'nBASIS

Home » ARTIKEL » PERKENALAN DAN DISKUSI

PERKENALAN DAN DISKUSI

AKSES

  • 512,316 KALI

ARSIP


bumd

Pemandu Focus Group Discussion mengawali dengan perkenalan diri. Nama saya Moderasi. Saya berharap masing-masing kita segera memperkenalkan diri untuk memudahkan komunikasi. Silakan. Siapa duluan?


Peserta 1: Nama saya Kongres. Itu saja dulu.
Peserta 2: Nama saya Muktamar, pak. Saya kira saya pun itu saja dulu
Peserta 3: Nama saya Munas. Saya ingin bicara lebih banyak, tapi nanti saja, mengenai topik diskusi kita.
Peserta 4: Nama saya Mubes. Sekian dulu untuk perkenalan
Peserta 5: Nama saya Partai.

Lalu Sordak dan Gellok yang ditunjuk sebagai tim pendamping dalam diskusi itu berbisik:

Sordak: Apa gak salah ini? Nama-nama peserta kita ini Kongres, Muktamar, Munas, Mubes dan Partai.

Gellok: Nama kita berdua pun sama asingnya bagi mereka, termasuk di mata pemandu yang bernama Moderasi itu. Tenang saja. Yang penting diskusi lancar.

OK, lanjut pemandu. Dalam catatan saya, masih ada yang belum hadir. Mestinya kita kurang lebih 10 orang. Mereka yang belum tiba di ruangan ini ialah Reformasi Nainggolan, Supremasi H Siahaan, Tatalaksana PYB Sagala, dan Eksekusi Gultom.

Sedangkan Yudikasi Marbun, Legislasi Nasution dan Otonomi Nadeak tidak termasuk dalam kelompok kita. Saya kira biar segera kita mulai saja, mereka yang belum tiba kita harapkan bisa menyusul dalam waktu yang tidak terlalu telat nanti.

OK. Ini sebuah pengandaian, saudara-saudara. Kita mulai dari hal ringan. Sekiranya, ya sekiranya saudara-saudara, kongres sebuah partai diselenggarakan pada waktu bersamaan dengan Muktamar partai lain di satu kota yang sama, apakah Sdr Munas dan Mubes memiliki pandangan tentang kemungkinan gangguan keamanan?

Kongres dan dan Munas secara bersamaan interupsi menandakan keberatan. Tetapi Kongres kalah cepat sehingga Muktamar yang terlebih dahulu diberi kesempatan mengajukan pendapat.

Muktamar: Saya keberatan dengan masalah yang diajukan, saya rasa stigma itu. Kita sama-sama tahu bahwa yang kini giat berkelahi antar satuan itu kan TNI dan POLRI, maaf, oknum maksud saya. Mohon saya dikoreksi jika salah. Tetapi saya kira nanti pada tahun ini juga akan terjadi dengan berbagai ekpresi mencekam entah di mana.

Kongres: Ya, internal partai kan hanya sekadar cek-cok apakah akan tetap bertahan pada KMP atau menyeberang ke KIH dengan maksud menyusup atau menghirup kesempatan berbagi kekuasaan dengan pemerintahan. Ya, kita tak menafikan, bahwa sogok-menyogok juga lazim terjadi. Itu sudah budaya politik kita. Mau bilang apa lagi. Jadi, menurut saya itu tak perlu dipersoalkan.

Moderasi: Apakah sesederhana itu masalah kita di Indonesia? Bagaimana pendapat yang lain?

sas


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: