'nBASIS

Home » ARTIKEL » CIUM TANGAN

CIUM TANGAN

AKSES

  • 550,950 KALI

ARSIP


http://tse1.mm.bing.net/th?id=OIP.Me1f41779d43ce366b2e338be8a8b7a23o0&pid=15.1&P=0&w=300&h=300 http://tse1.mm.bing.net/th?id=OIP.Me1f41779d43ce366b2e338be8a8b7a23o0&pid=15.1&P=0&w=300&h=300

Ini sebuah dialog tentang cium tangan. Ada yang mengusulkan gerakan nasional cium tangan agar mental bangsa berubah lebih baik. Anda berpendapat bagaimana?

Gellok: Saya lihat di internet banyak sekali foto cium tangan. Banyak sekali.

Sordak: Cium tangan itu sebuah sikap yang mulia. Penghormatan kepada orang-orang yang kita muliakan. Ya itu, seperti yang kau lihat di internet. Jokowi kepada Mega. Ketua-ketua pratai yang lain pun mendapat perlakuan serupa dari para kadernya.

Gellok: Anak-anak juga saya lihat ada fotonya sangat hidmat melakukan cium tangan kepada orang tuanya. Itu yang ditiru oleh mereka-mereka? Bagaimana jika dosen dengan dekan atau rektornya? Lazim diberlakukan juga?

Sordak: maksudmu apa? Cium tangan itu ya baik-baik saja. Sebuah pengormatan. Begitu.

http://tse1.mm.bing.net/th?id=OIP.M26aa81f23a7ddff3a76b9f0ac39a941ao0&pid=15.1&P=0&w=300&h=300

http://tse1.mm.bing.net/th?id=OIP.M26aa81f23a7ddff3a76b9f0ac39a941ao0&pid=15.1&P=0&w=300&h=300

Gellok: Ya, itulah. Anak-anak melakukan cium tangan dengan sangat hidmat kepada orang tuanya.

Sordak: Ah, kau sudah sinis ini. Kalau saya berpendapat, cium tangan ini harus menjadi gerakan nasional. Ini usul lho. Usul. Siapa tahu mental bangsa ini lebih baik ke depan dengan gerakan nasional cium tangan itu.

http://tse4.mm.bing.net/th?id=OIP.Me7973edaa615ea81709b7007bc2f038eo0&pid=15.1&P=0&w=300&h=300

http://tse4.mm.bing.net/th?id=OIP.Me7973edaa615ea81709b7007bc2f038eo0&pid=15.1&P=0&w=300&h=300

Gellok: Jika tujuannya memperbaiki mental bangsa ya aku setuju. Kalau begitu harus masuk menjadi agenda legislasi nasional. Kira-kira nanti naskah akademiknya bagaimana itu? Apa-apa saja yang akan diatur tentang itu dalam UU itu?

Sordak: oh itu hal mudah. Jika pun bukan dalam bentuk UU, nanti bisa dibikin seperti tata cara penyebutan Presiden.

http://tse1.mm.bing.net/th?id=OIP.Ma7b1bdb81f5864ca51593c449fdbcf5ao0&pid=15.1&P=0&w=300&h=300http://tse1.mm.bing.net/th?id=OIP.Ma7b1bdb81f5864ca51593c449fdbcf5ao0&pid=15.1&P=0&w=300&h=300

Gellok: Lupa saya, bagaimana itu tentang tata cara penyebutan kepada Presiden kita. Tolong beri tahu. Nanti saya jadi celaan saat bertemu dengan Presiden tidak melakukan sikap seperti yang sudah diatur. Mana tahu entah kapan saya bertemu presiden.

Sordak: Presiden itu kan berkedudukan tinggi dan terhormat. Di Kemendagri sudah ada aturannya. Presiden RI Yang Terhormat Bapak Jokowi. Begitu kalau saya tak salah.

Gellok: Jika nanati gerakan nasional cium tangan itu menjadi kenyataan, Kementerian mana gerangan yang menggawangi?

Sordak; Bisa Kementerian Penertiban Aparatur Negara. Tetapi entahlah. Itu bukan urusan saya.

Gellok: Tapi iya, saya masih bingung. Apa perlu itu ya? Apa betul gerakan cium tangan nasional yang diatur sedemikian rupa itu akan mampu memperbaiki mental bangsa?

http://tse1.mm.bing.net/th?id=OIP.M9ae248f72001fc8df75d0e1e16ad43b4o0&pid=15.1&P=0&w=300&h=300 http://tse1.mm.bing.net/th?id=OIP.M9ae248f72001fc8df75d0e1e16ad43b4o0&pid=15.1&P=0&w=300&h=300

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: