'nBASIS

Home » ARTIKEL » PERLAWANAN HAMDAN ZOELVA

PERLAWANAN HAMDAN ZOELVA

AKSES

  • 544,897 KALI

ARSIP


korupsi

Sudah tahu ada 2 (dua) orang dalam tim seleksi (Timsel) Hakim Konstitusi itu potensil berkepentingan berbeda dengan kinerja yang dituntut sebagai Timsel? Mereka sering berperkara di MK dan kini perkara mereka sedang dibahas oleh MK. Sangat patutlah MK menyurati Presiden tentang itu, dan tak sehat jika Timsel itu diteruskan.

Hamdan Zoelva menolak ikut pit and proper test dengan alasan kurang lebih demikian:

(1) Saya sedang menjabat, dan bahkan kini sebagai ketua MK. Saya sudah melalui pit and proper test dulu sehingga kini saya menjadi Ketua MK setelah sebelumnya menjalankan tugas sebagai hakim MK. Jika ingin mendalami hal-ihwal tentang saya, data saya tersebar dimana-mana, termasuk kompetensi dan integritas saya.

(2) Saya tidak mendaftar sebagai calon hakim MK, melainkan didaftarkan oleh sebuah LSM. Ketika mereka melakukan itu, saya menolak. Tetapi karena mereka mengatakan bahwa hal ini bukan urusan pit and proper test, saya mau.

(3) Ini bukan urusan saya sebagai Hamdan Zoelva, melainkan seorang yang dalam jabatan Ketua dalam lembaga MK. Di Amerika sekali diangkat tidak lagi memerlukan cara seperti yang kita anut di Indonesia, dan yang kita laksanakan ini jenis paling tradisional.

(4) Siapa pun yang pernah menjalani pit and proper test dan menjabat dan kemudian ingin menjabat dan lalu ikut pit and proper test lagi, saya kira itu hak mereka meski saya menganggap itu tak baik. Jadi kalau saya Busyro Muqoddas, saya tak akan mau ikut pit and proper test untuk melanjutkan jabatan sebagai komisioner KPK.

(5) Semua ini saya serahkan sepenuhnya kepada Timsel dan Presiden.


Reaksi. Ketua Tim Seleksi MK Saldi Isra
tidak menolak keberatan para hakim konstitusi, melainkan semakin menegaskan sikap. Ia bahkan menganggap orang-orang yang memahami seluk-beluk MK penting untuk menjadi pansel sehingga bisa menemukan orang yang tepat menjadi hakim berikutnya yang diajukan ke Presiden. Independensi tim pun tak akan terganggu karena dua anggota tim seleksi yang dikritik itu. Tetapi, Refly Harun memberi data bahwa tak hanya dirinya dan Todung Mulya Lubis saja yang sering berperkara di MK, melainkan juga anggota timsel lain. Kalau begitu, timsel ini benar-benar bermasalah.

Berikut komposisi anggota Tim Pansel yang dibentuk Jokowi:

1. Saldi Isra, ketua merangkap anggota;
2. Maruarar Siahaan ( mantan hakim MK), anggota;
3. Refli Harun, sekretaris merangkap anggota;
4. Harjono (mantan hakim MK), anggota;
5. Todung Mulya Lubis, anggota;
6. Widodo Ekatjahjana (FH Universitas Jember), anggota; dan
7. Satya Arinanto (pakar hukum dan politik UI), anggota.


Terlepas siapa Hamdan Zoelva ini, suka atau tidak, pokok pikirannya sangat bagus. Mengapa orang berkepentingan kepada kinerja MK ditunjuk sebagai Timsel. Mengapa orang yang sudah menjadi Hakim dan bahkan Ketua MK diwawancarai lagi soal integritas dan kapasitanya? Metode untuk itu bukan pit and proper test.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: