'nBASIS

Home » ARTIKEL » Calon Tunggal Kapolri yang Diajukan Presiden itu Kini Menjadi Tersangka

Calon Tunggal Kapolri yang Diajukan Presiden itu Kini Menjadi Tersangka

AKSES

  • 535,471 KALI

ARSIP


surat jokowi
foto: http://statik.tempo.co/data/2015/01/09/id_359682/359682_620.jpg

Bagai petir di siang bolong, Selasa Sore, KPK mengumumkan status tersangka Komjen BG. Siapa Komjen BG? Dialah calon tunggal Kapolri pengganti Sutarman yang konon akan memasuki usia pensiun sekitar bulan Oktober mendatang.

Menurut Presiden Jokowi, BG adalah usulan Kompolnas, meski Kompolnas sendiri menyebut tidak memihaki salah satu pun di antara bakal calon yang mengerucut  (Wakil Kepala Polri Komisaris Jenderal Badrodin Haiti, Kepala Lembaga Pendidikan Polri Komisaris Jenderal Budi Gunawan, Inspektur Pengawasan Umum Polri Komisaris Jenderal Dwi Prayitno, Kepala Badan Reserse dan Kriminal Polri Komisaris Jenderal Suhardi Aulius, serta Kepala Badan Pemelihara Keamanan Polri Komisaris Jenderal Putut Eko Bayuseno).

Sambil menegaskan calon tunggal Kapolri yang kemudian diusulkan ke DPR adalah usul Kapolnas, Presiden Jokowi juga menilai tidak perlu mengkonfirmasi  kepada KPK maupun kepada PPATK dengan alasan yang kurang jelas maksudnya: “Nantri kalau saya jawab larinya ke tempat lain, ya. Udah”. Padahal, salah satu kejutan menggembirakan dari Presiden Jokowi ketika menggunakan hak prerogatifnya menentukan calon Menteri Kabinet Kerja, KPK dan PPATK dilibatkan untuk penelusuran potensi masalah pada calon-calon yang diajukan. Pada kesempatan memberikan keterangan itu juga Presiden Jokowi menegaskan:

Itu kan dari Kompolnas memberikan usulan kepada saya. Dari sana kita pilih. Dan sekarang silahkan, kita tunggu proses yang ada di DPR. Udah.

Dalam konferensi pers di KPK, Ketua KPK Abraham Samad menegaskan status ketersangkaan BG yang dikenal dekat dengan Mantan Presiden Megawati, Presiden Jokowi, Wakil Presiden JK dan yang juga pernah dipermasalahkan karena pertemuannya dengan tim sukses Jokowi-JK saat pilpres, meski orang di kubu Jokowi-JK dan BG sendiri membantahnya:

  • Transaksi mencurigakan atau transaksi tidak wajar dari (seorang) pejabat negara. KPK telah melakukan penyelidikan (untuk kasus ini) sejak bulan Mei 2014 (setengah tahun lebih yang lalu);
  • KPK menemukan peristiwa pidana lebih dari dua alat bukti untuk meningkatkan kasus ini dari tahap penyelidikan ke penyidikan. Oleh karena itu KPK sejak tanggal 12 Januari 2015 menetapkan Komjen BG sebagai tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi penerimaan hadiah atau janji pada saat tersangka menduduki jabatan sebagai Kepala Biro Pembinaan Karir Deputy Sumberdaya Manusia Mabes Polri periode 2003-2006 dan jabatan lainnya pada Kepolisian Negara RI.
  • Setelah ditetapkan sebagai tersangka, Komjen BG disangka melanggar pasal 12 huruf a atau b; Pasal 5 ayat (2); pasal 11 atau pasal 12 B UU No 31 Tahun 1999 juncto UU No 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi dan juncto pasal 55 ayat (1) Kesatu KUHP.

Bukan Dadakan. Usai penyampaian keterangan resmi itu, kepada Indra Maulana dari MetroTV Wakil Ketua KPK Bambang Wijayanto mengemukakan bahwa apa yang dijelaskan oleh Ketua KPK Abraham Samad ialah Surat Perintah Penyidikan dari hasil ekspose yang dilakukan oleh KPK. Di dalam Surat Perintah itu pasti tidak akan dimuat hal-hal yang sangat rinci, melainkan hal-hal yang menjadi dasar mengapa diterbitkan Surat Perintah itu.

KPK menjelaskan bahwa BG sebetulnya sudah diberi catatan merah saat diajukan sebagai salah satu calon Menteri Kabinet Kerja Jokowi-JK. Mengapa catatan merah? Ini terkait dengan kepemilihan rekening gendut yang sudah cukup lama dipermasalahkan itu.  Jika ditelusuri ke belakang, semua ini berawal dari Laporan PPATK Tahun 2010 yang diserahkan kepada Kapolri, dan kemudian ada jawabannya dari Bareskrim. KPK sendiri, menurut Bambang Wijayanto, tidak mendapatkan laporan itu, tetapi KPK mendapatkannya dari publik. Jadi ada yang mengadu. Pada ekspose 2013 untuk melihat progres, pada saat itu diputuskan untuk melakukan berbagai kajian lain. Hasilnya, KPK kemudian mendapatkan pengayaan dari laporan LHKPN yang kemudian juga diminta pemutakhiran. Ada lagi beberapa kajian yang dilakukan, misalnya pada tahun 2014. Akhirnya dibukalah penyelidikan pada pertengahan tahun 2014.

Soal jumlah transaksi yang mencurigakan itu sebaiknya tidak dikemukakan kepada publik hingga dakwaan dirumuskan kelak. Itu ditegaskan oleh Bambang Wijayanto. Karena menurutnya, semua angka dan data yang menyangkut sangkaan ini pasti dimiliki oleh KPK.

Menurut Bambang Wijayanto, kaitan antara proses penegakan hukum itu sederhana sekali. “Kalau kami meyakini ada dua alat bukti yang cukup dan kemudian proses ini sudah dilakukan sesuai prosedur, maka hasil eksposenya itu kami beritahjuykan kepada publik. Sebenarnya proses ini sudah cukup lama, bahkan signal mengenai proses ini pekan lalu sudah kami kemukakan bahwa KPK masih memeriksa berbagai dugaan yang dalam kasus penyelidikan terhadap indikasi-indikasi tindak pidana yang berkaitan dengan transaksi-transaksi yang mencurigakan”, tegasnya.

Pengarusutamaan Hukum. Proses penegakan hukum dilakukan seperti biasa, tambah Bambang Wijayanto. “Kalau Anda memperhatikan pernyataan-pernyataan dari istana, dari Presiden, dari DPR dan seluruh pengamat, maka disimpulkan bahwa semua setuju bahwa hukum menjadi dasar dari semua proses itu”.

Dari kasus ini tentu saja akan banyak keterkaitan dengan berbagai pihak. Jika sangkaan adalah transaksi mencurigakan atau tak wajar, maka dengan siapa BG bertransaksi? Mustahil bertransaksi untuk diri sendiri bukan? Karena itu, banyak yang menduga keterkaitan-keterkaitan dengan berbagai pihak itu akan potensil membawa kasus sangkaan terhadap BG mengulangi perseteruan yang pernah terjadi yang lebih dikenal dengan Cicak vs Buaya, meski pun hal itu sulit dibayangkan.

Pertanyaan apakah BG layak atau tidak menjadi Calon Kapolri memang sebaiknya tidak untuk ditanyakan kepada KPK. Tetapi jika kasus ini menjadi potret utuh penegakan hukum terhadap korupsi untuk pemerintahan Jokowi-JK, maka pesimisme tak mungkin dipupus. Bagaimana menurut Anda?

Shohibul Anshor Siregar

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: