'nBASIS

Home » ARTIKEL » HADIAH SEPEDA

HADIAH SEPEDA

AKSES

  • 535,471 KALI

ARSIP


Slide1

Selama menjadi teman satu kost sejak menjadi mahasiswa lebih dari 3 tahun lalu, entah sudah berapa episode dialog yang melukiskan ketegangan pikiran antara Gellok dan Sordak. Pagi ini, sambil sarapan, Gellok memulai pembicaraan, dan endingnya, seperti biasanya, juga tak “damai”, jika istilah yang sangat lazim diobral belakangan ini bisa dipinjam.

Memulai pembicaraan, begini kata Gellok: Marhaen itu rupanya singkatan dari tiga nama Marx (Karl Marx) yang diambil tiga huruf saja (Mar), Georg Wilhelm Friedrich Hegel (Hegel) yang diambil huruf H saja dan dituliskan sebagaimana seharusnya membacanya menurut cara Indonesia, yakni HA, dan Friedrich Engels (Engles) yang diambil dua huruf awalnya saja yakni EN. Jadilah Marhaen.

Slide2

Hal seriusnya bagiku ialah siapa itu Karl Marx, siapa itu Hegel dan siapa itu Engles. Menjadi sangat sulit bagi saya mencerna karena belakangan Bung Karno meneriakkan ajaran Nasakom (Nasionalisme, Agama dan Komunis). Bingung aku. Bingung.

Memang ada cerita lain. Bung Karno bilang Marhaen itu adalah sebuah nama untuk seorang petani yang mandiri di lahan sendiri dengan penghasilan yang nyaris tak cukup untuk menghidupi isteri dan keempat orang anaknya (di Jawa Barat). Bung Karno juga akhirnya bilang bahwa Marhaen itu adalah faham yang kemudian disebut sebagai Marhaenisme, sebuah bentuk metamorfosis Marxisme yang diterapkan khas Indonesia.

Slide3

Bagaimana pendapat Anda, Sordak? Aneh dan misterius kurasa. Pantaslah kalangan anti komunis, khususnya kalangan agamawan, di Indonesia sangat menolak kebangkitan kembali komunis di Indonesia akhir-akhir ini.

Slide4

Sordak: Aku tahu penjelasan semua itu, dan kalau kujelaskan nanti Anda jangan merasa ini itu ya. Ini serius. Sesuatu yang Anda selama ini sama sekali tidak tahu dan tidak mau tahu hanya karena fanatisme butamu yang menonjol sekali dan tak karu-karuan plus kuno.

Kalau aku jelaskan nanti aku takut Anda, seperti biasanya, hanya secara naif akan menuduh “ah itu Orde Baru” dan Anda sendiri tak tahu mau bicara apa tentang Orde Baru kecuali pada zaman itu ada pembubaran PKI dan pelarangan ideologi Komunisme, Marxisme, Leninisme, TAP MPRS No. XXV/1966 itu dengan tegas menyatakan bahwa sejak saat itu PKI sebagai Partai Politik dinyatakan dibubarkan dan Marxisme-Leninisme sebagai ideologi yang diklaim sebagai ideologi PKI dinyatakan sebagai ideologi terlarang.

Kurasa Anda tak pernah tahu dan tak pernah mau tahu bahwa TAP MPRS No. XXV/MPRS/1966 dengan tegas menyatakan begini:

(1) Bahwa faham atau ajaran Komunisme/Marxisme-Leninisme pada inti hakekatnya bertentangan dengan Pancasila.

(2) Bahwa orang-orang dan golongan-golongan di Indonesia yang menganut faham atau ajaran Komunisme/Marxisme- Leninisme, khususnya Partai Komunis Indonesia, dalam sejarah Kemerdekaan Republik Indonesia telah nyata-nyata terbukti beberapa kali berusaha merobohkan kekuasaan Pemerintah Republik Indonesia yang sah dengan jalan kekerasan.

Karena itu dinyatakan perlu mengambil tindakan tegas terhadap Partai Komunis Indonesia dan terhadap kegiatan-kegiatan yang menyebarkan atau mengembangkan faham atau ajaran Komunisme/Marxisme-Leninisme itu.

Belum lagi kalau akan aku jelaskan pokok-pokok pikiran Karl Marx, Hegel dan Engles. Anda pasti kelimpungan. Saranku gini ajalah, Anda kalau punya duit pergilah ke Jerman. Anda kunjungi dulu tiga rumah di sana yang kini menjadi museum bagi tiga tokoh yang konon dijadikan Bung Karno sebagai inspirasi bagi perumusan ideologi MAR (X) H (A) EN itu.

Soal Anda tak tahu bahasa Jerman itu bukan urusan aku ya. Aku juga gak tanggung jawab jika Anda di sana bertemu dengan begu (hantu) Marx, Hegel dan Engles. Makin tak tanggungjawab aku jima begu ketiga orang itu terus mengikuti Anda kembali ke sini.

Eh, Gellok, kira-kira kalau begu si Karl Marx minta marga, marga apa yang cocok? Mana tahu kan? Cemburulah Hegel dan Engles. Marga apa pula kedua begu itu cocoknya?

Nah, aku tak mau menjawab Anda, Gellok. Rugi aja kurasa. Gak selera aku. Tetapi mohon jelaskan dulu satu hal. Kalau sekiranya aku jawab tuntas seluruhnya, dikasih hadiah apa aku? Sebuah sepeda?

Ha ha ha ha

 

Shohibul Anshor Siregar

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: