrg cuma 4 kursi. Fraksi pun jd hilang. Betulnya itu bang?
  • Abdoel Wahab Absam Perjuangnya belum berakhir…. Teruskan pejuangan nilai islam tu sesuai dengan logonya…….
  • Ikhyar Velayati: apa udah di putuskan ?
  • Fikar Sang Penyejuk Hati: semoga
  • Arbanur Rasyid: semoga akan lebih baik, jabatan yg sangat pas baut bg fadli, orangnya bisa menerima semua lapisan, sepak terjang politik lumayan, semoga dapat berkah bagi bangsa RI,
  • Yamin Daulay: Org yg tepat..tp bkn di saat yg tepat..
  • Muhammad Ihsan: Pak fadli, ppp rumah besar umat islam, jgn sampai digadaikan ke kelompok yg membenci umat islam. Kalau sampai dibawa ke kih, nanti anda bukan dianggap mengkhianati rakyat yg anda wakili
  • Saifuddin Surur: http://m.inilah.com/…/mbah-maimoen-tetap-tak-akui…Mbah Maimoen Tetap tak Akui… (m.inilah.com)
  • Muhammad Ihsan:  Jangan khianati amanah rakyat. bawalah ppp bergabung dg kelompok yg tdk membenci ke islam bukan ke KIH hanya utk mengejar kursi menteri.
  • Abd Halim Ibrahim: Yang penting berbuat sejalan dgn maksud Firman Allah SWT surat Al Isra’ ayat 84. Agar bpk tidak termakan sumpah waktu dilantik sbg WAKIL RAKYAT,SEKALI sbg WAKIL RAKYAT.
  • Rasmina Sotar Duga: Amin…selamat and sukses telah menjdi sekjen ppp pusat kmi sgt bangga dgn terpilih nya “”FN””maju terus hidup ppp…
  • HendRa:Aamiin… y Robb….
  • Abdi Tulus Tarigan II: congratulations …………. rakyat tanbe menunggu karya mu ..
  • Jonson Haloho: Amin. Mohon DOA kita smua.
  • Muhsin H Sinaga: slamat bg fadly.. usul saya klo bisa ketuanya diganti biar bisa sehat kembali partainya….he..he
  • Efendy Naibaho: selamat bah
  • Sasmita Siregar: Amin…
    Saharuddin Medan Utara: Bg Fadly Nurzal akan jadi perekat bagi PPP
  • Rudy Sagala: Bg Fadly Nurzal Yakin Usaha Sampai…
  • Hendra Ibrahim: mantappp bah, semoga semakin jaya
    Didit Suriadi: jaya lah PPP amiin
  • Erwin Sormin: salah naik bemo kalo begitu bang…..
  • Mansyur Daud Lubis : Sekjen DPP,,,,,,,,,,,,,,,????????
  • Indra Syahril: smga terujud……………………………..abgda
  • Herizal Syah: INSYA ALLAH , Pak Fadly Nurzal bisa membawa PPP ke arah yg lebih baik dan tambah jaya
  • Zulkifli Aja: Semoga amanah ini menjadikan abah lebih dekat dengan berkah dan amanah Allah. Selamat yo bah
  • Wiedodo: partai Islam dah dikebiri/ditokohin /dijept spy umat gak suka…mereka berhasil……demikian juga partai baru …….makin berat tugas wak….kini 2 partai besar yg pegang kuasa….yg paling normal adalah yg pegang kuasa kl mau didekati…kl kMP cuma jd tukang dorong…
  • Sairul Amri P Saragih: Maju teruuuuuuuussss Bangda… !!!! YUS…
  • Afandi Eka Putra: Junior yg berbakti atau junior sengkuni….???
  • Syamsuddin Umar: Tapi efek nya di tanjung balai (tanah kelahiran) sama sekali tidak ada
  • Ghafar Iriansyah: Alhamdulillah
  • Jamil Jamil: Pak sekjen bawalah PPP menjadi partai yg ttp istiqomah
  • Ucu Kohar: Selamat pak ketuo semoga sukses selalu
  • Ogut Hasty: Selamat buat abah tapi kita kita yg di sini jgn dilupain ya…..

Saya pun merasa perlu memberi tanggapan kepada sejumlah pemberi komentar, begini:

  • Untuk Arifin Saleh Siregar: Sumberdaya menjadi persoalan besar. Pemilu 2014 adalah pemilu paling bobrok sepanjang sejarah. Bukan hanya hrs kita lihat dari tebaran uang, tetapi bagaimana pagar menjadi penyantap tanaman.Partai lemah sumberdaya (uang) sekelas PPP, PAN, PKS, memang hrs tereliminasi. Saya tambahkan tautan berikut kepadanya: https://nbasis.wordpress.com/…/06/rekomendasi-pemilu-2014/
  • Untuk Suriani Puteri Syamsuddin: saya kira mmg lazim terjadi kesan serupa. tentu ada level dalam ketokohan. Kepada pemberi komentar ini saya sertakan sebuah tautan: https://www.youtube.com/watch?v=PjapkY9ODPQ
  • Atas komentar Afandi Eka Putra, saya memberi tanggapan demikian: saya kira tergantung cara memandangnya ya. Lagi pula peduli amat soal penilaian Soeharto ttg siapa yang menjadi Sengkuni di zaman reformasi?
  • Saya beri tanggapan kedapa Yamin Daulay: saya tdk begitu faham apakah memang begitu. tapi menurut saya, PPP memang sedang rusak-rusaknya sekarang.
  • Kepada Erwin Sormin: kita lihatlah ke depan. tetapi bagi saya, diperlukan suatu kerja besar untuk PPP mencakup beberapa hal: (1) pembenahan ideologi (2) kaderisasi (3) model rekrutmen (4) budget (5) model dan metode agregasi kepentingan umat. Kalau PPP hanya partai biasa (misalnya) cuma sekadar pengorbitan orang tertentu pada pentas kekuasaan, apalagi tak pernah mau berkaca, maka alamatnya : kiyamah. Saya pun bermaksud memberi keterangan kepada semua pemberi like dan komentar dengan memberi tautan berikut; https://nbasis.wordpress.com/…/02/06/satu-ppp-satu-satunya/. Juga tautan https://nbasis.wordpress.com/…/ppp-di-antara-partai…/. Kepada semua pemberi like dan pemberi komentar juga saya beri informasi tentang seorang tokoh PPP Lukman Harun yang terkenal dengan interpelasinya pada zaman Orde Baru.
  • Ucok Kocu menganggap Fadly Nurzal tak mampu. Saya berpendapat lain, maka saya beri tanggapan: saya berpendapat berbeda. Ia layak dipercaya untuk jabatan itu.
  • Saifuddin Surur menganggap kiyai panutan PPP akan menolak. Saya beri tanggapan demikian: tdak apa-apa pak. Nanti juga bisa rujuk. Perpecahan pastilah muncul, dan memang sudah muncul sejak awal perpilpresan. Jadi, tanggapan-tanggapan serupa sdh terbukti tak begitu mudah untuk difahami.
  • Kepada Muhammad Ihsan saya beri tanggapan: Kelihatannya lebih diinginkan PPP itu “in between” (manzilun bayna manzilatayn) ketimbang ke KIH atau mending ke KMP? PPP partai kecil yang seperti yang lain yang juga tak pernah jelas budgetnya dari mana (tanyalah iyuran anggota). Itu sebabnya powersharing selalu bermakna kerjasama korupsional dalam pemerintahan. More power its mean more corrupt, meski di partai ini sangat difahami “la’anallah arrasyi walmurtasyi”. Selama tak diatur melalui UU, maka tetaplah soal dana partai ini membuat partai sebagai koruptor terbesar di sebuah negara. Ada negara yang mempergarakan partai dibiayai oleh seseorang dengan usaha bussinessnya. PPP punya bisnis apa? Partai-partai lain punya bisnis apa? Selain tak diperkenankan UU, memang lbh enak mengkorup APBN dan APBD.Kira-kira begitu yang saya fahami. Mohon pencerahan.
  • Saya merasa perlu mengingatkan: Bagi semua yang merasa bersyukur dan bangga, jangan biarkan itu semua mematikan kreativitas. Dengan dipuji dan diangkat setinggi langit, seseorang termasuk Fadly Nurzal bisa mati kutu.
  • Kepada Wiedodo: Saya setuju. Tetapi jika PPP dibandingkan PKS? Kalau begitu ada kemalasan berijtihad dalam PPP. Mungkin mayoritas orang di sini lebih senang mengumbar doktrin: “Yakin Usaha Sampai”.
  • Kepada Ogut Hary: saya usul agar lebih hirau maslahat umat.
  • Akhirnya kepada Arifin Saleh Siregar saya beri lagi tautan tentang pandangan saya sekitar kebobrokan pemilu 2014:https://nbasis.wordpress.com/…/pemilu-yang-bukan…/

Shohibul Anshor Siregar

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: