'nBASIS

Home » ARTIKEL » RITES OF PASSAGE: PENJARA TRADISI

RITES OF PASSAGE: PENJARA TRADISI

AKSES

  • 540,961 KALI

ARSIP


ngaku-anak-jendral-800x445

|Anak-anak muda itu juga faham bahwa kepolisian yang mereka temukan wakilnya di lapangan, bukanlah lembaga yang sangat suci (I am sorry to say) | Cobalah periksa informasinya, apakah karena mengaku anak Arman Depari lantas pihak kepolisian takut menindak kesalahannya? | Itu bukti integritas yang keropos |

Pagi ini saya baca lead beberapa berita tentang anak-anak sekolah yang sedang merayakan moment usai ujian, dua di antaranya ialah:

“Polresta Medan berencana untuk mengusut insiden siswi SMA yang mengancam personil Satlantas Polresta Medan saat menyetop konvoi lulus-lulusan mereka, Rabu (6/4). Pemeriksaan akan dilakukan dengan menelusuri pemilik mobil jenis Honda Brio BK 1528 IG yang ditumpangi oleh para siswi tersebut saat konvoi berlangsung”. (Medan Bagus)

“Kapolresta Medan Kombes Pol Mardiaz Kusin Dwihananto mengaku, bahwa siswi yang diamankan saat konvoi pada Rabu (6/4/2016) tersebut bukanlah anak Deputi Bidang Pemberantasan Badan Narkotika Nasional (BNN) Irjen Pol Arman Depari”. (Kilas Medan).

Pada akhir berita yang kedua ini disebutkan pula “Polwan dan 2 polantas lain mengatakan akan menindak dan membawa mobil itu ke kantor Satlantas Polresta Medan. Seorang siswi berambut panjang langsung emosi.Siswi itu terus marah dan menunjuk-tunjuk Polantas yang menghentikannya”.

+++++

Alah, alah, alah. Kok begitu serius mengurusi hal enteng-enteng beginian? Mana mungkin orang, terutama pelajar, berbuat seperti itu kalau bukan karena alasan bahwa lembaga kepolisian mereka anggap bisa dimain-miankan? Fakta itu yang menjadi dasar bagi keberanian anak sekolah itu. Karena itu, perbaikilah, jangan karena punya hak memenjarakan anak-anak itu lalu menjaga wibawa dengan cara yang kurang kena dengan akar masalah.

Pendidikan tak pernah berencana secara baik menghadapi aksi corat-coret baju seragam pasca ujian. Apa yang dilakukan selama ini hanyalah ribut saat menyaksikan kenakalan itu.

Ada orang melihatnya dari segi ekonomi. Pemborosan itu, sekiranya baju seragam itu diserahkan kepada orang miskin yang membutuhkan niscaya akan sangat bermanfaat, kata sebagian orang. Tetapi jangan lupa, ini bukan saat yang tepat memberi seruan seperti itu kepada anak-anak muda yang kurang faham merayakan kegembiraan melewati sebuah tahapan penting dalam sejarah kependidikan mereka. Mereka ada pada sebuah “penjara tradisi”.

Tak mampu membuat tradisi baru yang lebih terpuji. Ini sama dengan praktik perpeloncoan yang dilakukan oleh senior kepada junior yang baru masuk. Ada kenikmatan berbuat salah, karena di sana terdongkrak bukan hanya harga diri, tetapi juga kesenangan membanggakan sesuatu. Terlepas nilai dan norma umum menganggapnya salah.

Bagaimana bisa keluar dari “penjara tradisi” ini? Pendidikan jangan panik. Mulailah dari perubahan tradisi di lingkungan dunia pendidikan secara umum. Pendidikan yang tak mengeliminasi praktik-praktik ketidak-jujuran, antara lain misalnya dengan banyaknya kutipan, moralitas kurang terpuji dari banyak tenaga kependidikan, dan bahkan tak sedikitnya pejabat pendidikan struktural yang masuk penjara, dan lain-lain, adalah intervening variable yang signifikan. Kita rubah itu dulu, baru menuntut banyak kepada anak-anak muda itu.

Bukan tidak bisa dikerahkan polisi dengan laras panjang di setiap sekolah untuk membatasi aksi nakal corat-coret itu. Namun apa artinya semua itu, dan jika pun ada orang yang mengaku anak jenderal lalu membentak petugas kepolisian di lapangan saat mereka dihalangi konvoi, itu tak perlu dianggap serius.

Anak-anak muda itu juga faham bahwa kepolisian yang mereka temukan wakilnya di lapangan, bukanlah lembaga yang sangat suci (I am sorry to say). Cobalah periksa informasinya, apakah karena mengaku anak Arman Depari lantas pihak kepolisian takut menindak kesalahannya? Itu bukti integritas yang keropos.

Shohibul Anshor Siregar

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: