'nBASIS

Home » ARTIKEL » SUMUT: ALOKASI ANGGARAN 2015 MENURUN

SUMUT: ALOKASI ANGGARAN 2015 MENURUN

AKSES

  • 512,968 KALI

ARSIP


sumut

“Jatah Uang Sumut dari Pusat Terus Menyusut. Pemprop Lemah?” Begitu sebuah media cetak lokal memberi judul untuk diskusinya yang ditayangkan melalui media online miliknya.

APBN 2015 (Rp 2039,5 triliun, naik 8,7 % dari APBN 2014). Dalam APBN 2015 Belanja Kementerian dan Lembaga sebesar 31,8 % (Rp 647,3 triliun), Transfer Daerah dan Dana Desa 31,7 % (Rp 647 triliun) dan Subsidi dan Pembayaran Bunga dan Utang 36,5 % (Rp 745,1 triliun). Selain itu APBN 2015 juga mengalokasikan Dana Perimbangan Rp 516,4 triliun,Dana Otonomi Khusus Rp 16,6 triliun,Dana Keistimewaan DIY Rp 547 miliar,Dana transfer lainnya Rp 104,4 triliun, terdiri atas Tunjangan Profesi Guru, Dana Tambahan Penghasilan Guru, Dana BOS 2015, Dana Intensif Daerah, dan Dana Proyek Pemerintahan Daerah dan Desentralisasi, dan Dana Desa Rp 9,06 triliun.

APBN 2015 adalah bikinan pemerintah lama. Jatah uang yang berhak diterima pemerintah provinsi Sumatera Utara (Pempropsu) dari pemerintah pusat yang disebut Daftar Isian Penggunaan Anggaran (DIPA) untuk tahun 2015 menurun. Akumulasi DIPA Pemprovsu dan 33 kabupaten/kota tahun 2014 sebesar Rp 48,713 triliun. Sedangkan untuk tahun 2015 hanya Rp 46,45 triliun.

Setidaknya fakta ini dapat disorot dari dua hal.

Pertama, diskriminasi pusat. Harus mengemis dengan cara apa baru pemerintah pusat itu bisa mengerti bahwa Sumatera Utara adalah sepenuhnya bagian dari Indonesia? Atau, inikah janji ancaman Jokowi yang dikemukakannya soal kebijakan fiscal yang disampaikan dalam debat capres tempohari? Ayolah, dewasa.

Jakarta sangat tidak adil. Di luar Jawa, Sumut adalah salah satu daerah besar dengan alokasi yang sangat tak proporsional dengan distribusi dana di sekitar pulau Jawa. Ini terkait dengan UU Nomor 33/2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah yang tidak adil itu.

Apakah harus ada teriakan merdeka baru ada perubahan? Bagi orang yang cernat dan cinta Indonesia yang berkeadilan, barangkali sudah tiba saatnya mempertimbangkan kembali apakah akan tetap unitaris dengan tetap menderita dalam ketidak adilan atau menjadi federalis dengan harapan lebih makmur dan merata.

Pemerintahan pusat memiliki kendali APBN yang sangat besar. Juga memiliki kendali melalui eksploitasi BUMN termasuk hasil-hasil alam yang dibagi berdasarkan ketentuan UU yang diskriminatif (Perimbangan Keuangan Pusat-Daerah). Dengan instrumen itu pemerintah pusat bisa membonsai daerah, dan sudah terbukti selama Indonesia ada.

Kedua, kegagalan Gubernur dan Wakil, ada 34 orang wakil Sumut di Jakarta. Siapa mereka? Tentu bukan periode baru, melainkan periode lama. Untuk mereka yang terpilih periode ini, diharapkan dapat melakukan sesuatu. Mereka adalah Prananda Surya Paloh (NasDem), Tifatul Sembiring (PKS), Irmadi Lubis (PDIP), Sofyan Tan (PDIP), Meutya Hafid (Golkar), Muhammad Syafi’i (Gerindra), Ruhut Poltak Sitompul (Demokrat), Mulfachri Harahap (PAN), Hasrul Azwar (PPP), Nurdin Tampubolon (Hanura), Sahat Silaban (NasDem), Marwan Dasopang (PKB), Iskan Qolba Lubis (PKS), Trimedya Pandjaitan (PDIP), Rambe Kamarul Zaman (Golkar), Gus Irawan Pasaribu (Gerindra), Suasana Dachi (Gerindra), Rooslynda Marpaung (Demokrat), Saleh Partaonan Daulay (PAN), Rufinus Hotmaulana Hutauruk (Hanura), Ali Umri (NasDem), Ansyori Siregar (PKS), Junimart Girsang (PDIP), Anthon Sihombing (Golkar), Delia Pratiwi Br.Sitepu (Golkar), Martin Hutabarat (Gerindra), Rudi Hartono Bangun (Demokrat), Nasril Bahar (PAN), Fadly Nurzal (PPP), Samsudin Siregar (Hanura), Prof. Dr. Ir. Hj. Darmayanti Lubis (DPD), Drs. H. Rijal Sirait (DPD), Parlindungan Purba (DPD), dan Dedi Iskandar Batubara (DPD).

Bagaimana pun juga 100 anggota DPRD Sumut periode lalu harus ikut bertanggungjawab. Ke depan mereka yang terpilih sebagai wakil rakyat harus melakukan upaya politik yang lebih serius. Mereka adalah H. Moh. Nezar Djoeli, ST (Nasdem), H.M. Hafez, Lc.MA (PKS), Brilian Moktar, SE,MM (PDI-Perjuangan), Augus Napitupulu, SH (PDI-Perjuangan), H.M. Hanafiah Harahap, SH (Golkar), Sonny Firdaus SH (Gerindra), Hj. Meilizar Latif, SE,MM (Demokrat), Parluhutan Siregar (PAN), Drs. H. Yulizar Parlagutan Lubis, M.Psi (PPP), Darwin Lubis (Hanura), H. Ikrimah Hamidy, ST, MSi (PKS), Effendi Panjaitan, SE, MSP (PDI-Perjuangan), Drs. Baskami Ginting (PDI-Perjuangan), Muhammad Faisal (Golkar), Salomo Tabah Ronal Pardede SE (Gerindra), H. Arifin Nainggolan (Demokrat), Dr. Januari Siregar, SH, M.Hum (PKPI), H. Satrya Yudha Wibowo (PKS), Ruben Tarigan, SE (PDI-Perjuangan), Effendi S. Napitupulu (PDI-Perjuangan), H. Wagirin Arman, S.Sos (Golkar), H. Muchrid Nasution, SE (Golkar), Ir. Yantoni Purba,MM (Gerindra), Eveready (Gerindra), Guntur Manurung, SE (Demokrat), H. Syahrial Tambunan (Demokrat), Zulkifli Husein, SE (PAN), Drs. Hasaiddin Daulay (PPP), Firman Sitorus, SE, Zulfikar (PKS), Wasner Sianturi (PDI-Perjuangan), Indra Alamsyah (Golkar), Ir. Ramses Simbolon, MSc (Gerindra), Drs. Hartoyo (Demokrat), H. Syamsul Qodri Marpaung,Lc (PKS), Ir. Zahir, MAP (PDI-Perjuangan), Budiman P Nadapdap, SE (PDI-Perjuangan), Helmiati (Golkar), H. Syamsul Bahar Batubara, SH (Golkar), Sri Kumala, SE, MM (Gerindra), Mustofawiyah, SE (Demokrat), Muslim Simbolon (PAN), H. Bustami, HS (PPP), Ebenejer Sitorus (Hanura), Zeira Salim Ritonga (PKB), Basyir, A.Md, SE (PKS), H. Muhammad Affan, SS (PDI-Perjuangan), Novita Sari, SH (Golkar), Ari Wibowo (Gerindra), H.T. Milwan (Demokrat), Drs. Aripay Tambunan,MM (PAN), Patar Sitompul (Hanura), H. Burhanuddin Siregar, SE (PKS), Sutrisno Pangaribuan (PDI-Perjuangan), H.A. Yasyir Ridho Loebis (Golkar), Ir. Chaidir Ritonga, MM (Golkar), Parlinsyah Harahap (Gerindra), Tia Isah Ritonga, SE (Demokrat), Iskandar Sakty Batubara (PAN), Ahmadan Harahap, SAg, MSP (PPP), H. Zulkifli E Siregar, MSc (Hanura), Robi Agusman Harahap (PKPI), Philips Perwira Juang Nehe (PKB), Analisman Zalukhu, S.Sos, MSP (PDI-Perjuangan), Arota Lase, A.Md (Golkar), Fajar Waruwu (Gerindra), Lidiani Lase (Demokrat), Fanotona Waruwu (Hanura), Jubel Tambunan, SE (Nasdem), Dra. Delmeria (Nasdem), Tigor Lumbantoruan (PKB), Sarma Hutajulu, SH (PDI-Perjuangan), FL. Fernando Simanjuntak, SH, MH (Golkar), Donald Lumbanbatu (Gerindra), Sopar Siburian, SH, MH (Demokrat),  Aduhot Simamora (Hanura), Ir. Juliski Simorangkir,MM, Inge Amelia Nasution, S.Psi (Nasdem),  Dra. Hj. Hidayah Herlina Gusti (PKS), Jantoguh Damanik, S.Sos (PDI-Perjuangan),  H. Ajib Shah (Golkar),  Janter Sirait, SE (Golkar), Richard Pandapotan Sidabutar,SE (Gerindra), Rony Reynaldo Situmorang (Demokrat), Rinawati Sianturi,SH (Hanura), Sudarto Sitepu (PDI-Perjuangan),  Leonard Surungan Samosir,BA (Golkar), Ir. Astrayuda Bangun (Gerindra), Jenny Riany Lucia Berutu, SH (Demokrat),  Toni Togatorop (Hanura), Drs. Anhar A Monel, MAP (Nasdem), Khairul Anuwar (PKS), Herman Sembiring (PDI-Perjuangan), Putri Susi Melani Daulay, SE (Golkar), Sampang Malem (Golkar), H. Ajie Karim (Gerindra),  H. Saleh Bangun (Demokrat),  Muhri Fauzi Hafiz (Demokrat), H. Syah Afandin, SH (PAN)
10. Robby Anangga (Hanura),


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: