'nBASIS

Home » ARTIKEL » UCAPAN SELAMAT NATAL: DI MANA AKAR PERSOALANNYA?

UCAPAN SELAMAT NATAL: DI MANA AKAR PERSOALANNYA?

AKSES

  • 512,968 KALI

ARSIP


Komunitas agama mana yang sangat butuh ucapan selamat dari komunitas agama lain ketika komunitas agama itu merayakan hari besarnya?

Saya kira induk persoalannya ada di sini. Saya yakin 1000 % (meniru gaya pak SBY), agama apa pun tidak mengharapkan komunitasnya demikian. Jika ada komunitas yang seperti itu, pastilah minoritas di antara penganut agama itu dan dipastikan hal itu bukan mainstream ajaran.

Jika kemudian ucapan selamat natal seolah menjadi keharusan untuk dalih kerukunan, maka di sini sudah ada konstruk yang ditukangi oleh orang yang bukan berpijak pada ajaran agama apa pun.

Mungkin, desakan-desakan kerukunan atas nama agama semacam ini lahir dengan sejarah yang berbeda-beda. Jika di wilayah dunia bagian Barat tentu karena memang mainstream ajaran di sana bukan Islam. Di Indonesia pastilah kebutuhan konsolidasi nasional yang melampau tapal batas, lazimnya muncul dari ABRI dalam kaitan menghadapi musuh, misalnya bahaya laten PKI.

Mustahil orang Islam secara sungguh-sungguh mampu mengucapkan selamat natal kepada orang Kristen dan Katholik padahal ia tahu bahwa perayaan natal itu adalah perayaan ketuhanan Jesus Kristus yang baginya sosok ini dikenal sebagai Isa yang tak lain hanyalah seorang di antara 25 rasul yang wajib diyakini.

Sama dengan orang beragama Islam, orang yang beragama Kristen dan Katholik mustahil mampu mengucapkan selamat secara sungguh-sungguh untuk komunitas yang menganut sebuah agama yang baginya wajib diajak untuk masuk ke dalam agamanya.

Tetapi haruslah dipilah, bahwa kerukunan sangat penting dan itu tak begitu terkait sebetulnya dengan ucapan selamat pada hari-hari besar. Sebab, jika kewajiban menyiarkan agama kepada semua komunitas agama yang dianggap “lawan” jauh lebih penting, betapa munafiknya orang yang menganjurkan ucapan selamat natal sebagai upaya untuk kerukunan.

Pengalaman Indonesia membuktikan bahwa salah satu di antara pemicu masalah-masalah serius dalam hal kerukunan antar umat beragama adalah tidak disepakatinya penghentian penyiaran agama bagi kalangan yang sudah memeluk agama.

Kalau begitu, seruan ucapan selamat natal yang ditujukan kepada umat non Kristen dan non Katholik adalah sebuah penyesatan dan kemunafikan. WAJIB DILAWAN.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: