'nBASIS

Home » ARTIKEL » MUSYAWARAH BESAR TENTANG BANJIR

MUSYAWARAH BESAR TENTANG BANJIR

AKSES

  • 541,646 KALI

ARSIP


IMG_1652

||Janganlah ditunggu lagi sampai Presiden RI Bapak Jokowi mengagendakan blusuan ke sini (Sukaramai) dan membawa serta membagi-bagikan kartu sakti gratis. Nanti makin ramai lagi diskusi tentang kartu gratis itu||

Sebuah media terbitan lokal meminta para pembacanya melaporkan lokasi yang lazim kebanjiran saat musim hujan di kota Medan.

Saya pun merasa tepat untuk melaporkan kondisi yang seingat saya kemungkinan dapat disebut menjadi satu di antata 10 lokasi terparah di kota Medan, dan sudah berlangsung lama dengan pembiaran.

Sebelum saya, beberapa orang sudah lebih dulu memberi laporannya. Laporan saya begini:

(-) Sukaramai, terutama mulai dari jarak sekitar 50-100 meter dari perempatan menuju ke arah Mandala.

(-) Setiap hujan turun akan memaksa kemacetan karena kelihatannya hanya sedikit jenis kenderaan yang bisa melewati ketinggian genangan air itu. Rumah penduduk tergenang, dan semua usaha informal sector di sisi kanan dan kiri jalan praktis mengalami kerugian dan tak ada pihak kompeten yang pernah menunjukkan kepedulian. Saya tidak tahu bagaimana cara kampanye politik setiap pemilu dilakukan di sini. Saya pun heran, apakah pemilih di sini sungguh-sungguh mau memberi suara atau hanya terpaksa karena dibayar.

(-) Sejajar dengan lokasi ini, di Gang Langgar, keadaan lebih parah. Saya kira jika masyarakat mampu akan berusaha membeli perahu karet untuk mobilitas merrka saat ditimpa bencana kerap dan berulang konsisten (banjir) ini;

(-) Saya pernah membuat status agak berlebihan tentang lokasi langganan banjir ini dengan mengatakan bahwa sekiranya ada 10 orang balita saja yang dengan iseng adu panjang tekanan kencing sesama mereka, maka otomatis akan banjir seketika dan mereka pun dimarahi habis-habisan oleh ibu mereka karena sudah menciptakan bencana nasional yang berefek lokal (banjir)..

(-) Mungkin perlu sebuah rapat koordinasi selama satu pekan untuk mencari solusi, dengan melibatkan Menteri PU, Bappenas, Menteri Keuangan dan mungkin juga pasukan dari militer yang lazim memang cukup tanggap jika memiliki dasar hukum untuk intervensi.

(-) Walikota, Gubernur dan para eselon tertinggi mereka hadirlah untuk menonton saja. Jika mereka ingin hadir pakai vorryders saya kira boleh juga. Kan mereka bisa merasa lebih berwibawa dan lebih bermartabat dengan itu di tengah masyarakat, bukan?

(-) Camat dapat mengambil atau memilih peran membantu mencarikan air mineral kemasan dan snack dengan dibantu para Lurah dan para Kepala Lingkungan.

Tetapi tentu itu sangat beresiko. Ya, sangat beresiko dilihat dari sistem kenegaraan kita. Janganlah ditunggu sampai Presiden RI Bapak Jokowi mengagendakan blusuan ke sini dan sekaligus mbawa serta membagi-bagikan kartu sakti gratis. Nanti maki ramai lagi diskusi tentang kartu sakti itu”.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: