'nBASIS

Home » ARTIKEL » ‘BANDROL’ HUKUM

‘BANDROL’ HUKUM

AKSES

  • 535,471 KALI

ARSIP


hukum
Sesekali rakyat memang melawan kepada pemerintahnya, tetapi saya belum pernah menenmukan catatan tukang beca menjatuhkan walikota, bupati, gubernur dan presiden. Artinya, jika pemerintahan ini baik dan terpercaya, rakyat mana yang berani melawan?

Sebuah media meminta pembacanya memberi komentar atas sebuah masalah yang mereka pilihkan, demikian:

“Berdasarkan data yang ada di Dinas Perhubungan Kota Medan, sedikitnya ada 26.000 becak bermotor yang beroperasional dikota Medan. Namun, dari jumlah tersebut, hanya sekitar 40 persen saja betor yang memang berada diwilayah Medan. Sedangkan sebagiannya atau 60 persen adalah betor dari luar kota seperti, Binjai dan Deli Serdang. Ironisnya, dari jumlah tersebut banyak betor yang beroperasional tanpa memiliki izin speksi dan tidak memiliki kelengkapan surat seperti, STNK, plat polisi dan kartu pengawas”.

Ini komentar saya:

(-) Bukan hanya beca bermotor (betor) saja jenis kenderaan komersil yang berasal dari wilayah lain yang beroperasi di wilayah Medan. Kalau itu sebuah masalah, tentu solusinya tidak mungkin diminta kepada pemilik betor;

(-) Medan adalah wilayah yang hinterlandnya memang Deliserdang, dan berbatasan dengan Binjai. Banyak orang Medan berusaha di Binjai. Banyak pula orang Deliserdang bekerja di Medan, begitu pun sebaliknya. Mobilitas ini sangat lazim. Apa salahnya itu? Betor tidak seperti bus dan angkot (sudaco) yang memiliki trayek. Juga tidak seperti taxi tertentu piaraan orang-orang kuat itu yang diberi keistimewaan beroperasi secara monopoli di wilayah eksklusif tertentu;

(-) Jika keluhannya “mengapa betor ini kebanyakan tidak memiliki surat-surat termasuk STNK”, jawabannya juga tentulah bukan pada pemilik betor itu. Ini hanyalah cerminan hukum. Tukang betor tidak membuat hukum untuk dirinya. Mereka adalah warga negara yang lazimnya akan berusaha sekuat tenaga mengikuti irama hukum, politik dan budaya pemerintah sesuai kemampuan mereka. Sesekali rakyat memang melawan kepada pemerintahnya, tetapi saya belum pernah menemukan catatan tukang betor menjatuhkan walikota, bupati, gubernur dan presiden. Artinya, jika pemerintahan ini baik dan terpercaya, rakyat mana yang berani dan berselera melawan?

(-) Semalam di Jalan Hj Ani Idrus, Medan, seorang pemilik toko menampar petugas berpangkat Aiptu. Namanya Fandi. Mengapa seberani itu seorang pemilik toko? Ia tahu segalanya. Ia cerdas. Mungkin juga ia selalu mampu mengangkangi hukum. Selain itu, parkir berlapis yang membuat macet yang ditegur oleh Aiptu Fandi adalah sesuatu yang tak terjadi dengan sendirinya. Itu pelanggaran yang direstui. Pantas pemilik toko langsung menampar petugas, karena ia pasti akan sulit hidup jika tokonya sepi pembeli.

(-) Jika ada niat memperbaiki negara, lalulintas dapat dan potensil menjadi awalnya. Bekerjalah dengan baik, jangan seperti gambar di atas.

Shohibul Anshor Siregar

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: