'nBASIS

Home » ARTIKEL » DUNIA YANG MAKIN BUTA-TULI

DUNIA YANG MAKIN BUTA-TULI

AKSES

  • 545,402 KALI

ARSIP


slide3

Mereka tak memilih. Mereka hanya dipojokkan

Pagi ini saya menonton sebuah filem melalui youtube. Judulnya “At Five In The Afternoon Samira Makhmalbaf, 2003”. Lalu saya berusaha menyimpulkan, dan berkata pada diri saya sendiri.

Orang tak pernah ingin tahu mengapa tentara dari berbagai negara ada di sini, Afghanistan. Mengapa?

Pidato demi pidato yang disiarkan melalui media mainstream akhirnya memaksa dunia untuk hanya tahu dan hanya ingin mencatat bahwa orang di sini miskin semua karena mereka memang malas, bodoh tak sekolah dan faktanya ada Bin Laden yang sangat jahat. Haruslah dihukum. Haruslah dibunuh. Haruslah dimatikan.

Untuk apa mereka membunuh? Agar dunia nyaman. Agar peradaban berlanjut. Itu kata mereka, dan kau pun sangat percaya itu.

Maka kau cari pulalah panci dan kau temukan itu di negerimu. Ini panci. Itu panci. Di sana ada panci. Di situ banyak panci. Panci. Panci. Panci. Di mana-mana sudah ada panci. Panci siapa itu? Heboh dan menyedihkan.

Tetapi cobalah mereka merendahkan hati dan membukakan fikiran, dan mengambil pelajaran dari Nelson Mandela yang dikucilkan berpuluh tahun segugus Idi Amin, atau mungkin Robert Mugabe dan belakangan tentu Saddam Husain dan Khaddafy yang menjadi peragaan mutakhir tentang kebohongan suara-suara yang dikemas dengan sampul palsu keadilan dan HAM.

Sudiapalah bertanya kepada atok yang mengalami tragedi dari zaman ke zaman ini, dan yang pada akhir hayatnya yang tak lama lagi terpaksa menerima nasib menarik dokarnya sendiri setelah menyaksikan dengan berurai air mata kudanya mati kehausan kelaparan.

Kita tak lagi mewarisi asa dari Adam. Asa Solomon. Asa Jesus. Kita hanya tahu berteriak “kerja, kerja, kerja” sambil merendahkan orang miskin dan orang-orang yang selama berabad-abad dikalahkan.

Kau mungkin hanya pernah membaca lembaran pertama Karl Marx dan merasa sudah tahu pangkal, ujung dan saripati keadilan. Dasar !!!!!

Jika kau hanya pernah melihat sampul buku sejarah Cina, lalu mengapa begitu naif dan buru-buru kau mengatakan Mao Tse Tung itu adalah revolusioner yang menjanjikan kesejahteraan? Dasar !!!!!

Jika kau hanya akan menjadi komprador dan karena itu hanya yakin oleh sebab pernah mendengar cerita butung betapa Barat sudah makmur dengan Growth Theory, lalu mengapa begitu naif menjadi penambah digit saving di rekening Xi Jinping, Donald J Trump dan (meminjam istilah Sri-Bintang Pamungkas) ECI? Dasar !!!!!

Aku sudah sangat muak kau bangga-banggakan Singapura. Mestinyalah kau harus tanyakan kepada Yusof Ishak, ketika Singapura berpisah dari Malaysia pada tahun 1965, atau jauh sebelum itu, jangan sekali-kali kau berguru soal ini kepada Lee Kwan Yew yang tak mengenal dirimu sama sekali. Dasar !!!!!

Saat kau diperdaya dengan demokrasi, secepat kilat kau tanggalkan baju dan celana yang terus saja kau campakkan juga kopiahmu ke tungku perapian karena kau ingin jasmu hanya produk yang terbaik berkilat dengan asesori dasi menghiasi lehermu.

Tak terasakah kau sudah menjadi agen setia untuk darah wargamu yang terhisap detik demi detik? Dasar !!!!!

Tahukah kau apa yang paling kutakutkan? “Ketika anak kecil beroleh pisau, parang dan amunisi. Siapa yang akan dibunuhnya besok pagi?”

slide1

Aku tidak tahu mengapa mereka membenci dan ingin memburu kita semua. Apa salah kita? Apa dosa kita? Mengapa nasib kita harus tergantung kepada mereka?

slide2

Aku merasa dunia ini memang huta tuli. Sayangnya kematian kudaku yang kehausan den kelaparan menyebabkan aku tak lagi dapat berbicara kepada diriku melalui dialog kepadanya untuk lebih meyakinkan pentingnya tetap di jalan Allah.

slide4

Aku akan menjadi Presiden, mengganti Benazir Bhuto. Meski aku tak mendapat jawaban memuaskan dari seorang serdadu Perancis, aku tetap bertekad bahwa seorang yang menjadi pemimpin wajib mementingkan rakyat yang dipimpinnya di atas apa pun.

slide5

Aku hanya serpihan yang mengalami kejadian massif serupa. Empat bulan perjalanan dengan keledaiku tercinta. Berakhirlah di sini. Ya Allah, aku takut lama-lama manusia berubah menjadi binatang.

slide6

Innalillah wa inna ilayhi raajiun. Cucuku yang beliau, kelaparan sejak lahir, dan berakhir saat paling dini. Aku berdosa besar menjadi saksi bagi semua warisan dunia yang tak manusiawi ini. Kembalilah ke tanah, cucuku. Tak ada lagi air mata dari orang-orang yang sudah terlalu sering menyaksikan kelaparan dan kematian di tanah yang kau tinggalkan secara sangat dini ini, cucuku. Saya tetap yakin mewariskan Tuhan kepada orang yang akan datang. Tuhan yang Maha Benar. Tuhan Yang Maha Adil. Allahu Subhanahu Wa Ta’ala.

slide7

Jerome namaku. Aku tentara Perancis, datang ke sini untuk kalian. Presiden saya Chirac. Ketika ditanya, mengapa Chirac bisa menjadi presiden di negaramu? Ia pun menjawab kepada rakyat yang menanyakan:

(-) Saya tak mencampuri urusan politik, saya tenra, Disuruh ke sini ya saya datang ke sini. Saya membawa senjata. Siap memusnahkan kalau tak lebih dulu dibunuh;

(-) Chirac populer. Ia dipilih. Karena tak ada yang akan dipilih selain dia. Hanya itu yang saya tahu

Ask to Mr Google: “At Five In The Afternoon Samira Makhmalbaf, 2003”

Shohibul Anshor Sregar

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: