'nBASIS

Home » ARTIKEL » Evaluasi Akhir Tahun: KPK, Kegagalan di Hulu Yang Dibesar-besarkan di Hilir

Evaluasi Akhir Tahun: KPK, Kegagalan di Hulu Yang Dibesar-besarkan di Hilir

AKSES

  • 512,316 KALI

ARSIP


Ayo kita lihat KPK dalam kaitan evaluasi akhir tahun. Barangkali ada catatan penting. Hal yang sudah kita tahu antara lain ialah, lembaga superbody ini sangat perkasa untuk kasus-kasus kecil, sambil menebar pencitraan besar dan berbiaya besar tentu saja. Lagi, pada akhir tahun ini pula telah dikemukakan bahwa KPK akan membuka cabangnya di tiga zona (Indonesia Barat, Tengah dan Timur).

Jika sebuah perusahaan membuka cabang itu berarti kemajuan jelas bertambah. Tetapi ini tidak serupa jika KPK buka cabang. KPK buka cabang bermakna pengakuan ketidak-berhasilan. Tak ada niatan di negeri ini untuk merevitalisasi kelembagaan dan kinerja lembaga penegak hukum konvensional. Apakah maksudnya lembaga penegakan hukum konvensional akan dibiarkan selamanya tak berkiprah baik? Pertanyaannya, jika Kepolisian dan Kejaksaan diberi keistimewaan seperti KPK, apakah Anda yakin keduanya tak mampu?

Gellok: Kata KPK masih banyak Pekerjaan Rumah (PR) yang belum tuntas. Mereka berharap KPK tetap dicintai rakyat.

Sordak: Kebanyakan PR, malah bisa PK tak ada. Kebanyakan PR bisa PU pun tak ada.

Gellok: PK itu apa? PU itu apa?

Sordak: PK itu ya Pekerjaan Kantor. PU itu ya Pekerjaan Utama.

Gellok: Jadi?

Sordak: Iya, asyik pencitraan belaka bisa celaka. Jangan sampai pencitraan itu menjadi Pekerjaan Kantor (PK) dan Pekerjaan Utama (PU) KPK. Sedangkan pemberantasan korupsinya sendiri ya seperti Pekerjaan Rumah (PR) saja. Jangan sampai. Bayangkanlah pekerjaan yang dikendalikan dari rumah.

Gellok: Jangan gitulah. Nuduh ini?

Sordak: KPK kalau tak mau dikritik ya perbaiki kinerja. Jika tak bisa perbaiki kinerja ya bubar saja. Emang lembaga apa dia itu?

Gak berhasil kok terus-menerus meminta dicintai rakyat. Ada kritik dibilang koruptor melawan (fight back). Akhirnya pekerjaan utama ya bisa hanya pencitraan belaka. Jika mampunya cuma paling banter menendang kasus-kasus kecil saja, ya rasanya cengeng mau dianggap panglima pemberantasan korupsi.
Malu ah.

Gellok: Bukan begitu.

Sordak: Ya sudah. Jika bukan begitu, ya bagaimana maumu sajalah. Yang jelas pemberantasan korupsi kita ala KPK ini kan tindakan hilir. Tindakan hilir itu, dibesar-besarkan atau tidak, adalah sebuah kegagalan di awal (hulu).


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: