'nBASIS

Home » ARTIKEL » SURAT KEPADA OPOSISI INDONESIA

SURAT KEPADA OPOSISI INDONESIA

AKSES

  • 729,151 KALI

ARSIP


Gambar mungkin berisi: orang duduk, tanaman dan luar ruangan

Dengan konstitusinalitas prima pergi dan jauhilah sumbu kekuasaan. Jangan takut berada di seberang. Dari sana kau akan dapat melihat sejelas-jelasnya kerangka, tindak-tanduk dan akumulasi dosa kekuasaan.

Yth.Saudara Partai Oposisi

Sikap [1] itu sangat penting, dan harganya mahal. Sikap memungkinkan tumbuh suburnya martabat [2]. Sikap itu mawas diri. Sikap itu politik, karena politik itu adalah sikap. Sikap tak pernah melahirkan perasaan cengeng, kesepian, apalagi gentar. Sikap itu hanya ada pada orang-orang kstaria.

Dengan konstitusinalitas [3] prima pergi dan jauhilah sumbu kekuasaan. Jangan takut berada di seberang. Dari sana kau akan dapat melihat sejelas-jelasnya kerangka, tindak-tanduk dan akumulasi dosa kekuasaan.

Hantamlah itu. Beri rakyat bukti bahwa kau tidak dungu, tidak naif, tidak ewuh pakewuh dan tidak toleran terhadap penyimpangan, apalagi disain kesalahan.

Lima tahun itu hanya sekejap. Maka kampanyelah kau sepanjang hari, sepanjang pekan, dan sepanjang bulan dalam setiap tahun yang terus berganti hingga saatnya bukti-bukti yang kau berikan kepada rakyat berakumulasi menjadi kekuatan kebenaran pendobrak.

Kau akan benar dalam oposisionalitasmu [4] jika kauterus marah. Marah kepada kezaliman. Marah kepada ketidakadilan. Marah kepada ketidakberdaulatan.

Rakyat akan menyanjungmu jika kau berjuang terus bersama mereka.

(-) Pastikan tidak ada agenda memberi kesempatan kepada siapa pun menjadi presiden seumur hidup melalui amandemen ke V UUD 1945 [5]. Fenomena seperti ini sudah terjadi di Rusia dan Cina.

(-) Pastikan segera ada UU Pendanaan Parpol [6] yang mengatur kewajiban negara melalui APBN untuk membiayai parpol Rp 1 triliun setiap partai setiap tahun. Cerdaskan rakyat agar ia tahu bahwa tidak masuk akal demokrasi bisa berkembang kalau partainya terus merampok meski tetap bermantel negarawan.

(-) Pastikan dibuat UU Pemilu [7] yang kejurdilannya tidak sekadar dead metaphor (pameo mati) tetapi akuntable dan bertanggung jawab. Misalnya, jika kita membeli sepatu di suatu toko, namun setelah tiba di rumah sepatu itu ternyata memiliki cacat. Pemilik toko wajib mengganti atau jika tak punya stock sepatu yang sama ia wajib memulangkan uang.

Pemilu kita tak memiliki cara yang benar tentang bagaimana menilai kejurdilan pemilu dan pelaksanaan kewajiban dan tanggung jawab penyelenggara. Mengapa hanya dia yang punya data? Bagaimana orang yang ingin melawannya di pengadilan melakukan kewajibannya jika data tidak ada? Karena itu harus ditetapkan metoda yang tepat dan diakui oleh UU yakni Telisik Forensik Pemilu [8].

(-) Pastikan bahwa penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan berbasis konstitusi. Hingga kini boleh dikatakan bahwa Indonesia tidak memiliki disain makro ekonomi, yang ada cuma rancang blue print sikap manis di hadapan kapital (multi national corporations) dan negara-negara pendikte [9].

(-) Make no mistake, Indonesia tak akan seburuk ini jika dipandu oleh garis besar cita-cita bangsa. Misi negara dalam konstitusi itu ialah:pertama, melindoengi segenap toempah darah dan seloeroeh bangsa Indonesia. Kedua, memadjoekan kesedjahreraan oemoem. Ketiga, mentjerdaskan kehidoepan bangsa.

(-) Pada sejumlah pasal UUD 1945 masih banyak aturan tentang pemenuhan hak warga negara jang wajib didjamin oleh negara. Negara, pemerintahan dan kebijakan pembangunan wajib berjangkar pada paradigma itu dan tak latah mengambang kian kemari. Karena dengan begitulah adil makmur dan sejahtera dengan pasti dapat didekati secara reàlistis.

Dengan berpedoman konstisten kepada konstitusi tak akan ada lagi yang senang menjadi komprador dan koruptor. Tak ada lagi kedunguan karena kewajiban negara mencerdaskan kehidupan bangsa terpenuhi. Tak ada lagi orang miskin karena konstitusi yang dijalankan juga menjamin pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan.

(-) Make no mistake, hanya dengan begitulah Papua pasti akan merasa dirinya menjadi prasyarat mutlak bagi keberadaan Indonesia dalam Bhinneka Tunggal Ika dan tak akan ada lagi darah dan air mata yang perlu mengucur di sana. Juga di kolong-kolong jembatan dan wilayah terisolasi di seluruh tanah air yang hingga kini merasakan lebih banyak dipaksa bersatu ketimbang mengalami proses secara alamiyah mencintai secara niscaya karena faktor senasib sepenanggungan.

(-) Audit dan tinjau cengkeraman khilafah Cina di Indonesia melalui One Belt One Road (OBOR) yang bermetamorfosis menjadi nama lebih lunak Belt and Road Inisiatif (BRI) sebagaimana telah dilakukan oleh Perdana Menteri Malaysia Tun Dr Mahathir [10].

(-) Pikirkan bagaimana cara memperkuat lembaga Kepolisian, Kejaksaan dan Peradilan dan itu tak boleh dikorbankan karena menyanjung KPK [11] atas nama nama apa pun apalagi mitos palsu.

Di berbagai negara kegagalan lembaga serupa terutama disebabkan oleh karena ia harus menyembah kepada orang yang mestinya ia periksa dan tangkap. Jika KPK [12] hanya mampu berwacana besar dengan kerja kecil-kecil, pasti akan lebih banyak memperburuk populisme yang sesat.

Kini bernafaslah lega. Raih martabatmu. Bangun negerimu. Jangan biarkan Pancasila, UUD 1945 dan Bhinneka Tunggal Ika berhenti sebatas slogan “Harga Mati”.Jangan mau mati bersama pengumbar slogan mati “harga mati” itu.

Catatan:

[1] Sikap adalah pernyataan evaluatif terhadap objek, orang atau peristiwa yang mencerminkan perasaan seseorang terhadap sesuatuSikap memiliki tiga komponen utama, yakni kesadaran, perasaan dan perilaku.
Lihat: https://id.wikipedia.org/wiki/Sikap, diakses tanggal 20/10/2019 pukul 19.01 WIB.

[2] Martabat adalah sebuah tuntutan yang melekat pada status kewarganegaraan dalam sistem demokrasi yang termanifestasi dalam bentuk populisme dan politik identitas. Martabat manusia telah menjadi pusat perhatian penting seperti apa yang dapat disaksikan di Tunisia dan Ukraina. Di sana rakyatnya menuntut sampai menggulingkan rezim pemerintahan dengan nama gerakan “Revolusi Martabat”. Tanpa bermaksud sewenang-wenang, apa pun kata banyak kamus bahasa tentang martabat (dalam bahasa Inggeris lazim disebut dignity), martabat adalah the well-being of the entire society  yang tinggi diperbandingkan dengan masyarakat lain, di tempat lain, dan kondisi masa lalunya sendiri. Kondisi itu tidak hadir dengan sendirinya, melainkan sebagai hasil usaha sungguh-sungguh seluruh warga yang sama-sama menjunjung tinggi nilai-nilai sakral yang berlaku. Ada penerapan keadilan di dalamnya, sehingga capaian prestasi apa pun bagi setiap orang dan bagi keseluruhan warga, adalah hasil interaksi yang sepi dari praktik-praktik manipulatif dan pemangsaan (eksplotasi) yang satu atas yang lain. Kondisi itu pun tidak harus dibayangkan benar-benar sama dengan bentuk dan jabaran keberadaan kerangka konsep umum tentang standard of living (yang lazim disusun berdasarkan logika penyederhanaan kuantifikasi dengan pendekatan statistika yang lazim minus pertimbangan moral). Tetapi lebih concerned  pada the quality of life  yang sekaligus memprasyaratkan hadirnya banyak hal yang tak tertangguhkan seperti faktor quality of the environment (udara, bumi, air)”.
Lihat 
https://nbasis.wordpress.com/2018/11/18/martabat-masyarakat/

[3] Konstitusi Indonesia memaksa melindungi segenap tumpah darah dan seluruh bangsa Indonesia, memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa yang kesemuanya beroleh penegasan ulang dalam batang tubuh UUD 1945. Orang Indonesia sekarang akan heran  darimana dasarnya seluruh warga negara wajib digratiskan pendidikan, layanan kesehatan dan penghasilan berdasarkan pekerjaan yanglayak bagi kemanusiaan? Mereka tak faham konstitusi.. Tanpa konstitusi tirai kemiskinan akan abadi.
Lihat https://nbasis.wordpress.com/2012/04/12/tirai-kemiskinan/

[4] Kerendahan narasi mengakibatkan bahkan elit Indonesia yakin bahwa dalam sistem pemerintahan dan demokrasi Indonesia tidak dikenal oposisi. Itu karena mereka takut dan inginb nyaman meski terus menyelewengkan kekuasaan.
Lihat https://nbasis.wordpress.com/2019/05/20/demokrasi-kekuatan-untuk-berkata-tidak/

[5] Waspada saja. Segalanya bisa terjadi. Ingat begitu mudahnya mengamandemen UUD 1945 sampai 4 kali dan hasilnya sangat mencemaskan nasib bangsa.

[6] Rizal Ramli pernah mengatakan Rp 85 triliun uang negara dicuri oleh parpol. Alokasikan sedikit saja, inshaa Allah bisa membuat partai bergerak dan tanpa harus berkoalisi dengan partai penguasa tetap sehat menjalankan tugas koreksionalnya sebagaoi oposisi.
Lihat https://nbasis.wordpress.com/2016/07/26/membenahi-parpol/

[7] Lihat antara lain https://nbasis.wordpress.com/2019/06/10/gugatan-pilpres-2019-3/

[8] Lihat https://nbasis.wordpress.com/tag/telesik-forensik-pemilu/

[9] Lihat https://nbasis.wordpress.com/2016/01/25/brutalitas-kapitalisme-di-indonesia-1/
Lihat https://nbasis.wordpress.com/2011/05/10/how-green-your-valley-how-rich-your-country-but-how-poor-your-people/

[10] Lihat https://nbasis.wordpress.com/2018/04/23/dr-m-92-tahun/

[11] Lihat https://nbasis.wordpress.com/2019/09/19/heboh-kpk-2/

[12] Lihat https://nbasis.wordpress.com/2019/09/08/heboh-kpk/

Shohibul Anshor Siregar

1 Comment

  1. […] SURAT KEPADA OPOSISI INDONESIA […]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: