'nBASIS

Home » ARTIKEL » DUA PULUH DELAPAN ORANG

DUA PULUH DELAPAN ORANG

AKSES

  • 568,980 KALI

ARSIP


orang batak dalam kabinet3Sejak kabinet ke #8 dalam sejarah pemerintahan Indonesia (Kabinet Pemerintahan Darurat Republik Indonesia), yakni sejak tanggal 19 Desember 1948, hingga berakhirnya Kabinet Indonesia Bersatu II (20 Oktober 2014) terdapat 28 orang Batak yang pernah menjadi menteri dalam Kabinet Indonesia.

Mereka ialah Ir Mananti Sitompoel (Menteri Pekerjaan Umum), FL Tobing, Burhanuddin Harahap, Abdul Haris Nasution, Arifin Harahap, Adam Malik, TD Pardede, Djamin Ginting, SH Simatupang, AM Tambunan, Maraden Panggabean, Cosmas Batubara, Ir Hasjrul Harahap, JH Hutasoit, Arifin M Siregar, Ir Akbar Tandjung, TB Silalahi, Feisal Tandjung, Panangian Siregar, Muslimin Nasution, Marsillam Simanjuntak, Mahadi Sinambela, Bomer Pasaribu, Bungaran Saragih, Luhut Binsar Panjaitan, MS Kaban, Tifatul Sembiring, Sudi Silalahi. Jabatan-jabatan mereka dalam kabinet bergengsi, mulai dari Burhanuddin Harahap yang pernah menjadi Perdana Menteri merangkap Menteri Pertahanan (12 Agustus 1955-24 Maret 1956).

Ir Mananti Sitompoel (Menteri Pekerjaan Umum merangkap Kesehatan dalam Kabinet Pemerintahan Darurat Republik Indonesia, 19 Desember 1948–13 Juli 1949) yang dilanjutkan dengan jabatan Menteri Pekerjaan Umum dan Perhubungan pada Kabinet Abdul Halim (21 Januari 1950–6 September 1950). Ferdinand Lumban Tobing adalah Menteri Penerangan dan Menteri Kesehatan (ad iinterim) pada Kabinet Ali Sastroamidjojo I (30 Juli 1953-12 Agustus 1955) dan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi pada Kabinet Djuanda (9 April 1957-10 Juli 1959). Burhanuddin Harahap menjadi Perdana Menteri merangkap Menteri Pertahanan pada Kabinet yang diberinama dengan namanya sendiri (Burhanuddin Harahap) yang bekerja antara tanggal 12 Agustus 1955 hingga 24 Maret 1956.

Pada Kabinet Kerja II (18 Februari 1960-6 Maret 1962), Abdul Haris Nasution menjabat Menteri Keamanan Nasional merangkap Menteri Kastaf/AD. Pada Kabinet Kerja III (6 Maret 1962-13 November 1963) sebagai Wakil Menteri Pertama/Koordinator Pertahanan/Keamanan merangkap Menteri/Kastaf AD dan pada Kabinet Kerja IV (13 November 1963-27 Agustus 1964) menjadi Menteri Koordinator Pertahanan dan Keamanan. Arifin Harahap pada Kabinet Kerja II (18 Februari 1960–6 Maret 1963) menjabat sebagai Menteri Perdagangan. Pada Kabinet Kerja III (6 Maret 1962-13 November 1963) Menteri Urusan Anggaran Negara, Kabinet Kerja IV (13 November 1963 – 27 Agustus 1964) sebagai Menteri Urusan Anggaran Negara, Kabinet Dwikora I (27 Agustus 1964-22 Februari 1966) sebagai Menteri Negara Diperbantukan kepada Presidium yang terdiri dari Wakil Perdana Menteri I Subandrio, Wakil Perdana Menteri II Johannes Leimena dan Wakil Perdana Menteri III Chaerul Saleh), pada Kabinet Dwikora II (24 Februari 1966 sampai 28 Maret 1966) sebagai Wakil Menteri Urusan Bank Sentral dan pada Kabinet Dwikora III (27 Maret 1966 sampai 25 Juli 1966) sebagai Asisten II Waperdam untuk Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan.

Adam Malik lebih banyak bergelut dalam urusan luar negeri dengan jabatan Menteri Luar Negeri meski untuk pertamakalinya pada Kabinet Kerja IV (13 November 1963-27 Agustus 1964) ia menjabat Menteri Perdagangan, disusul dengan jabatan Menteri Koordinator Pelaksanaan Ekonomi Terpimpin pada Kabinet Dwikora I (27 Agustus 1964-22 Februari 1966). Pada Kabinet Dwikora II (24 Februari 1966 sampai 28 Maret 1966) menjabat sebagai Menko Diperbantukan Pada Presiden Urusan Hubungan Ekonomi Luar Negeri, pada Kabinet Dwikora III (27 Maret 1966 sampai 25 Juli 1966) sebagai Wakil Perdana Menteri untuk urusan Sosial dan Politik merangkap Menteri Luar Negeri, Kabinet Pembangunan II (1 April 1974 – 31 Maret 1979) sebagai Menteri Luar Negeri, Kabinet Ampera II (17 Oktober 1967 – 6 Juni 1968), Menteri Luar Negeri, Kabinet Ampera I (25 Juli 1966 – 17 Oktober 1967) Menteri Utama bidang Politik merangkap Menteri Luar Negeri, dan akhirnya pada Kabinet Pembangunan I (6 Juni 1968 – 28 Maret 1973) dipercayakan sebagai Menteri Luar Negeri.

TD Pardede adalah Menteri diperbantukan pada Menteri Koordinator Kompartimen Perindustrian Rakyat untuk “Berdikari” dalam Kabinet Dwikora II (24 Februari 1966 sampai 28 Maret 1966) dan Asisten V Waperdam untuk Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan pada Kabinet Dwikora III (27 Maret 1966 sampai 25 Juli 1966). Kabinet Dwikora III (27 Maret 1966 sampai 25 Juli 1966) Djamin Ginting ditunjuk menjadi Wakil Sekretaris Negara/Sekretaris Presiden (merangkap sebagai Asisten Sekretaris Jenderal Front Nasional yang dipimpin oleh Achmad Sjaichu, di bawah naungan Wakil Perdana Menteri Institusi Politik yang dipimpin oleh Roslan Abdoelgani). Dalam Kabinet Dwikora III (27 Maret 1966 sampai 25 Juli 1966) SH Simatupang diserahi jabatan mengurusi Departemen Pos dan Telekomunikasi (Di bawah naungan Menteri Perhubungan). AM Tambunan dalam Kabinet Dwikora III (27 Maret 1966 sampai 25 Juli 1966) menjabat Menteri Sosial yang dilanjutkan pada Kabinet Ampera II (17 Oktober 1967 – 6 Juni 1968) dan pada Kabinet Pembangunan I (6 Juni 1968 – 28 Maret 1973).

Tokoh militer Maraden Panggabean adalah Menteri Pertahanan dan Keamanan (atau Panglima ABRI sejak 9 September 1971), merangkap sebagai Panglima Komando Operasi Keamanan dan Ketertiban pada Kabinet Pembangunan I (6 Juni 1968 – 28 Maret 1973). Pada Kabinet Pembangunan II (1 April 1974 – 31 Maret 1979) sebagai Menteri Pertahanan Keamanan/ Panglima ABRI, dan pada Kabinet Pembangunan III (1 April 1979 – 31 Maret 1984) menjadi Menteri Koordinator Politik dan Keamanan Cosmas Batubara adalah eksponen Angkatan 66 yang pertama masuk kabinet. Ia menjabat Menteri Muda Urusan Perumahan Rakyat pada Kabinet Pembangunan III (1 April 1979 – 31 Maret 1984) yang dilanjutkan dengan jabatan yang sama pada Kabinet Pembangunan IV (19 Maret 1983-22 Maret 1988). Jabatan terakhir Cosmas Batubara adalah Menteri Tenaga Kerja pada Kabinet Pembangunan V (21 Maret 1988 – 17 Maret 1993).

Ir Hasjrul Harahap adalah satu di antara 3 orang bermarga Harahap dalam sejarah kabinet pemerintahan Indonesia. Pada Kabinet Pembangunan IV (19 Maret 1983-22 Maret 1988) ia menjabat Menteri Muda Urusan Peningkatan Produksi Tanaman Keras dan Menteri Kehutanan pada Kabinet Pembangunan V (21 Maret 1988 – 17 Maret 1993). Dalam Kabinet Pembangunan IV (19 Maret 1983-22 Maret 1988) ada jabatan Menteri Muda Urusan Peningkatan Produksi Peternakan dan Perikanan yang diserahkan kepada JH Hutasoit. Diawali dengan Gubernur Bank Indonesia pada Kabinet Pembangunan IV (19 Maret 1983-22 Maret 1988), Dr Arifin M Siregar yang dua kali menjabat jabatan setingkat Menteri itu terakhir menjabat Menteri Perdagangan pada Kabinet Pembangunan V (21 Maret 1988 – 17 Maret 1993).

Akbar Tandjung tidak saja pernah duduk dalam 4 periode kabinet, tetapi ia menjadi pelopor dalam pemberian tekanan kepada Soeharto saat terjadi mobilisasi mahasiswa. Bersama 13 Menteri lainnya ia menandatangani permohonan mengundurkan diri dari kabinet yang menjadi kabinet terakhir bagi tokoh Orde Baru Soeharto. Akbar Tandjung pertamakalinya menjabat Menteri Negara Pemuda dan Olahraga pada Kabinet Pembangunan V (21 Maret 1988 – 17 Maret 1993), lalu pada Kabinet Pembangunan VI (17 Maret 1993 – 14 Maret 1998) menjabat sebagai Menteri Negara Perumahan Rakyat yang dilanjutkan dengan jabatan yang hampir sama, yakni Menteri Negara Perumahan Rakyat dan Pemukiman, pada Kabinet Pembangunan VII (16 Maret 1998-21 Mei 1998). Pada Kabinet Reformasi Pembangunan (23 Mei 1998 – 26 Oktober 1999) ia menjadi Menteri Negara Sekretaris Negara TB Silalahi menjabat sebagai Menteri Negara Pemberdayaan Aparatur Negara Kabinet Pembangunan VI (17 Maret 1993 – 14 Maret 1998).

Jenderal Feisal Tandjung adalah Menteri Pertahanan Keamanan merangkap Panglima ABRI pada Kabinet Pembangunan VI (17 Maret 1993 – 14 Maret 1998) dan berturut-turut dua kali menjabat Menteri Negara Koordinator Politik dan Keamanan, yakni pada Kabinet Pembangunan VII (16 Maret 1998-21 Mei 1998) dan Kabinet Reformasi Pembangunan (23 Mei 1998 – 26 Oktober 1999). Seorang dokter yang aktif dalam politik bernama Panangian Siregar diamanahi jabatan pada Kabinet Reformasi Pembangunan yang usianya cukup singkat, yakni 23 Mei 1998 – 26 Oktober 1999. Panangian Siregar menjabat Menteri Negara Lingkungan Hidup / Kepala Bappedal. Pada kabinet yang sama Muslimin Nasution menjabat sebagai Menteri Kehutanan dan Perkebunan. Pada pemerintahan Gus Dur dengan kabinet Kabinet Persatuan Nasional (26 Oktober 1999 – 9 Agustus 2001) beberapa orang Batak menjadi Menteri. Marsillam Simanjuntak menjabat Jaksa Agung (Sejak 10 Juli 2001), lalu kemudian menjadi Menteri Hukum dan Perundang-Undangan (Februari 2001-20 Juli 2001). Pada masa ini pula aktivis pemuda Mahadi Sinambela menjabat sebagai Menteri Negara Pemuda dan Olah Raga. Bomer Pasaribu Menteri Tenaga Kerja, dan Bungaran Saragih sebagai Menteri Pertanian. Pada transisi dari kepemimpinan Gus Dur ke Megawati Soekarnoputri Kabinet Gotongroyong (9 Agustus 2001 – 21 Oktober 2004), Bungaran Saragih tetap menjabat Menteri Pertanian.

Luhut Binsar Panjaitan adalah orang dekat Jokowi. Pada Kabinet Persatuan Nasional (26 Oktober 1999 – 9 Agustus 2001) menjabat Menteri Perindustrian dan Perdagangan. Semula diduga ia akan menjadi salah seorang Menteri Koordinator pada Kabinet Jokowi-JK. Tetapi rupanya tidak. Setelah Djamin Ginting ada 2 orang Karo yang diangkat menjadi Mentyeri. Pertama, MS Kaban yang menjabat Menteri Kehutanan pada Kabinet Indonesia Bersatu (21 Oktober 2004 – 22 Oktober 2009), dan Tifatul Sembiring Menteri Komunikasi dan Informasi pada Kabinet Indonesia Bersatu II (22 Oktober 2009 – 20 Oktober 2014).

Orang Batak terakhir yang berada dalam kabinet ialah Sudi Silalahi. Ia menjabat Menteri Sekretaris Negara pada Kabinet Indonesia Bersatu II (22 Oktober 2009 – 20 Oktober 2014), yang adalah periode terakhir bagi kepemimpinan Presiden SBY.

orang batak dalam kabinet2

Shohibul Anshor Siregar

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: