'nBASIS

Home » ARTIKEL » SASTERAWAN SUMATERA UTARA

SASTERAWAN SUMATERA UTARA

AKSES

  • 568,912 KALI

ARSIP


16830862_10208508148683188_9050151700308832462_n

Pagi ini saya temukan sebuah status yang memuat daftar nama sasterawan Sumatera Utara. Disebutkan sumber yang menjadi acuan pembuatan daftar.

Asyik melihat satu persatu nama itu. Ada yang sudah saya kenal lama, dan ada yang baru saya tahu sebagai sasterawan melalui daftar ini. Informasi yang sangat bagus. Saya yang selama ini jauh dari dunia sastera menjadi tahu dari peta ini.

Sasterawan yang bernama awal huruf A. Sebanyak 56 orang antara lain Abu Bakar Siregar, Ahmad Samin Siregar, Arif Husin Siregar, Ashadi Siregar, A. Zaini Nasution, dan lain-lain. Saterawan yang bernama awal huruf B 11 orang, di antaranya Bakri Siregar, Barus Siregar, Basyral Hamidy Harahap, dan lain-lain. Sastarewan yang bernama awal huru C 3 orang, Chairil Anwar, Choqienk Susilo Sakeh, dan C.M. Nas. Bernama awal huruf D 15 orang diantaranya Damiri Mahmud, Dini Usman, Djohan A. Nasution dan lain-lain. Bernama awal E 3 orang yakni Eddy Siswanto, Edrida Pulungan, dan Ezra Dalimunte.

Bernama awal huruf F 5 orang. Bernama awal huruf G 2 orang. Bernama awal huruf H ialah Hamka, H.B. Jassin dan 13 orang lainnya. Bernama awal huruf I sebanyak 11 orang di antaranya Idris Siregar, Ikhwanuddin Nasution dan lain-lain. Bernama awal huruf J ada Jaya Arjuna dan 8 orang lainnya. Bernama awal huruf K hanya 2 orang. Bernama awal huruf L 6 orang.

Bernama awal huruf M 33 orang Merari Siregar, M. Tantowi Yunus, Muhammad Yamin dan lain-lain. Huruf awal N 7 orang. Huruf awal O hanya Or. Mandank. Huruf awal P 8 orang. Huruf awal R 20 orang di antaranya Ras Siregar, Ridwan Siregar, Riris K. Toha-Sarumpaet dan lain-lain. Huruf awal S 39 orang di antaranya ialah Sabaruddin Ahmad, Sanusi Pane, Sori Siregar, S. Takdir Alisjahbana, Suman HS, Syafwan Hadi Umry, Syaiful Hadi J.L,dan lain-lain. Bernama awal huruf Tsebanyak 8 orang, U 2 orang, W.6 orang, Y 4 orang termasuk Yulhasni, dan yang bernama awal huruf Z sebanyak 7 orang, yakni Zainab Al-Kautsar, Zainal Arifin Aka, Zainuddin Tamir Koto, Zakaria M. Passe, Zakir, Z. Pangaduan Lubis, dan Zuliana Ibrahim.

Jadi jika jumlah berdasarkan huruf awal nama adalah 56, 11, 3, 15, 3, 5, 2, 13, 11, 9, 2, 6, 33, 7, 8, 20, 39, 8, 2, 6, 4, 7, berapa orang keseluruhan? Sedikit ya. Barangkali masih ada yang belum dicatat.

Setelah membaca, saya memiliki 6 catatan khusus sebagai berikut:

Pertama, saya tidak tahu untuk sasterawan dari etnis lain apa tak dianggap lebih bagus meniru gaya standard penulisan yang umum, yakni mengedepankan nama keluarga. Namun untuk orang bermarga (Mandailing, Angkola, Toba, Simalungun, Karo, Dairi) sudah pasti lebih baik rasanya menempatkan namanya di belakang marga, sehingga kira-kira beginilah:

Aritonang, Diro.
Batubara, Arie F
Harahap, Abdul Rahim
Kaban, Ali Rahman
Loebis, A.A.
Marpaung, Darius
Nasution, Ahmad Parmonangan
Pane, Armijn
Rangkuti, Bahrum
Siregar, Ahmad Samin
Tamba, Arie M.P.

Tentu ada pengecualian bagi mereka yang sudah menyatakan penyamaran seperti Syaiful Hadi yang di dalam daftar ditulis Syaiful Hadi J.L. (Lubis), Danil Eneste dan Pamusuk Eneste yang menurut dugaan saya mereka adalah Nasution (Eneste:NST:Nasution).

Kedua, nama-nama yang ada dalam daftar ini disebut untuk lingkup Sumatera Utara, tentu kriterianya jelas:

(1) Lahir di Sumatera Utara, pernah tinggal dan berkarya di Sumatera Utara seperti misalnya Abdul Rahim (Mihar Harahap, Medan, 1958);

(2) Lahir di daerah lain tetapi pernah tinggal dan berkarya di Sumatera Utara seperti Yulhasni (Payakumbuh, 1972).

(3) Mungkin saya salah, tetapi H.B. Jassin tidak masuk dalam kaegori mana pun. Entaahlah, Pertanyaan serupa mungkin juga terbuka untuk kedua Pane putera dari Soetan Pangoerabaan Pane: Sanusi dan Armijn.

Saya tidak tahu persis, tetapi sepengetahuan saya putera asal Pematang Siantar Cintaku di Kampus Biru Ashadi Siregar dan lain-lain juga tidak dikenal sebagai sasterawan Sumatera Utara, mungkin memang di Sumatera Utara hingga menamatkan SMA lalu kemudian pindah ke perantauan dan baru memulai karyanya di tanah perantauan itu.

Ketiga, saya tak tahu selama ini bahwa M. Solly Lubis yang saya kenal sebagai ahli hukum tatanegara juga seorang saterawan, begitu juga dengan T Mulya Lubis (jika yang dimaksudkan ialah Todung Mulya Lubis). Tentu, seperti saran yang saya temukan dalam komentar di atas, dalam catatan lengkap terhadap mereka nanti akan ada data karya sastera mereka.

Keempat, Jusuf Sou’yb. Nama resmi yang dituliskan dalam setiap karya beliau adalah Joesoef Sou’yb. Memang dibaca Yusuf Su’aib.

Kelima, saya tak menemukan sejumlah nama besar dalam daftar yang diberikan, seperti:

(1) Willem Iskander penulis karya monumental “Si Boeloes-boeloes Si Roemboek-Roemboek” berbahasa Mandailing itu. Tidak ada dalam daftar.

(2) Soetan Pangoerabaan Pane (ayah Lafran Pane, Armijn Pane dan Sanusi Pane) yang karya-karyanya pernah menjadi sorotan khusus Antropolog Belanda Susan Rodger karena dianggap sangat berperan mengawal transisi di Tapanuli. Tahun 1930-an malah sudah memiliki sebuah percetakan di Sipirok. Sekarang tak mungkin membayangkan percetakan sebesar itu di tempat yang sama. Namanya tidak ada dalam daftar.

(3) Mohammad Said pendiri Harian Waspada dan penulis banyak buku, essay dan lain-lain. Tidak saya temukan namanya dalam daftar.

(4) Tentu juga T Luckman Sinar yang namanya tidak ada dalam daftar membuat saya ragu tentang pemahaman saya tentang sastera itu. Masuk kategori saterawan atau tidak ya beliau ini?

Apa pertimbangannya gerangan?

Saya juga tak menemukan jawaban tentang status orang yang tulisannya sering saya baca tetapi tak ada dalam daftar Fadmin Malau Malau danMaestro Sihaloho).

Saya juga tak menemukan nama Monang Naipospos yang karya-karyanya yang sudah dibukukan dan diterbitkan oleh penerbit terkenal di negeri ini (Situriak Na Uli), dan pernah saya terima langsung 1 eksemplar dari beliau. Tidak ada dalam daftar.

Saya juga tak faham apakah seorang penulis yang cerbungnya cukup panjang pada Harian Sinar Pembangunan (Lahmuddin Bakry Nasution) sekitar tahun 1980-an (Andi Nasution mohon ingatkan kita-kita) tidak termasuk kategori Sasterawan, begitu juga penulis cerbung Pariban dari Bandung pada Harian Sinar Pembangunan Indonesia.

Bersihar Lubis tidak masuk kategori sasterawan sehingga namanya tidak ada dalam daftar?

Atau semua nama itu menggunakan nama samaran seperti kebiasaan lama sehingga nama samaran itu yang dituliskan?

Keenam, jika diperbandingan sangat sedikit jumlah perempuan dibanding lelaki. Ini fakta atau kegetolan menginventarisasi yang kurang?

Satu lagi, apakah yang dimaksud Parakitri T Simbolon itu adalah penulis dari Litbang Kompas? Ramadhan Pohan yang dimaksud dalam daftar ini apakah politisi dari Partai Demokrat yang pernah mencalon sebagai Walikota Medan? Memang sasterawan beliau ini atau sekadar jurnalis?

Pernahkah kedua orang ini tinggal di Sumatera Utara dan berkarya di sini? Setahu saya mereka hanya lahir di sini dan mungkin sekolah hingga SMA setelah tu sudah di perantauan dan berkarya di sana.

Teruslah berkarya.
Berkaryalah terus.

 

Shohibul Anshor Siregar

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: