'nBASIS

Home » ARTIKEL » KEMAJUAN DAERAH

KEMAJUAN DAERAH

AKSES

  • 557,706 KALI

ARSIP


wilayah-tempur

Sordak Sagala berkata tegas pada diskusi itu: “Ada dua wilayah tempur para legislator asal Sumut yang bekerja di Senayan. Pertama, wilayah tempur konvensional dan kedua wilayah tempur Eklektif”. Gellok mengernyitkan kening, mau tahu apa wilayah tempur itu. Baginya bahasa itu aneh. Apa pakai rudal atau pakai machine gun. Sebelum Gellok tunjuk tangan, Sordak Sagala sudah faham dan melanjutkan penjelasannya.

“Saya sebut wilayah tempur konvensional adalah karena sifat masalah dalam kawasan ini cukup parah, menahun dan sangat complicated. Sudah semacam ciri peyoratif yang selalu menandai stigma Sumut sebagai daerah terbelakang. Di sini, kata Sordak Sagala,   paling tidak  ada 4 masalah penting, yakni:

Pertama, masalah bagi hasil perkebunan. Urusannya di pusat pemerintahan. Saya tidak bisa memastikan, tetapi saya terkesan bahwa setiap gubernur yang berbicara tentang ini selalu masuk bui dengan alasan-alasan yang sangat enteng di mata penegak hukum.

Kedua, infrastruktur. Ini butuh rehabilitasi dan biayanya besar seperti jalan dan energi listrik. Sebetulnya jika diperiksa, Indonesia kita ini, khususnya di luar Jawa,  nyaris belum memiliki jalan buatan sendiri kecuali bikinan Belanda yang dulu menjajah kita dan lebih mereka maksudkan semua itu untuk memperlancar jalannya kepenjajahan mereka terhadap Indonesia.

Ketiga, sengketa lahan. Tak hanya lahan-lahan eks HGU PTP, tetapi juga lahan-lahan persengketaan antara rakyat dan pemerintah dan antara rakyat dan pengusaha. Kepastian hukum tidak jelas. Itu masalah pokoknya. Kata Prof Hasim Purba, kerugian Negara di sekitar masalah ini mencapai 25 Triliun rupiah. Mengapa tak menjadi sorotan penegak hukum? Harap maklum saja.

Keempat, otonomi daerah yang semakin menjelmakan diri menjari resentralisasi. Bayangkan posisi legislator pada era otonomi ini, kata Dr Abdul Hakim Siagian, kurang lebih sebagai pelengkap untuk disebut sebagai dinas daerah. Ini sangat bertentangan dengan asas pemerintahan.

Barulah Gellok memberanikan diri kembali bertanya, sekadar menegaskan: “Keempat masalah itu berat sekali kelihatannya, tuan”.

Sordak Sagala menyambut dengan senyum: “Butuh kesefahaman dan kekompakan 30 orang legislator asal Sumut, ditambah lagi 4 orang anggota DPD. Itu saja tak cukup, apalagi jika Gubernur dan Bupati beserta seluruh walikota di Sumatera Utara tidak memiliki pikiran kreatif”.

Keempat masalah konvensional itu pada intinya merujuk pada fakta kekerasan struktural yang sudah sangat parah dan menyebabkan kemiskinan struktural. Hegemoni dalam neolibealisasi menjadi wadahnya.

Kepemihakan Negara untuk tak sekadar menjadi penonton dalam hiruk-pikuk penguasaan hamper seluruh sistem sumber daya oleh elit yang menyebabkan angka gini ratio yang sangat mengkhawatirkan akibat pertumbuhan bersifat sangat ekslusif, sangat diperlukan. Itu bukan pilihan, melainkan keniscayaan yang ditegaskan secara imperatif oleh konstitusi.

Jika 34 orang putra daerah berjuang di Jakarta, saya yakin hasilnya bisa dibuktikan ke depan. Namun, para wakil rakyat yang memiliki bos masing-masing di partai ini tak selalu bisa diharapkan bertindak seirama dalam memperjuangkan aspirasi daerah”.

“Lalu apa selain masalah yang menjadi wilayah tempur konvensional para legislator itu tuan”, tanya Gellok. “Ini kan kurang lebih terdiri dari masalah-masalah yang berkembang sesuai dinamika dan perubahan yang terjadi”, jawab Sordak Sagala.

“Katakanlah misalnya kejadian bencana di Tanah Karo kemaren yang menyebabkan terganggungnya kehidupan normal para petani di sana yang sudah pasti berdampak bagi masyarakat luas, di tanah Karo maupun di daerah-daerah yang selama ini mendapat supply sayuran dari sana”, tambahnya. “Betul kau Gellok”, jawab Sordak Sagala.

 

 

Shohibul Anshor Siregar
Naskah ini diterbitkan oleh Harian Medan Bisnis,
Senin 3 Oktober 2016, hlm 2

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: