'nBASIS

Home » ARTIKEL » NEGARA SUDAH MENYERAH KALAH KEPADA BEGAL

NEGARA SUDAH MENYERAH KALAH KEPADA BEGAL

AKSES

  • 568,980 KALI

ARSIP


Kita baca dulu berita ini sebelum bercerita lebih serius:

Polda Sumut Bolehkan Masyarkat Bunuh Begal

istimewa/drc. Kombes Pol Helfi Assegaf.

DINAMIKARAKYATCOM, Medan – Masyarakat Sumatera Utara dibolehkan membawa senjata untuk menjaga diri dari ancaman kejahatan jalanan. Bila perlu dibunuh jika mengancam keselamatan.

Hal ini diinstruksikan Kapolda Sumut Irjen Pol Eko AS melalui Kabid Humas Kombes Pol Helfi Assegaf, terkait maraknya tindak kriminalitas yang terjadi belakangan ini.

Namun masyarakat, lanjut Helfi, tidak dibenarkan membawa senjata tajam (Sajam) dan senjata api (Senpi).

“Boleh saja masyarakat bawa alat pelindung. Kalau masih bawa pentungan atau tongkat masih boleh. Bawa aja kemana pergi selama untuk melindungi diri,” jelas Helfi, Senin (24/8/2015).

Helfi juga mempersilahkan, masyarakat untuk mencelakai pelaku tindak kejahatan jalanan, seperti begal. Bahkan, juga dibenarkan sampai pelaku meninggal.

“Kalau ada yang mepet (begal) tunjang saja. Bila perlu matikan saja. Pelaku juga kebanyakan residivis sabu itu makanya nekat-nekat,” tegasnya.

Sementara, untuk pelaku tindak kejahatan dengan pemerasan yang menjebak korban, kepolisian mengimbau untuk berhati-hati.

Pasalnya, pelaku tak hanya pria, perempuan juga sudah nekat dan mulai marak di Medan. Untuk kasus pemerasan, biasanya mereka bersindikat.

Sindikat seperti ini, terang Helfi lagi, perempuan menggoda dan mengajak korban berkencan. Setelah itu akan datang oknum yang mengaku petugas polisi atau suami si perempuan.

“Hati-hati kalau ada perempuan menggoda dan merayu. Dikhawatirkan nanti kita dijebak dan diperas. Tak cuma di jalanan, dari media sosial mereka juga bisa beraksi,” beber Helfi. (aries).

*******

Berita di atas itu dikutip dari sumbernya: DINAMIKARAKYATCOM. Kita tidak tahu apakah nara sumber slip of the tongue atau medianya yang salah kutip. Tetapi kalau memang begitulah fakta beritanya, maka  luar biasalah awamnya kawan kita ini. Mengapa?

(-) Ini Medan, Bung!!! Tak semua orang faham apa yang dimaksud “begal”;

(-) Dengan pernyataan ini pihak Kepolisian sudah menyatakan kalah kepada penjahat dan tak dapat menjamin perlindungan kepada rakyat. Dampaknya bisa saja sikap dan nilai dorongan besar untuk main hakim sendiri di tengah masyarakat. Orang bisa dibunuh untuk motif lain, tetapi dikonstruk sebagai begal. Bahkan di begal bisa membunuh korbannya dengan leluasa sambil berteriak “ini begal. Ini begal”, setelah menguras habis dompetnya;

(-) Bijaklah Kepolisian, akuilah ini sebagai dampak langsung dari massifnya menggunaan narkoba. Karena itu bertindaklah dengan kstaria menanggulangi masalah dari akarnya. Negara patut dipersakahkan krn selama ini lebih berniat memanjakan pemakai narkoba sambil menikmati keuntungan illegal ketimbang memutus supply narkoba. Negara didirikan untuk melindungi segenap tumpah darah dan bangsa Indonesia agar sekaligus juga mampu berperan menjaga tertib dunia;

(-) Apakah karena pemberantasan terhadap begal tak menghasilkan keuntungan illegal hingga sebaiknya dibiarkan saja menjadi urusan rakyat kendati pun mereka akan saling bunuh?

(-) Be Smart, son !!!

Semoga Indonesia lebih baik.

Shohibul Anshor Siregar

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: