'nBASIS

Home » ARTIKEL » PERBINCANGAN KOTA MEDAN

PERBINCANGAN KOTA MEDAN

AKSES

  • 544,897 KALI

ARSIP


SENIN sore kemaren Sindoradio menggelar dialog live. Ada Sugiat Santoso dari Gerindra. Ada Ikrimah Hamidy dari PKS. Ada Brilian Moktar dari PDIP. Saya yang lebih dulu diwawancarai oleh Irwansyah Hasibuan. Saya catat beberapa keterangan yang saya berikan pada acara itu.

Pertama, ada hal yang masih sangat perlu ditelaah dari pandangan umum yang dibuat oleh media. Mereka terkadang sangat buru-buru dan lupa memeriksa secara menyeluruh faktor yang wajib diperiksa.

Kedua, bagi saya ini hanyalah bagian dari sebuah pertumbuhan demokrasi yang tidak bisa dilepaskan dari berbagai kondisi awal dan tradisi yang diperkenalkan oleh main-set umum.

Ketiga, masalah Golkar dan PPP dan keabsenan calon perseorangan juga tidak mungkin tak ditelaah. Mungkin saja saya memiliki harapan yang berbeda dengan mainstream ketika saya berkata tunda saja pilkada sebelum Golkar dan PPP selesai berkonflik.

Usai dialog, saya masih berbincang panjang lebar dengan host Radio Sindo, Irwansyah Hasibuan:

(-) Dzulmi Eldin seperti magnit pengumpul daya, tapi jika dianalisis lebih dalam faktanya tidak selamanya demikian.

(-) Dibanding Gus Irawan Pasaribu, saya lebih yakin Tifatul Sembiring yang akan maju diusung PKS-Gerindra. Karena pilihan ini sirnalah peluang para calon wakil dari PKS: Ikrimah Hamidy dan Surianda Lubis.

Jadi, Ikhwan Ritonga dan Sugiat Santoso menjadi pilihan untuk wakil. Karena peta jaringan dan posisi dalam partai, kelihatannya Sugiat lebih berpeluang.

Tetapi meski Dzulmi Eldin tak diakui oleh Sugiat sebagai figur yang paling dominan, namun ia bisa menjadi peluang besar bagi PKS: Ikrimah Hamidy dan Surianda.

(-) Di tengah menguatnya isyu Akhyar Nasution akan menjadi Wakil buat Dzulmi Eldin, maka ada dua hal perubahan (1) Dzulmi Eldin tak mampu bertahan pada prinsipnya hanya akan berpsangan dengan birokrat (2) terjadi metamorposis politik dalam PDIP dari yang lazimnya menganggap eksklusivitas orng Cina begitu istimewa.

(-) Jika PDIP akan menjagokan Brilian Moktar, maka akan besar tepuk tangan. Ia memang bukan Cina lokal. Ia membaur dan yakin kebangsaan yang bagus bukan cuma dibibir dan berbaik-baik saat orang banyak diharapkan memilih.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: