'nBASIS

Home » ARTIKEL » Pilkada Serentak: PERMOHONAN KEPADA KAPOLRI

Pilkada Serentak: PERMOHONAN KEPADA KAPOLRI

AKSES

  • 512,606 KALI

ARSIP


badrodin haiti

Saya kira sangat tepat berharap kepada Kepolisian. Pilkada serentak akan dilaksanakan dalam keadaan buruknya sistim. Satu di antara banyak masalah serius ialah kelembagaan demokrasi, khususnya integritas penyelenggara. Semua praktik buruk yang pernah terjadi sebetulnya bisa dieliminasi jika Kepolisian mau bertindak tegas. Kepolisian tahu.

Saya ingin sekali mendengar Jenderal Badrodin Haiti menginstruksikan ke seluruh jajarannya:

“Hei para anggota tercinta, wajah kita sudah lama tercoreng. Tetapi kini tiba saatnya menunjukkan bukti bahwa kita mampu. Kita mulai dari event pilkada serentak.

Kita tahu semua orang di negeri ini yakin bahwa politik transaksi dalam setiap suksesi memiliki andil besar untuk korupsi di daerah. Semua orang di negeri sudah tahu buruknya praktik dan proses politik ini mulai dari penentuan DPT, pemberian suara, perhitungan suara dan seterusnya.

Selama ini peran kita sangat tak dirasakan oleh rakyat dengan hanya menekankan tugas pada aspek keamanan dalam arti yang sangat sempit. Sadarilah bahwa meski tak ada kerusuhan, jika pilkada penuh kecurangan, itu namanya tidak aman. Aman itu bukan hanya gangguan fisik, tetapi jika nilai dan nurani juga sudah direndahkan dalam proses demokrasi, itu namanya tidak aman.

Saya tidak mau menerima berita bahwa ada anak buah saya mendiamkan para penjahat demokrasi menyembelih Indonesia. Jangan pandangn bulu. Saya akan pecat anggota yang berdamai dengan kejahatan politik dan demokrasi ini.

Gulung semua yang melakukan pelanggaran. Tak perduli ia orang KPU, orang Panwas, orang parpol, orang penting hantu blau sampai kepada orang pengadilan (jika nanti ada sengketa), maupun rakyat jelata. Gulung semua”.

Jika sikap dan ketegasan seperti itu muncul dari Kapolri Jenderal Badrodin Haiti, saya yakin demokrasi kita akan sedikit tertolong. Perbaikan pemerintahan juga dapat terjadi melalui pilkada yang jujur sejujur-jujurnya dan adil seadil-adilnya. Bukankah begitu, gerangan?

Shohibul Anshor Siregar


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: