ORANG KAYA DI PANGGUNG POLITIK


Itulah jawaban mengapa Indonesia tak peduli nasib orang miskin. Mengapa pertanian tak pernah direvitalisasi. Mereka (para orang kaya itu) akan selalu berhasil memaksakan paradigma pertumbuhan yang ekstrim dalam budaya pemerintahan korporatisme yang distir dengan pola shadow state atau shadow government (pemerintahan bayangan). Urusan tunggal demokrasi di sini hanyalah sirkulasi kekuasaan, tak termasuk agenda distribusi sistim sumber untuk kemakmuran rakyat

(more…)

REASON AND RATIONALITY IN THE QURAN


By:
Ibrahim Kalin

In this long and well written article, Dr Ibrahim Kalin, based on his thorough study of the history of philosophy, analyzes the categories of reason and rationality within the Islamic intellectual context as it was shaped by the foundational theory underlying the Qur’an and as developed by the Islamic theological and intellectual tradition. Dr Kalin argues that far from being a self-standing entity, reason functions within a larger context of meaning and existence, intelligibility, and moral thinking. He shows clearly how the Quranic perspective of rationality moves us beyond the internal workings of a single, disengaged mind and places us with a larger context of ontological significance.

(more…)

PILKADA INDONESIA


VOTE

Saya takut jurnalis itu salah kutip, karena ia mengaku tidak merekam jawaban saya atas pertanyaan yang dia ajukan. Akhirnya saya tulis dan saya kirimkan melalui email dan inbox facebook.

(more…)

PORKIS DARI SIMATORKIS


porkisJika bukan karena studi intensif, mustahil mereka bisa mempermainkan Indonesia tak ubahnya sebuah kampung kecil tak berdaulat. Dikucuri utang yang membelit belasan generasi ke depan, diberi sisa-sisa persenjataan tak terpakai untuk menambah ketergantungan, membiarkan nelayan tradisional sebagai entitas keindonesiaan dengan posisi penentangan yang keras untuk teknologi maju pengelolaan kekayaan maritim agar mereka hanya berdaulat mengeksploitasi hasil laut hanya beberapa ratus meter dari rumah reyotnya di pinggir pantai

(more…)

EVALUASI


Sebuah tulisan berjudul “Tantangan Umat Di Era Kabinet Indonesia Bersatu II” tayang menyambut terbentuknya Kabinet Indonesia Bersatu II. Tulisan itu dibuat oleh Muhammad Rahmat Kurnia dengan empat hipotesis utama: Pertama, Indonesia akan makin Liberal dan pro Barat (west friendly). Kedua, liberal ditutupi dengan kebijakan populis. Ketiga, suara kritis dari parlemen akan senyap. Keempat, otoritarianisme. Kelima, pengalihan isu terorisme menjadi isu Islam radikal.

Kini pemerintahan KIB II sudah di penghujung. Apakah hipotesis-hipotesis yang dibuat oleh Muhammad Rahmat Kurnia terbukti? Mari kita simak. Sebagai sebuah kesinambungan atau ketidak-sinambungan politik, apa saja gerangan yang perlu diwaspadai ke depan ketika kabinet Jokowi-JK akan bekerja? .

(more…)

Kegenitan Para Penggantang Kekuasaan


Hal yang sangat mengherankan ialah demokrasi Indonesia hanya distir bersemangat untuk penggantangan kekuasaan belaka, tidak untuk yang lebih penting lainnya. Tidak ada yang berbicara serius tentang keniscayaan distribusi sumber-sumber daya alam sebagai bagian inherent dari demokrasi. Padahal dengan kesenjangan yang meniscayakan minoritas (the have) memperkuda-kuda mayoritas dalam kemiskinan dan kebodohan, tentulah para penggantang kekuasaan merasa lebih nyaman dan lebih yakin berpemilukada langsung untuk pengawetan kekuasannya di tengah suasana penuh diskriminasi ekonomi.

(more…)

EFISIENSI INDUSTRI


China. ini di Tian Waike Restaurant, para pelayan tidak manusia. Mereka robot. Meski dengan sebuah keterbatasan tertentu, jasa manusia telah ditukar di sini. Si pembawa makanan bukan orang. Ada kesenangan tersendiri bagi pengunjung.

(more…)

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 4,949 other followers

%d bloggers like this: