'nBASIS

Home » ARTIKEL » SAVE APA GERANGAN?

SAVE APA GERANGAN?

AKSES

  • 512,201 KALI

ARSIP


Gellok: Apa benar KPK itu berani melawan atau berseberangan kepada Presiden?
Sordak: Kurasa tidak. Kalau ada keberanian malah yang pertama harus dimulai dalam pemberantasan korupsi itu ya istana dulu.

Gellok: Jadi mengapa mereka berani menetapkan Komjen BG jadi tersangka yang sekaligus bermakna sangat menentukan atas gagalnya pencalonan (tunggal) Komjen BG untuk mengganti Jenderal Sutarman?

Sordak: Itulah permainan di belakang panggung. Jokowi menginginkan KPK melakukan itu. Tapi tentu tak boleh tiba-tiba membela KPK, karena publik bisa bersikap lain.

Gellok: Apa Presiden tidak takut reaksi lain? Publik itu kan tidak tunggal sekarang ini?

Sordak: Ya. Betul itu. Sekarang kan sudah kelihatan? Rakyat pro Save KPK bergerak. Bahkan Kopassus sudah dilibatkan menjaga gedung KPK mengantisipasi penggeledahan yang bisa berakibat lain.Itu sebabnya diundang beberapa orang pro Save KPK ke istana. Mereka dianggap bisa meredakan. Tetapi hasilnya nanti bisa lain. Jika Presiden ingin masukan saja, kan sudah ada Watimpres? Jadi mengundang orang ke istana hanyalah upaya melawan secara halus pendukung save KPK, paling tidak peredaan.

Gellok: Apakah Komjen BG akan dilantik segera? Apakah BW akan segera diberhentikan? Akankah Abraham Samad akan dipidanakan? Apakah semua komisioner KPK akan dipermasalahkan rekam jejaknya khususnya aspek pidana?

Sordak: Bukan itu concern presiden. Bukan itu. Malah kalau arus periksa rekam jejak ini menjadi mainstream tuntutan publik, Udar Pristono dan mantan Sekda Solo itu akan menjadi tokoh kunci.

Gellok: Maksudnya apa? Siapa Udar Pristono? Siapa pula itu yang mengaku mantan Sekda Kota Solo? Apa kaitan dengan Presiden?

Sordak: Udar Pristono dipecat sebagai Kadis PU DKI karena tuduhan korupsi 1,5 T pengadaan bus transjakarta. Ia sudah ditahan tetapi tak terima dituduh bertanggungjawab untuk kerugian negara yang disankakan.

Gellok: Jadi?

Sordak: Kapolri baru bukan Komjen BG. KPK harus diisi orang baru. Itu sebabnya orang PDIP ambil bagian penting dalam proses ini. Tetapi, jelas ini sangat berbahaya atas kedudukan dan Jabatan Presiden. Lihatlah di Komisi III dan PR-RI. Mereka tahu soal calon tunggal Kapolri itu sangat bermasalah, tapi didorong juga. Itu karena mereka ingin agar Presiden menanggung sendiri masalah yang dia buat sendiri. Orang-orangnya di DPR-RI pun terkecoh.

Gellok: Tapi semua ini kan analisis? Belum tentu benar kan?

Sordak: Kalau punya pendapat yang berbeda, jelaskan kepada saya sekarang. Saya mendengarkan.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: