PAHAE, sebuah kawasan yang merupakan bagian dari Tapanuli Utara. Setelah pemekaran, Pahae menjadi 4 Kecamatan (Pahae Jae, Pahae Julu, Simangumban dan Purbatua). Wilayah ini tadinya kaya dengan sumberdaya alam khususnya berbasis pertanian rakyat. Namun akhir-akhir ini semakin terasa kemerosotan dalam banyak segi. Mengapa demikian?
PERTANIAN RAKYAT MEROSOT DI PAHAE
Posted in artikel with tags BASTIAN SITOMPUL, DAS BATANGTORU, ICRAF, MANANTI SITOMPUL, PAHAE, PERTANIAN, PURBATUA, SANGGAM HUTAPEA, SIBULAN-BULAN on July 5, 2009 by nbasisPREDIKSI PEMERINTAHAN 2009-2014
Posted in artikel with tags BUDIONO, JK, LAB PSIKOLOGI UI, MEGA, PRABOWO, SBY, WIRANTO on July 4, 2009 by nbasisJIKA menang lantas bagaimana? Ini yang selalu terlupakan oleh lembaga survei yang
hanya berusaha mengintip suasana kebatinan masyarakat terkait kecenderungan pilihan politik. Debat-debat yang diselenggarakan KPU juga sebenarnya ingin mengantar atau memberi jembatan analisis ke arah itu. Hanya saja secara tak sadar kerap sekali rakyat lebih fokus pada suasana debat an sich, tanpa lebih jauh menerawang apa pasca debat.
Prediksi Pilpres 2009: TATKALA ‘nBASIS DIBISIKI PARANORMAL
Posted in artikel with tags RAMALAN PARANORMAL on July 4, 2009 by nbasis‘nBASIS tidak percaya paranormal. Mohon dicatat baik-baik. Tetapi paranormal juga manusia biasa yang dalam menjalankan pekerjaannya sama seperti orang dengan pekerjaan yang lain, punya kebiasaan dan juga butuh masukan-masukan dalam membuat ramalan. Di antara mereka ada yang sering berselancar di internet. Suatu malam seseorang mengaku telah membaca semua posting dalam blog ’nBASIS lalu meminta bertemu.
Debat Capres Putaran III: NEGARAWAN SANG MAHAGURU JK VS SBY, ARTINYA (LEBIH BAIK?) SBY BUANG BADAN
Posted in artikel with tags HAFIZ ANSHARY, IKLAN PILPRES SATU PUTARAN, KPU on July 2, 2009 by nbasis- JK tuduh Iklan Pilpres Satu Putaran tak Demokratis dan tak Mendidik, SBY Buang Badan
- JK beberkan Inisiatifnya meminta KPU menghemat Anggaran Pilpres
- Jangan Sampai tahun 2014 ada yang berucap “Lanjutkan, Tidak Perlu Pilpres”.
MAAF PAK SBY, katanya santun. Santun sekali. “Iklan Bapak Pilpres Satu Putaran itu tidak demokratis”. Protes itu disampaikan JK dalam debat Capres putaran terakhir tadi malam. Mendengar protes itu hadirin menyambut dengan tepukan amat riuh. Tentu di luar gedung banyak orang melihat itu. Menurut Ketua KPU Hafiz Anshary, penonton siaran langsung debat saat itu mencapai 80 juta orang di seluruh Indonesia.
Dengan nada menasehatkan dan penuh kewibawaan, JK menyampaikan hal itu sambil menatap SBY dari jarak yang begitu dekat.
Debat Capres Putaran III: BHINNEKA TUNGGAL IKA
Posted in artikel with tags ANGKATAN 66, BHINNEKA TUNGGAL IKA, GENERASI 1908, GENERASI 1928, RASIALIS, REFORMASI on July 2, 2009 by nbasis- Gambar di kanan dan kiri yang berada di bawah Gambar Burung Garuda Itu Boleh gonta-ganti, Bhinneka Tunggal Ika Harga Mati.
- Di Wilayah bagian Mana dari Indonesia “masih boleh” diskriminatif dan rasialis?
ATASNAMA bangsa Indonesia yang berpancasila, dan atas nama Bhinneka Tunggal Ika, JK mengingatkan agar tidak rasialis. Bhinneka Tunggal Ika itu abadi. Itulah sebabnya di atas gambar Presiden dan Wakil Presiden ada lambang Burung Garuda Pancasila yang menggenggam kokoh Bhinneka Tunggal Ika itu. Gambar yang di kiri dan di kanan boleh berganti-ganti, tetapi yang di atas itu, Bhinneka Tunggal Ika, harga mati.
Debat Capres Putaran III: LOYALITAS UNTUK INDONESIA
Posted in artikel on July 2, 2009 by nbasisGOTONGROYONG rumus keramat. Jatidiri Indoesia. Pancasila Dasar Negara. Semua itu mengapa seolah hilang kini? Apa yang membuat kita seperti ini?
Megawati terkenal dengan ketegaran itu sambil mengajak mengenang masa kepresidenannya yang sebentar.
SBY begitu sistematis, amat deskriptif. Tetapi ia amat terganggu dengan pikiran yang disodorkan oleh JK tentang iklan pilpres satu putaran dan tentang rasialisme yang digemakan oleh Andi Malarangeng dari Indonesia Timur.
JK hanya mengisyaratkan kesejahteraan dan pemerataan, tanpa itu tak ada demokrasi dan NKRI terancamlah keutuhannya. Kecuali itu ia hanya berpetuah penting, sewibawa mahaguru kenegarawanan sejati.
Moderator pun ragu apa yang ada dalam pikiran ketiga Capres yang diperlakukannya seolah mahasiswa yang sedang “dimejahijaukan”. Ia pun berusaha mengisi waktu tersisa dan lantas mengajukan pertanyaan tambahan: “apa yang akan bapak atau ibu kerjakan jika tak terpilih jadi presiden?” Para Capres menunjukkan siapa dirinya sesungguhnya melalui jawaban yang mereka berika, persis seperti siswa yang di suruh menuturkan hafalan yang ditugaskan.
Wahai Indonesia, kenalilah mereka. Restui yang baik saja, jangan yang tak sungguh-sungguh.
KISAH PONARI SANG PENYELAMAT INDONESIA
Posted in artikel with tags PONARI on June 30, 2009 by nbasisCatatan Kecil Dari Debat Cawapres Putaran II
Do you still remember of Ponari story? Ponari is one of contemporary unlucky and hopless of Indonesian boys. Although finally may be he got the bright future by some kind of magical factor or, let say, a syncretism way happened to him, it doesnt mean that something done of making sense in fact. Normally, people like him absolutely cannot stand on his own feet and absolutely its will be an only small sign of the total history of this country and will be forgetten soon. So can anybody calculate what kind of Indonesia future will be better, more than everybody can say easily? I am afraid Indonesia will goes no where and everybody only can hope God blessed.
Debat Cawapres Putaran II: JAGALAH AGAR TIDAK PECAH KONGSI
Posted in artikel with tags AGENDA OPOSISI, BUDIONO, LANJUTKAN, LEBIH CEPAT LEBIH BAIK, PRABOWO SUBIANTO, PRO RAKYAT, WIRANTO on June 30, 2009 by nbasis
Inilah hasil dari sebuah interaksi sosial politik yang melukiskan pencarian identitas sebuah bangsa. Di satu pihak masyarakat menuntut kandidat Presiden dan Wakil “berkelahi” untuk ditonton. Di pihak lain selera yang semakin rendah itu sesungguhnya telah menjauhkah rakyat dari visi masa depan. Kondisi ini dikhawatirkan dapat menyebabkan terbangunnya model seleksi kepemimpinan nasional yang akan selalu memberi jalan mudah bagi kemenangan figur yang paling lihai dalam memainkan peran “lain yang difikirkan, lain yang diucapkan dan lain pula yang dikerjakan”.
BPKP PERIKSA KPK: KENAPA RUPANYA?
Posted in artikel with tags AUDIT, BPKP, EXTRAORDINARY CRIME, KPK, MENSESNEG on June 29, 2009 by nbasis
BADAN yang dijuluki superbody KPK kini menjadi sorotan kembali. Bukan karena adanya kejutan baru dari institusi yang mengartikulasi pandangan permusuhan terhadap korupsi sebagai extra ordinary crime itu. Sorotan muncul dari BPKP yang disebut-sebut mendapat perintah dari SBY untuk mengaudit KPK.
Alkisah tererberitakanlah bahwa Presiden memerintahkan Kepala BPKP mengaudit KPK. Tetapi buru-buru diralat, bukan begitu. Bukan begitu. Sebelumnya juga terberitakan kecemasan Presiden SBY terhadap KPK yang tidak dapat dikendalikan (lagi). Ini diliput dari kunjungan SBY ke Harian Kompas belum lama ini. Tetapi, sebagaimana telah luas diketahui, Mensesneg Hatta Rajasa memberi penjelasan. Bukan begitu. Bukan begitu.
Ucup Kelik: KHAWATIR PUTARAN KEDUA (KPK)
Posted in artikel with tags EFFENDI GOZALI, KPK, PILPRES DUA PUTARAN, PILPRES SATU PUTARAN on June 27, 2009 by nbasis
Tanpa bantuan ramalan paranormal atau dukun, dan tanpa survei berbiaya mahal, kelompok inilah yang sedari awal konsisten melukiskan Indonesia kontemporer sebagai interaksi di antara Megawati, SBY dan JK. Acara-acara Parodi politik komikal yang mendidik dan koreksional. Kali ini tampaknya mereka sedang menolak propaganda pilpres satu putaran. Akankah hasilnya seakurat yang sudah-sudah?
Rhytim khas menjadi daya tarik khusus ketika mengiringi lagu Buka Topengmu, dengan vokal yang cukup serasi. “Buka dulu topengmu. Agar kulihat wajahmu. Tapi buka dulu topengmu..” Dari lagu ini sudah begitu jelas parodi politik yang “diotaki” Effendi Gozali ini ingin menenelanjangi kedok politik.
Debat Capres Putaran II: AVILIANI, BICARALAH
Posted in artikel on June 26, 2009 by nbasisDEBAT Capres
Putaran II telah terlaksana. Meski sudah terjadi perubahan, tetap saja masyarakat merasa belum puas. Orang tidak mau debat ini hanya sekadar pemenuhan jadwal; jika dapat menjadi uji visi, misi serta kedalaman pengetahuan dan penguasaan Capres terhadap Indonesia, setidaknya melalui pembahasan topik yang dijadikan tajuk debat. Jika tidak dalam posisi sebagai moderator, Aviliasi yang lembut dan penuh persuasi, pasti dapat amat menohok kepada ketiga Capres jika akan membahas kebijakan pengentasan kemiskinan dan pengangguran. Aturan main membatasi, dan Aviliani tentu tidak dalam wewenang merubah itu.
Arbi Sanit pernah mengatakan: “target pengurangan jumlah orang miskin dan pengangguran sulit dicapai. Alasannya, prosentase APBN untuk program itu
tidak besar. Sekitar 70 % APBN masih untuk belanja rutin seperti gaji pegawai. Bantuan sejumlah Rp 150 ribu per bulan tidak sebanding dengan kenaikan harga kebutuhan pokok saat ini. Ada niat untuk membantu orang miskin tapi tidak terhindar dari eksploitasi politik, pemanfaatan pengaruh, katanya. Pemerintah hingga kini masih melakukan program politis dan tidak menyelesaikan persoalan kemiskinan dan pengangguran secara nyata. Program-program dan langkah-langkah yang dilakukan sekedar untuk pencitraan positif pemerintah. Coba cek berapa yang dapat BLT dan apa mereka juga datang ke (rumah Presiden Yudhoyono di) Cikeas, ke Gubernur DKI saat Lebaran? ujarnya.
Debat Capres Putaran II: JIKA DEBAT SATU-SATUNYA PENENTU TERHADAP KEPUTUSAN MEMILIH
Posted in artikel on June 26, 2009 by nbasis

MEGA hanya dapat berharap putaran kedua debat Cawapres Prabowo Subianto mampu menguasai kembali forum. Penampilannya tadi malam tidak menunjukkan penguasaan masalah dan keterampilan berdebat. Jika KPU masih akan menampung gagasan-gagasan masyarakat yang menginginkan debat itu semakin egaliter, bagi Megawati hal itu pastilah sebuah malapetaka besar.
Debat Capres Putaran II: TAK SEKADAR NINA BOBO BERI IKAN
Posted in artikel on June 25, 2009 by nbasis
BERIKAN ikan? Bagus itu. Tetapi alangkah lebih bagusnya jika yang diberi itu pancing, beri perahu dan lalu dorong ia mampu membela diri dengan semua perangkat hidup itu. Itulah semestinya Indonesia. Kita perlu kemandirian, bermartabat. Proses pelembagaan dan pelestarian kemiskinan adalah fungsi dari tindakan-tindakan karitatif itu, dan semua itu tidak sesuai dengan kemadirian yang harus ditegakkan oleh Indonesia.
Debat Capres Putaran II: LAPORAN KEBIJAKAN DAN APOLOGI
Posted in artikel on June 25, 2009 by nbasis
SBY mengakui masih banyak yang belum dilakukan oleh pemerintahannya. Tetapi ia menjanjikan pertumbuhan 7 % sebagai prasyarat untuk gerak ekonomi baru di negeri ini. Angka ini terlalu kecil dibanding dengan capres lain. kubu Mega berani dengan target dua digit, JK mematok angka 8 %. SBY sadar 60 % kemiskinan ada di daerah pedesaan. Oleh karena itu pembangunan pedesaan dan pengangguran harus mendapat perhatian. Juga penguatan otonomi daerah.



