'nBASIS

Home » ARTIKEL » JIKA AHOK KALAH

JIKA AHOK KALAH

AKSES

  • 538,550 KALI

ARSIP


Ia masih laris manis untuk banyak posisi di bawah pemerintahan Jokowi. Bahkan reshuffle kabinet bisa dipercepat untuknya. Ia bisa Mendagri, Mensesneg, Mensekkab, Mendag dan bisa pula yang lain, misalnya Menko Maritim, Menkopolhukam dan Menko Perekonomian.

Jika Wapres bisa jadi sasaran reshuffle, itu yang ia tuju sebagai terminal sementara. Asalkan jangan menteri dengan prasyarat kecakapan tetentu berdasar keahlian formal melalui pendidikan tertentu atau pendidikan kedinasan seperti hukum untuk Menkumham, polisi untuk Kapolri dan tentara untuk Panglima TNI.

Bagi Ahok semua jabatan itu dapat diraih dengan mudah.Bagaimana jika mencalon Gubernur ke Sumut seperti banyak digadang òleh orang tertentu khususnua dari kalangan agama tertentu? Dia hanya butuh satu prasyarat budaya: diberi marga apa dia? Saya kira Sinagalah ya.

Tiada urgensi mendengar tangisan orang-orang yang sejak beberapa bulan lalu sudah berworo-woro kian kemari membentuk jaringan, Ahok Sinaga didamba. Semua orang itu tak level, jauh di bawah kelas Ahok. Apalagi mereka yang dari kalangan pensiunan, anggota legislatif atau profesional lainnya. Tak bandinglah itu.

Dari kelasnya, provinsi Sumut masih cukup pantas untuk dipimpin oleh Ahok yang kalah di DKI meski APBD jauh lebih kecil.

Pada tahun 2019 bersama Jokowi ia mungkin berpasangan lagi, menjadi cawapres. Mengapa bukan Capres? Harus ada fatsoen, meski keduanya sama-sama faham siapa sebetulnya yang paling profesional, paling layak dan paling pantas menjadi presiden RI di antara mereka berdua.

Lagian, meski pun orang-orang yang berbicara SARA di DKI selalu diteriaki hingga malu atau ketakutan, utk kasus pilpres yang cawapresnya Ahok harus dikecualikan. Mengapa? Ya harus dikecualikan saja.

Dengan begitu hal yang pasti adalah Puan Maharani menjadi susah dipikirkan posisinya karena untuk bertahan pada posisi lama rasanya Jokowi kurang berterimakasih.

Tetapi realitas politik akan sukar menerima Ahok dikalahkan Puan Maharani dalam rivalitas pengorbitan sebagai Cawapres jika Jokowi masih akan diajukan melalui PDI-P.

Atau Jokowi akan pecah kongsi dengan PDI-P? Meski sulit dibayangkan tentu bisa saja terjadi. Kita lihat nawacita cukup membuat pusing dalam implementasi, apalagi Trisakti. Konon lagi akan membuat kebijakan Ekonomi Pancasila yang secara ideologis dan empiris pasti sangat sulit direalisasi di Indonesia dengan fakta postur ekonomi dan orientasinya yang amat neolib menelantarkan gagasan Trisakti.

Akan ada perlawanan taipan utk program pemerataan dan menurut sejarahnya 8 jalur pemerataan Soeharto juga tak begitu sukses sbg pengejawantahan Trilogi Pembangunan (Stabilitas, Pertumbuhan dan Pemerataan). Ekonomi Pancasila inginya keadilan dalam bentuk pemerataan. Taipan mau ikut program nasional anti monopoli dan oligopoli? Hati-hatilah.

Ini sulit. Karena menang atau kalah di DKI Ahok saya kira akan ngotot mengincar kursi Wapres.

Entahlah.

Shohibul Anshor Siregar

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: