'nBASIS

Home » ARTIKEL » Dr M 92 TAHUN

Dr M 92 TAHUN

AKSES

  • 729,160 KALI

ARSIP


dra

Dr M adalah tokoh yang dulu pernah memiliki obsesi yang sama dengan pemerintahan Indonesia di bawah Perdana Menteri Mohd Natsir khususnya dalam pemberdayaan pribumi. Pada zaman itu dikenal kebijakan Ekonomi Benteng setelah rangkaian kebijakan sebelumnya seperti nasionalisasi aset dan lain-lain. Ekonomi Benteng bertujuan untuk menumbuhkan sumberdaya pribumi dalam ekonomi yang sayangnya tidak beroleh dukungan luas dari politisi-politisi nasional.

Sembilan puluh dua tahun usianya. Tun Dr Mahathir Mohammad (Mr M) kini bertekad maju kembali menjadi calon Perdana Menteri. Ia adalah perdana menteri yang pernah menjabat antara tahun 1981 sampai dengan 2003 (16 Juli 1981-10 Mei 1982, 10 Mei 1982-3 Agustus 1986, 3 Agustus 1986-Oktober 1990, Oktober 1990-24 April 1995, 24 April 1995-29 November 1999, dan 29 November 1999-31 Oktober 2003). Empat partai yang berkoalisi mendukungnya ialah Partai Pribumi Bersatu Malaysia pimpinan Dr M sendiri, Partai Keadilan Rakyat di bawah komando Wan Azizah Wan Ismail (istri mantan Wakil Perdana Menteri Anwar Ibrahim), dan Partai DAP dan Amanah.

Malaysia menjuluki semua perdana menterinya dengan sebuah ungkapan yang menggambarkan core kinerja masing-masing. Tunku Abdul Rahman yang menjabat antara tanggal 31 Agustus 1957 hingga 22 September 1970 dijuluki Bapak Kemerdekaan dan juga Bapak Malaysia. Tun Abdul Razak (22 September 1970- 24 Agustus 1974) Bapak Pembangunan. Tun Hussein Onn (14 Januari 1976-16 Juli 1981) Bapak Perpaduan. Tun Abdullah Ahmad Badawi (31 Oktober 2003-3 April 2009) Bapak Pembangunan Modal Insan. Dato’ Sri Mohd Najib Tun Abdul Razak (putera dari Perdana Menteri Malaysia kedua) yang menjabat sejak 3 April 2009 dijuluki Bapak Transformasi. Sedangkan Dr M yang menjabat selama 6 periode itu berjuluk Bapak Pemodernan.

Tak terkecuali Perdana Menteri pertama Tun Abdul Rahman, semua perdana menteri Malaysia adalah tokoh-tokoh terkemuka yang maju dari kolaborasi partai dengan komponen utama UMNO (United Malays National Organisation, Organisati Nasional Malaysi Bersatu) yang dibentuk pada tahun 1946. Konon setelah Perang Dunia Kedua, Inggeris (yang menjajah Malaysia) ingin kembali lagi ke Malaya, gerakan penentangan dikobarkan untuk tujuan kemerdekaan.

Gerakan ini mengambil bagian untuk menentang rencana Inggeris yang maju dengan konsep Malayan Union. UMNO terbentuk setelah rangkaian kongres Melayu di negeri itu, dan pada Kongres Melayu Ketiga, di Johor Baru, peresmian pendirian UMNO ditetapkan dengan Ketua pertama Datuk Onn Jaafar. Pada Kongres ini ada 3 usul yang beroleh kesepakatan besar, yakni mendirikan Perserikatan Nasional Melayu Bersatu, menolak organisasi Malayan Union bentukan Inggeris,  dan mengadakan derma pelajaran nasional Melayu saja.

Pada mulanya gerakan yang melatari pendirian UMNO memang orisinal pribumi dengan sebuah pembatasan anggota pada suku Melayu saja. Onn Jaafar kemudian berusaha mengubah kebijakan dan nama partai ini, namun ia benar-benar ditolak. Akhirnya Onn Jaafar memilih mengundurkan diri sebagai sebuah tanda protes.

Rasanya ada beberapa hal yang mesti dicatat oleh dunia dari Pemilu Malaysia bulan depan. Pertama, bahwa dengan usia 92 tahun dan dengan masa jabatan terlama sepanjang pemerintahan Malaysia (lebih dari 5 periode), Dr M mungkin adalah seorang politisi tertua yang kembali ke gelanggang. Dunia harus mencatat itu. Usia ini kerap menjadi sasaran kritik dari lawan-lawan politik Dr M. Tetapi ia menanggapinya ringan-ringan saja. Misalnya, ketika sebuah dialog pada sebuah televisi seorang lawan politik yang berusia masih cukup belia menentang seolah tiada lagi politisi mumpuni Malaysia yang mampu untuk menjadi perdana menteri, dan kritik itu sekaligus menyasar model kaderisasi yang dilakukan pada partai-partai oposisi.

Dr M yang akhirnya hadir dalam dialog diberi kesempatan berbicara dan menegaskan bahwa kondisi fisik dan apalagi intelektualnya tak usah diragukan. “Saya memiliki kebiasaan hidup dan kebiasaan intelektual yang membuat saya inshaa Allah tetap akan mampu memenuhi tugas terberat sekali pun dalam pemerintahan. Ada sebuah panggilan yang membuat tokoh tua ini harus hadir untuk bangsa. Selamatkan Malaysia”, tegasnya dengan senyum khas yang berwibawa.

Kedua, dunia juga boleh mencatat bahwa Dr M adalah tokoh Asia yang secara tegas memiliki resep untuk keluar dari kerumitan tatanan ekonomi baru dunia yang menempatkan hegemoni China yang seolah sebuah keniscayaan yang begitu suprematif. Diketahui tak cuma di sekitar Asia, bahkan di Afrika juga telah dirasakan ekspansi China yang begitu dahsyat dan meniscayaan bentuk penjajahan baru melalui permainan modal dan investasi.

Semua tokoh politik dari oposisi Malaysia umumnya sangat yakin bahwa arus modal China, tak terkecuali di Malaysia, adalah bentuk penjajahan gaya baru. Melalui Investasi China ditempuh modus bahwa umumnya tak pelak bahwa tujuan investasi ditilik dari sejumlah karekteristik, yakni negara tujuan investasi adalah negara yang banyak korupsi dan memerlukan banyak uang untuk membangun sambil mencari keuntungan besar. Kedua, negara tujuan investasi itu sebaiknya harus kaya dengan sumberdaya mineral. Ketiga, negara yang menjadi tujuan investasi itu mestinya memiliki pelabuhan strategis atau pulau-pulau yang strategis. Ini sesuai dengan rencana besar China dengan One Belt One Road (OBOR). Srilanka adalah salah satu negara yang sudah mengalami akibat buruk dari investasi China ini.

Ketiga, Dr M adalah pemimpin politik yang memiliki banyak “musuh” selama ia berkuasa namun hampir semua tokoh terpenting bahkan yang pernah “disakitinya” menyatakan bergabung menentang petahana Dato’ Sri Mohd Najib Tun Abdul Razak yang berkuasa sejak tahun 2013 yang lalu. Isyu apa yang mempersatukan para seteru lama? Tagline “Sayangi Malaysia” secara implisit sebetulnya dapat mengurainya. Bahwa Malaysia kini merasa maju dan boleh jadi dijuluki sebagai truly Asia, namun dalam banyak hal tak begitu menyenangkan terutama di mata oposisi.

Oposisi menohok filosofi pembangunan yang tak memandirikan kekuatan nasional dan bahkan memupuk ketergantungan. Juga sejumlah kasus besar yang ditengarai bertalian dengan keuangan negara. Para oposan sangat mengkhawatirkan neoliberalisasi yang semakin tak mementingkan nasib rakyat dan semua dianggap bertumpu pada peran kuat Perdana Menteri yang sedang berkuasa.

Media di luar Malaysia misalnya banyak memberitakan tentang ketidak-becusan dalam mengelola pembiayaan negara. Meski pun berita-berita semacam itu sangat minim diberitakan oleh media domestik, para oposan di Malaysia tidak pernah berhenti melakukan pengumpulan data mensharenya untuk konsumsi publik.

Keempat, Dr M adalah tokoh penting UMNO yang keluar dari partainya, menurut pengakuannya, karena UMNO itu sendiri telah melenceng dan lebih banyak digunakan untuk memuasi keinginan para petingginya sambil mengawetkan kekuasaan yang korup. Tentu ia bukun satu-satunya dalam kasus ini, sebab dalam barisan oposisi berbilang tokoh melakukan langkah yang sama dan semua menyatakan alasan yang sama (tak rela negara disalaharahkan).

Kelima, prospek Malaysia ke depan tak luput dari sorotan publik. Bagaimana pasca Dr M sekiranya nanti ia memenagi pemilu? Sejumlah tokoh kuat yang kini berada pada barisan oposisi di bawah koalisi Pakatan Harapan tampaknya tak akan mengalami kesulitan. Di sana ada tokoh-tokoh kuat seperti Dato Anwar Ibrahim (mantan Wakil Perdana Menteri yang tanggal 8 Juni 2018 mendatang akan keluar dari penjara “politik”), mantan Menteri Besar Kedah Mukhris Mahathir (putera Dr M sendiri), Timbalan Presiden PKR Datuk Seri Dr Mohamed Azmin Ali yang kini menjabat Menteri Besar Selangor,  Timbalan Presiden Umno Tan Sri Muhyiddin Yassin, Presiden Amanah Mohamad Sabu, dan lain-lain. Mereka banyak stok.

Bagaimana reaksi dari pemerintahan berkuasa? Datuk Abdul Rahman Dahlan dari Kantor Perdana Menteri menyebut keputusan Pakatan Harapan tersebut sebagai “tragedi dan memalukan”. Jika koalisi partai pengusung Dr M menggunakan isyu korupsi sebagai salah satu keprihatinan Ma;aysia hari ini, isyu yang sama juga digunakan oleh penguasa untuk menohok Dr M. “Akhirnya HARAPAN memilih seseorang yang pernah digelar mereka sebagai individu paling korup di Malaysia sebagai (calon) perdana menteri. Betapa memalukan”, kata Abdul Rahman Dahlan.

Dr M juga diselidiki karena dituduh memfitnah Jaksa Agung melalui kritiknya terkait dakwaan korupsi atas Perdana Menteri Najib Razak. Dr M antara lain menyebut penunjukan Jaksa Agung Mohamed Apandi Ali berlangsung secara tidak tepat. Menurut Dr M, Apandi tidak punya kredibilitas setelah memutuskan PM Najib Razak bersih dari dakwaan kriminal ataupun korupsi terkait dengan rekening pribadinya sebesar Rp10 tirliun. Kepala Polisi Negara Malaysia, Inspektur Jenderal Polisi, Khalid Abu Barak, mengaku telah menerima sejumlah laporan atas tuduhan Dr M dan menegaskan akan segera memulai penyelidikan.

Dr M adalah tokoh yang dulu pernah memiliki obsesi yang sama dengan pemerintahan Indonesia di bawah Perdana Menteri Mohd Natsir khususnya dalam pemberdayaan pribumi. Pada zaman itu dikenal kebijakan Ekonomi Benteng setelah rangkaian kebijakan sebelumnya seperti nasionalisasi aset dan lain-lain. Ekonomi Benteng bertujuan untuk menumbuhkan sumberdaya pribumi dalam ekonomi yang sayangnya tidak beroleh dukungan luas dari politisi-politisi nasional.  Dengan nama New Economic Policy (NEP), kebijakan ekonomi baru Malaysia yang dimulai dengan Rencana Malaysia Kedua (1971-1975), dan berlangsung hingga Rencana Malaysia Kelima (1986-1990), memiliki tiga tujuan utama, yaitu untuk: pertama, mencapai kesatuan nasional, harmoni dan integritas; kedua, perombakan atau restrukturisasi sosio-ekonomi (masyarakat); ketiga, meminimalkan tingkat kemiskinan.

NEP disusun sebagai strategi yang mencakup dua cabang simultan untuk memberantas kemiskinan bagi semua orang Malaysia serta mengurangi dan kemudian menghilangkan identifikasi ras berdasarkan fungsi ekonomi dan lokasi geografis. Kebijakan tersebut juga berusaha mencapai tujuannya melalui ekspansi ekonomi yang cepat dari waktu ke waktu dan menetapkan targetnya secara substansial mengurangi kemiskinan absolut pada tahun 1990 melalui kebijakan perbaikan agresif status ekonomi dan kualitas hidup warga Malaysia. Beberapa hal yang menonjol di antaranya kebijakan yang memberi akses pertanahan, moodal fisik, pelatihan dan fasilitas umum lainnya. Dengan sendirinya pada saat bersamaan kebijakan ini juga menggiatkan distribusi kesempatan yang lebih adil untuk berpartisipasi dalam kegiatan ekonomi yang secara historis memiliki kaitan dengan penjajahan negeri itu.

Bagaimana peluang Dr M? Institut Darul Ehsan melalui hasil surveynya bulan Maret lalu mengumumkan sebuah gambaran prospek yang bagus bagi Dr M. Responden mengunggulkan Dr M dengan angka popularitas sebesar 61 persen. Dukungan ini bervariasi di antara kelompok etnis di Malaysia. Melayu 57 persen, Cina 72 persen dan India 61 persen. Konsistensi ini juga terkonfirmasi tak begitu berbeda di antara partai-partai.

 

Shohibul Anshor Siregar.
Naskah ini pertamakali diterbitkan oleh Haran WASPADA
Medan, 23 April 2018, hlm B7


1 Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: