'nBASIS

Home » ARTIKEL » NARAPIDANA BERDAKWAH (DAKWAH FROM WITHIN)

NARAPIDANA BERDAKWAH (DAKWAH FROM WITHIN)

AKSES

  • 512,606 KALI

ARSIP


“Disini, aku aktif di takmir masjid. Aku menemukan banyak hal di masjid dan ingin berkontribusi. Aku punya proyek pengumpulan buku-buku Islam untuk memperbanyak koleksi buku kami disini. Jika Bapak mau ikut wakaf buku-buku islam, sangat kami hargai dan untuk itu kami semua berterimakasih”

Rekan-rekan. Pernahkah mendengar lagu “Kalian Dengarkah Keluhanku” yang dinyanyikan penyair yang bersenandung Ebiet G.Ade? Lagu itu saya sertakan, dan berharap rekan-rekan sudi menikmatinya sebelum atau setelah nanti membaca artikel ini.

Cerita saya kali ini dekat dengan kisah yang dilukiskan oleh seniman kebanggaan kita itu. Beginilah kisahnya:

“Apa susahnya berdakwah lewat tv?” Pertanyaan itu pernah saya dengar dan saya diam saja. Orang yang bertanya pun melanjutkan: “apa susahnya berdakwah dari satu ke lain podium di masjid dan perhelatan-perhelatan yang disiapkan dengan begitu menyenangkan bagi para dai?” Lagi-lagi saya tak hendak memberi pendapat untuk pertanyaan itu.

Sekiranya pertanyaan itu ditujukan kepada rekan-rekan, gerangan apa jawabnya ya?

Tetapi, cobalah baca kalimat berikut yang saya terima dari seorang narapidana yang akan mendekam di sebuah Lembaga Pemasyarakatan hingga 2 atau 3 tahun ke depan. Begini bunyinya:

“Disini, aku aktif di takmir masjid. Aku menemukan banyak hal di masjid dan ingin berkontribusi. Aku punya proyek pengumpulan buku-buku Islam untuk memperbanyak koleksi buku kami disini. Jika Bapak mau ikut wakaf buku-buku islam, sangat kami hargai dan untuk itu kami semua berterimakasih”

Kalimat itu adalah sebagian dari surat yang dikirimkannya melalui pos, dan baru saya terima hari ini.

(1) Saya bertemu dengan orang ini saat kasusnya masih dalam proses peradilan, dan setelah membaca surat ini saya pun berencana akan menemuinya lagi nanti kira-kira bulan depan. Tidak mudah bagi saya, karena Lembaga Pemasyarakatan tempatnya “disempurnakan” tidak di kota tempat saya tinggal.

(2) Saya merasa, ini sebuah model dakwah from within. Jadi, sesama napi berinisiatif mencerahkan dengan berupaya mengadakan bahan-bahan yang menjadi sumber belajar bagi mereka.

(3) Saya yakin efektivitasnya berbeda dengan jika orang luar yang ditugasi berdakwah ke dalam Lembaga Pemasyarakatan.

Jika rekan-rekan pun bermninat membantu, saya akan mengantarai rekan-rekan dengan dai yang punya niat baik ini. Terimakasih.

Shohibul Anshor Siregar


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: