'nBASIS

Home » ARTIKEL » KPK SIAP DIGANDENG TUNTASKAN PAPAN REKLAME

KPK SIAP DIGANDENG TUNTASKAN PAPAN REKLAME

AKSES

  • 564,592 KALI

ARSIP


17757502_10208783854335657_3941388045761593654_n

Dari judul berita ini dapat disimpulkan bahwa masalah kesemrawutan papn reklame (di kota Medan) bukanlah program khusus yang sedang menjadi sorotan KPK selama kebetahannya bertahan lama di sekitar daerah ini. Judul itu saya kira dipetik dari jawaban spontan dari orang KPK atau yang dapat dikatakan mewakili policy KPK saat ini.

Semua sudah lama mengetahui dugaan aspek lack of fairness (kurang fair) dalam bisnis reklame di kota Medan. Itu sudah lama. Dimensinya juga sebetulnya terkait dengan aspek-aspek yang luas seperti regulasi, persaingan usaha, rasionalitas dalam tata kota, rasionalitas sumbangan real terhadap PAD dan lain-lain.

Kasus-kasus menahun seperti ini membutuhkan sebuah pendekatan yang sifatnya merontokkan kebiasaan lama yang dianggap buruk dan menghadirkan konsep baru yang berintikan good governance and clean government serta transparansi yang mengikut di dalamnya.

Memang jika dibandingkan dengan tangkapan OTT belakangan ini, jika ia akan menangani kasus papan reklame kota Medan, sama sekali tidak akan menjadi keheranan public. Kasus ini malah bisa dikelaskan lebih tinggi dari nilai kasus yang dituduhkan kepada Ketua DPD Irman Gusman.

Saya melihat masyarakat relative masih ingin percaya kepada KPK sembari menunjukkan ketidak-percayaannya kepada lembaga penegak hokum konvensional. Mengapa? Jika masyarakat menilai dalam kasus papan reklame kota Medan ada masalah, mengapa pandangan yang sama tidak ada di dalam Kepolisian dan Kejaksaan? Jika masyarakat menilai hanya KPK-lah yang mampu menuntaskan ini, maka sekaligus masyarakat sudah member stempel kepada lembaga penegakan hokum konvensional sebagai berkinerja buruk.

Tetapi KPK wajiblah hati-hati. Jangan terjebak arus emosionalitas masyarakat yang dapat membawanya menjadi lembaga yang hanya menyoroti kasus-kasus kecil saja. Jika KPK mau berkeringan di Sumatera Utara, mengapa ia tak langsung masuk ke kasus-kasus besar? Apa harus diajari? Atau betul-betul KPK tak tahu peta kasus besar di Sumatera Utara? Jika ada pengakuannya secara jujur bahwa ia sama sekali tidak tahu, secara sukarela kita ingin beri gambaran umum kepada mereka.

Sangat disayangkan jika KPK itu mendapat dukungan penuh dan luar biasa dari orang-orang (masyarakat) yang tak tahu apa-apa tentang hakekat korupsi itu. Kita tak mau sia-sia memiliki lembaga superbody dengan anggaran dan kewenangan besar namun produktivitasnya sangat tak menggembirakan.

17760009_10208785450175552_1024815611646775231_n
Satu lagi: sejak sore ini beredar berita beberapa orang dari sebuah SKP kena OTT dan fotonya viral sedemikian rupa. Kejadian OTT itu usai tsk mengikuti sosialisasi anti korupsi di kantor Gubsu. Saya membuat status tentang kasus ini di FB. Begini narasi yang saya buat untuk itu:

“Foto ini beredar dlm pemberitaan OTT siang tadi di Medan. Saya sama sekali tak tertarik kasusnya. Melainkan ekspresi 3 orang ini. Bapak yang berkacamata saya lihat mencerminkan perasaan “ah lucu ini. lucu”. kurang lebih begitu menurut saya.

Lalu seseorang yang dengan penuh kuasa meletakkan tangan kirinya ke pundak bapak yang berkacamata dan kelihatannya seperti akan mencengkeram begitu. Apa filosofinya gerangan?

Lalu apa yang dapat terceritakan dari wajah orang ketiga yang menjulurkan tangan kiri sedang memegang map itu? Perhatikan wajahnya. Ia mungkin anak buah dari bapak pencengeram yang berpostur tinggi besar itu. Apakah ia sedang berkata “hei, ini kasusmu ada di dalam mamp. kau pegang sendiri nah”.

Dikhabarkan OTT ini terjadi usai sosialisasi di kantor gubsu. jadi siang, Kesimpulan sementara saya, korupsi itu tak identik dengan yang digrusu-grusukan oleh mereka-mereka ini. Belum ada rasanya yang bekerja oada substansi.

Tapi ialah, Presiden sudah menunjukkan contoh begitu ketika di Kemenhub ada transaksi puluhan juta dan Presiden langsung datang ke sana. Di sanalah beliau berkata “pungli Rp 10.000 pun akan saya kejar”

Apa yang dapat disimpulkan? Berfikirlah KPK.tentang fenomena ini.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: