'nBASIS

Home » ARTIKEL » MELACAK JEJAK SEJARAH PENAMAAN KABINET JOKOWI-JK

MELACAK JEJAK SEJARAH PENAMAAN KABINET JOKOWI-JK

AKSES

  • 512,316 KALI

ARSIP


NEOSOEKARNOISME

Tak banyak orang yang menyadari bahwa pemerintahan Jokowi-JK secara formal sukar menepis kesan kuat dengan kekentalan pengaruh dari Megawati Soekarnoputri. Mungkin dapat disebut bahwa ini adalah momentum munculnya Neo Soekarnoisme. Apa Soekarnoisme itu? Mungkin dapat diperiksa pada keinginan besar untuk membangkitkan kembali ajaran Soekarno, sebagaimana tercantum dalam visi dan misi Jokowi-JK. Di sana ada beberapa kata kunci: revolusi mental, Trisakti, Pancasila 1 Juni dan Gotongroyong.

Sebelumnya, ada pendapat bahwa kabinet yang akan dibentuk Jokowi-JK akan diberinama Kabinet Trisakti. Ini tentu mengingatkan kepada Soekarno dengan ajaran Trisaktinya (Kedaulatan Politik, Kedaulatan Ekonomi dan Kedaulatan Sosial Budaya). Usul nama kabinet Trisakti itu konon datang dari Megawati Soekarnoputri yang pernah menamai kabinetnya dengan kabinet Gotong Royong (9 Agustus 2001 – 21 Oktober 2004), yang menggantikan pasangannya (pada paroh waktu masa jabatan bersama Gus Dur yang menamai kabinetnya dengan Persatuan Nasional (26 Oktober 1999 – 9 Agustus 2001).

Pada era demokrasi terpimpin, Indonesia mengenal Kabinet Kerja I, II, III dan IV. Pada era ini Dwikora I, Dwikora II dan Dwikora III. Disambung lagi dengan Kabinet Ampera I dan Ampera II.

• Kabinet Kerja I (10 Juli 1959 – 18 Februari 1960)
• Kabinet Kerja II (18 Februari 1960 – 6 Maret 1962)
• Kabinet Kerja III (6 Maret 1962 -13 November 1963).
• Kabinet Kerja IV (13 November 1963 – 27 Agustus 1964)

Sepanjang masa demokrasi terpimpin yang hanya 8 (delapan) tahun ini ada 9 (sembilan) kabinet. Setelah Kabinet Kerja I, II, III dan IV, masa demokrasi terpimpin dilanjutkan dengan kabinet Dwikora I (27 Agustus 1964-22 Februari 1966), Dwikora II (24 Februari 1966 sampai 28 Maret 1966), Dwikora III (27 Maret 1966 sampai 25 Juli 1966), Ampera I (25 Juli 1966 – 17 Oktober 1967) dan Ampera II (17 Oktober 1967 – 6 Juni 1968). Sebetulnya kabinet Ampera I dan Ampera II lebih merupakan transisi kepemimpinan dari Soekarno kepada Seoharto.

Jika disederhanakan, pemerintahan Indonesia hingga hari ini dapat dibagi kepada beberapa era, yakni era perjuangan kemerdekaan, era demokrasi parlementer, era demokrasi terpimpin, era orde baru dan era reformasi.

Era reformasi sudah selesai. Maka era kini akan dinamai apa? Baiknya dicari dulu dengan mengindentifikasi karakter kabinet Kerja ala Jokowi. Boleh jadi tepat disebut era revolusi mental (jika percaya atas ungkapan pamungkas Jokowi bersama partai pengusung utamanya). Atau barangkali lebih tepat era neosoekarnoisme.

Begitu pun, selamat kepada para menteri yang baru diumumkan oleh Jokowi Minggu dan yang akan dilantik pagi ini (26/10/2014).

1. Sekretaris Negara, Pratikno
2. Kepala Bappenas, Andrinof Chaniago
3. Menteri Kemaritiman, Indroyono Soesilo
4. Menteri Perhubungan, Ignatius Jonan
5. Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti
6. Menteri Pariwisata, M Yahya
7. Menteri ESDM, Sudirman Said

8. Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan, Tedjo Edy Purdjianto
9. Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo
10. Menteri Luar Negeri, Retno Lestari Priansari Marsudi
11. Menteri Pertahanan, Ryamizard Ryacudu
12. Menteri Hukum dan HAM, Yasonna H Laoly
13. Menteri Komunikasi dan Informatikan, Rudiantara
14. Menteri PAN dan Reformasi Birokrasi, Yuddy Crisnandi

15. Menteri Koordinator Perekonomian, Sofyan Djalil
16. Menteri Keuangan, Bambang Sumantri Brodjonegoro
17. Menteri BUMN, Rini M Soemarno
18. Menteri Koperasi dan UMKM, AA Ngurah Puspayoga
19. Menteri Perindustrian, Saleh Husin
20. Menteri Perdagangan, Rahmat Gobel
21. Menteri Pertanian, Amran Sulaiman
22. Menteri Ketenagakerjaan, Hanif Dakhiri
23. Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rayat, Basuki Hadimuljono
24. Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaja
25. Menteri Agraria dan Tata Ruang, Ferry Musyidan Baldan

26. Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Puan Maharani
27. Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin
28. Menteri Kesehatan, Nila F Moeloek
29. Menteri Sosial, Khofifah Indra Parawansa
30. Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Yohana Susana Yembise
31. Menteri Kebudayaan dan Pendidikan Dasar Menengah, Anies Baswedan
32. Menteri Ristek dan Dikti, M Nasir
33. Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nachrawi
34. Menteri PDT dan Transmigrasi, Marwan Jafar

Source: dari berbagai sumber

Shohibul Anshor Siregar


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: