'nBASIS

Home » ARTIKEL » AKSI DAMAI 25 NOPEMBER

AKSI DAMAI 25 NOPEMBER

AKSES

  • 512,716 KALI

ARSIP


15085665_10207628087202201_2570454399214636633_n

| Ahok yang di mata ADNT411 adalah penista agama Islam itu juga adalah (mungkin) sedang dipersiapkan untuk menjadi Presiden RI dengan terlebih dahulu menjadi Wapres pada periode mendatang, sama seperti scenario Pilkada DKI periode lalu | Umat Islam Indonesia yang terwakili dalam ADNT411 tidak mungkin diminta menerima dengan legowo (ihlas), pilihlah Ahok menjadi Presidenmu meski ia pernah menista agamamu dan karena ia sudah minta maaf kepadamu, nikmatilah hidup dibawah pemerintahannya, nanti |

Bagaimana gerakan umat tidak terjadi lagi mengulangi Aksi Damai Nasional Terbesar 4 Nopember 2016 (ADNT411) sebagaimana kini sudah santer diberitakan akan dilakukan kembali tanggal 25 Nopember 2016? Pertama-tama wajib difahami bahwa ADNT411 adalah sebuah keniscayaan menjaga dan mempertahankan kehormatan yang diwajibkan oleh agama. Bukan sesuatu yang dimaksudkan untuk sebuah popularitas. Juga bukan untuk mengendus jalan penelikungan untuk merebut kekuasaan politik apa pun. Tegakkan hukum seadil-adilnya. Hanya itu resepnya.

Diketahui bahwa pasca ADNT411 pemanasan sudah mulai berlangsung semakin intensif secara nasional. Sedangkan respon-respon yang diberikan oleh pemerintah dan lembaga penegakan hukum kelihatannya belum memadai dilihat dari tuntuan ADNT411.  Tetapi masih ada waktu untuk keluar dari permasalahan besar ini. Jalan itu ialah jalan keadilan.

Tentulah dugaan-dugaan rakyat semakin liar saja untuk pada akhirnya tak sulit untuk menjadi merasa sudah tahu alasan mengapa saat ADNT411 Presiden Jokowi sengaja membuat kegiatan dekat-dekat dengan Bandara. Meski Menseskab Pramono Anung menjelaskan bahwa Presiden Jokowi sebetulnya berusaha segera kembali ke istana pada detik-detik diperlukan untuk menerima wakil-wakil umat Islam yang menggelar ADNT411, namun terkendala oleh lalulintas yang padat, tak berapa banyaklah orang yang mempercayainya. Rakyat sudah terlanjur yakin dengan logika yang dibangunnya sendiri bahwa penjelasan Menseskab itu tak masuk akal sama sekali.

Ada juga orang berkata bahwa meski pun saat itu Presiden Jokowi berada di istana, tidaklah pantas beliau menerima perwakilan penyelenggara ADNT411. Mengapa? Sudah jelas ADNT411 meminta penegakan hukum atas kasus penistaan agama oleh Ahok. Domain urusannya sama sekali tidak dapat diintervensi oleh Presiden Jokowi. Argumen ini jelas terbantahkan oleh penjelasan Wapres JK yang juga diulangi oleh Presiden Jokowi di istana maupun di luar istana (saat kunjungan ke PP Muhammadiyah).

Menjelang tengah malam di penghujung ADNT411, setelah tiba di istana, barulah Presiden Joko Widodo memberi penjelasan dan sikap resmi Negara di depan publik. Salah satu hal penting yang dikemukakan oleh Presiden Jokowi ialah posisi ADNT411 dalam sistem demokrasi yang dianut oleh Negara benar-benar sangat terhormat. Apalagi semua berlangsung damai. “Sebagai negara demokrasi kita menghargai proses penyampaian aspirasi melalui unjuk rasa yang dilakukan pada hari ini dengan cara yang tertib dan damai”. Presiden Jokowi tidak lupa mengucapkan terimakasih kepada para ulama, kyai, habaib, ustad yang telah memimpin umatnya yang menyejukkan.

Sekiranya tidak ada niat baik, dan sekiranya ADNT411 memang ditujukan untuk melakukan hal yang tidak mengindahkan nilai demokrasi dan kewibawaan pemerintahan, apalagi ditunggangi oleh entah siapa, sejak awal para ulama, kiyai, habaib, ustaz dan para aktivis penyelenggara akan dengan mudah menyulut kekacauan Nasional. Mereka steril. Tujuan ADNT411 bukan itu, apa pun kata orang tertentu yang berseberangan dengan niat tulus dari arus massa fenomenal dalam sejarah Indonesia itu. Orang-orang yang berseberangan dengan ADNT411 perlu belajar tak hanya bagaimana cara merebut kekuasaan, menikmati posisi penikmat kekuasaan dan mempertahankannya. Mereka sungguh-sungguh wajib belajar menyelami nilai hakiki demokrasi, kejujuran dan keadilan. Mereka wajib naik kelas dari sekadar operator politik yang haus kekuasaan belaka.

ADNT411 juga tidak boleh direndahkan menjadi gerakan memperkokoh posisi dan kepentingan dua pasangan lainnya dalam rivalitas Pilkada DKI. Tidak sama sekali. Itu tidak masuk akal, dan itu menganggap rendah demokrasi. Orang bergerak dengan tidak bertalian sama sekali dengan partai-partai pengusung para kandidat, meski kini umat secara sadar telah lebih cermat mencatat apa yang terjadi dalam partai-partai hingga Indonesia bisa menjadi semakin terpuruk sedemikian buruk dalam agenda demokrasinya yang serampangan dan transaksional. Jika hanya untuk memihaki salah satu dari dua pasangan lainnya dalam pilkada DKI, kita tidak perlu menyaksikan mobilisasi utusan berbagai daerah ke ADNT411 dan tidak masuk akal pula mobilisasi massa besar di hampir semua daerah dengan catatan yang sama tertib, aman dan damai.

Tidak boleh dikecilkan reaksi umat Islam di berbagai Negara yang menyertai ADNT411 dengan semangat yang sama dan dengan tuntutan yang jelas. Mereka memahami ada yang salah dalam logika demokrasi dan penegakan supremasi hukum di Indonesia. Kompatibilitas demokrasi dan ajaran Islam dipertanyakan. Kalau tidak, mengapa penduduk mayoritas muslim mendapat penistaan dan negaranya terkesan marmihim-mihim (berencana lain) untuk mengaburkan masalah dan hal itu dianggap tak masalah. Pada saat yang sama media tertentu di level internasional memang memberitakan secara peyoratif fenomena ADNT411 antara lain dengan tuduhan Jihadis untuk gerakan itu.

Di Indonesia, memang, kini jihad itu sedang kembali diperjuangkan untuk tidak difahami salah setelah dengan kata yang sama Indonesia dimerdekakan dalam perjuangan panjang yang meminta korban besar. Cemburulah dengan fakta ini. Jihad itu kini perlu dipertegas bukanlah kata pantang dalam demokrasi dan kemanusiaan universal. Melawan mereka yang sengaja membelokkan pemaknaannya untuk menyudutkan Islam adalah kewajiban yang nyata bagimumat Islam, dan itu salah satu contoh jihad yang nyata. Banyak terminologi kunci yang suci dalam beragama yang diajarkan oleh kitab suci (al-quran) dimaknai negatif oleh pewacanaan internasional dan ini menunjukkan apa yang dihadapi oleh umat Islam Indonesia tidak sederhana.

Setelah forum ILC yang digelar oleh Karni Ilyas makin jelaslah bahwa sebetulnya bukan cuma para petinggi di daerah yang mengangkat jempol tinggi-tinggi terhadap ADNT411. Ya, bukan hanya Panglima TNI yang secara terus terang memuji gerak massa ADNT411. Gerak massa dari berbagai asal pergerakan menuju suatu titik tertentu di semua daerah, termasuk yang di ibukota Negara Jakarta, aspirasi yang disampaikan dan kalimat yang dipilih untuk mengemas pokok pikiran, semua menunjukkan kedewasaan dan penghormatan kepada demokrasi dan pemerintahan yang sah. Bukankah di daerah-daerah penilaian yang sama disematkan oleh pimpinan puncak pengendali keamanan dan ketertiban kepada ADNT411, tanpa melihat apa agama yang mereka anut?

Ada kecurigaan-kecurigaan soal dana pergerakan. Darimana ADNT411 beroleh dana hingga banyak hal seperti konsumsinya yang melimpah, kesigapannya yang luar biasa dan profesionalitasnya dalam penanganan insiden-insiden tak terhindarkan di lapangan dapat begitu mulus? Aktor yang memanfaatkan ADNT411 dilemparkan ke publik sebagai isyu membingungkan. Sekali lagi, umat Islam dikerdilkan. Biarlah secara jujur semua pihak mencari dan membuktikan itu, umat Islam tak perlu menghalang-halangi. Silakan.

Tetapi sungguh, bukan itu pokok masalah. Sangat tak negarawan dan sangat kerdil masalah-masalah derivatif lainnya yang menjadi reaksi terhadap kasus utama ditonjol-tonjolkan seolah harus dianggap sah untuk mengaburkan kasus penistaan terhadap Islam oleh Ahok. Bukankah kini Buni Yani telah berhasil diposisikan sebagai orang yang seolah kasusnya lebih besar dari kasus penistaan Ahok? Sejumlah aktivis HMI yang dituduh provakator dan kini sudah ditahan oleh pihak Kepolisian, juga bukan masalah pokok. Seiring dengan itu pembelaan-pembelaan terhadap Ahok dengan menyalahkan Buni Yani begitu gencar. Dibohongi surah Al-maidah ayat 51 dengan dibohongi pakai surah Al-Maidah ayat 51 adalah dua hal yang berbeda, dan posisi Ahok adalah hanya menuduh orang yang membohongi pakai surah Al-Maidah ayat 51, bukan menuduh surah Al-Maidah ayat 51 itu membohongi. Orang yang membohongi dalam kaitan ini pun belum tentu ulama, karena menurut pengacara Ahok ada peristiwa pemilukada Belitung Timur tahun 2007. Waktu itu ada selebaran yang isinya menyebutkan mengenai ayat ini dan orangnya tidak diketahui dan hal ini dijadikan bahan gugatan. Buni Yani disebut menjadi orang yang bertanggungjawab soal fakta ini.

Bagaimana Ahok yang melakukan penistaan terhadap Islam tidak menjadi warga Negara paling istimewa di mata hukum, itulah inti masalahnya. Jika semangat meluap-luap mempermasalahkan Buni Yani, ekses ADNT411, aktivis HMI dan lain-lain itu sudah melebihi semangat mengadili Ahok seadil-adilnya sudah muncul, maka pertanyaan serius lainnya segera muncul. Siapa Ahok ini sebenarnya? Jawabannya tak sekadar menjelaskan bahwa ia adalah seorang yang dipasangkan dengan Jokowi dalam pilkada DKI pada periode lalu. Juga tidak cukup dengan menunjuk fakta bahwa setelah Pilpres yang dimenangkan Jokowi-JK dengan sendirinya sesuai aturan main Ahok dilantik menjadi Gubernur DKI dan itu dilaksanakan di istana Negara.

Mungkin akan sedikit membantu pemahaman rakyat bahwa Ahok itu adalah seorang pejabat Negara yang oleh KPK tidak dinyatakan sebagai tersangka karena dianggap tak memiliki niat jahat dalam kasus yang dituduhkan terhadapnya soal keuangan di dalam Pemerintahan Provinsi DKI. Ahok yang di mata ADNT411 adalah penista agama Islam itu juga adalah (mungkin) sedang dipersiapkan untuk menjadi Presiden RI dengan terlebih dahulu menjadi Wapres pada periode mendatang, sama seperti scenario Pilkada DKI periode lalu. Umat Islam Indonesia yang terwakili dalam ADNT411 tidak mungkin diminta menerima dengan legowo (ihlas), pilihlah Ahok menjadi Presidenmu meski ia pernah menista agamamu dan karena ia sudah minta maaf kepadamu, nikmatilah hidup dibawah pemerintahannya, nanti.

 

 

Shohibul Anshor Siregar
Naskah ini pertamakali diterbitkan oleh Harian WASPADA,
Medan 14 Nopember 2016, hlm B7


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: